Loading...

PENGUATAN KELOMPOK PEKEBUN KELAPA SAWIT MELALUI PERTEMUAN BERKALA KELOMPOK

PENGUATAN KELOMPOK PEKEBUN KELAPA SAWIT  MELALUI PERTEMUAN BERKALA KELOMPOK
Dalamrangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pekebun dalam penggunaan benih bersertifikat dan menerapkan praktik praktik budidaya yang baik (Good Agricultural Practices) Terkait dengan hal tersebut Presiden Republik Indonesia telah mengeluar-kan instruksi kepada Kementerian Pertanian antara lain mendorong percepatan pembentukan dan penguatan kelembagaan pekebun, meningkatkan penyuluhan pertani-an di kawasan sentra produksi kelapa sawit, Salah satu tidak lanjut dari dari instruksi tersebut melalui cyber extension disampaikan salah satu cara penguatan kelompok pekebun kelapa sawit dilakukan melalui pertemuan berkala kelompok. Pertemuan berkala kelompok pekebun merupakan pertemuan antara pengurus atau antara pengurus dengan anggota kelompok pekebun yang dilaksanakan pada waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan anggota untuk membicarakan agenda yang telah ditetapkan sebelumnya. Pertemuan kelompok pekebun secara berkala dilakukan secara teratur setiap dua minggu sekali atau dengan interval waktu tertentu sesuai kesepakatan anggota kelompok. Ada dua jenis pertemuan kelompok pekebun yaitu: rapat pengurus dan rapat khusus. Rapat pengurus merupakan pertemuan kelompok pekebun yang dihadiri oleh pengurus, waktunya teratur untuk membahas pengelolaan dan kegiatan kelompok pekebun. Sedang rapat khusus yaitupertemuan kelompok pekebun yang dihadiri olehsemua anggota (termasuk pengurus) dengan waktu tidak teratur (sesuai kebutuhan) untuk membahas kegiatanyang perlu penanganan segera misalnya adanya serangan hama tikus dan kejadian lain yang merugikan pekebun/anggota kelompok pekebun dan masyarakat sekitarnya. Pertemuan utamanya ditujukan untuk membahas dan menyelesaikan permasalahan, pengambilan keputusan berdasarkan kespakatan, penyusun rencana kerja dan lain-lain yang dianggap penting. Pertemuan berkala sangat bermanfaat bagi para anggota kelompok pekebun antara lain: 1) memberikan kesempatan kepada anggota dan pengurus kelompoktani saling bertemu dan berkomunikasi secara teratur untuk saling bertukar informasi, saling belajar dan lain-lain; 2) meningkatkan disiplin para anggota; 3) meningkatkan disiplin anggota; 4) Memberikan kesempatan anggota kelompok untuk belajar berkomunikasi, mengemukakan pendapat dan mengatasi masalah angota maupun kelompok secara bersama-sama; 5) sebagai wadah untuk menggalipotensi para anggota; 6) Sebagai wadah untuk menyusun rencana kerja kelompok; dan 7) Sebagai media pelaporan/pertanggung jawaban pengurus. Pertemuan kelompok tani yang baik dan efektif dapat dicirikan sebagai berikut: 1) Diadakan secara teratur minimal dua minggu sekali; 2) Dihadiri minimal oleh 75% anggota kelompoktani dan anggota serta pengurus berperan aktif dalam pertemuan; 3) Ada agenda/topic yang dibicarakan; 4) Adanya tata tertib pertemuan yang dipatuhi anggota; 5) Semua anggota dapat menyampaikan aspirasinya tanpa didominasi salah satu anggota/pengurus; 6) Diperolehnya kesepakatan dan pemecahan masalahnya yang merupakan aspirasi semua anggota dan pengurus; 7) Tersedianya daftar hadir dan catatan.notulen rapat yang baik; dan 8) Adanya pembatasan waktu pertemuan. . Pelaksanaan pertemuan diawali dengan persiapan meliputi: 1) penentuan topik yang akan dibahas; 2) menetapkan waktu dan tempat pertemuan; 3) menentukan pimpinan pertemuan, pencatat hasil pertemuan (notulis); 3) mempersiapkan undangan dan perlengkapan pertemuan. Selanjutnya pelaksanaan pertemuan: 1) dimulai dengan pengisian daftar hadir; 2) pertemuandiawali dengan doa dilanjutkandengan penyampaianmaksud dan tujuan pertemuan oleh pimpinan pertemuan dan mereview hasil rapat yang lalu; 3) pembahasan topik/agenda pertemuan; dan 4) notulis mencatat hasil rapat, bila rapat menghasilkan kesepakatan yang penting, seluruh peserta agar ikut menandatangani hasil rapat; 5) Pembacaan hasil rumusan/kesimpulan/saran dan rencana tindak lanjut dilanjutkan penutupan dan diakhir dengan doa. (Sri Puji Rahayu)