Kagiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 Februari 2024 di Hotel New Sentris Kota Gorontalo. Peserta kegiatan ini berjumlah 32 orang yang merupakan Penyuluh Pendamping Program READSI dari Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Pohuwato. Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian atau Simluhtan menjadi dasar untuk mewujudkan big data pertanian. Alasannya Simluhtan yang berupa aplikasi itu berisikan data-data penting seperti kelembagaan penyuluhan, ketenagaan penyuluhan dan kelembagaan petani. Karena itu data Simluhtan ini menjadi dasar dalam merealisasikan program Kementerian Pertanian.Di sisi lain penyuluh pertanian selain kreatif dan juga inovatif diharapkan mampu mengembangkan usaha pertanian lebih maju, mandiri dan modern sehingga dapat mendukung usaha pertanian di wilayahnya masing-masing.Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) adalah sistem informasi berbasis web yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian yang menyajikan data dan informasi Kelembagaan Penyuluhan Pemerintah (Provinsi, Kabupaten, dan Kecamatan), data ketenagaan penyuluh pertanian (Penyuluh PNS, Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian, Penyuluh Swadaya), data Kelembagaan Petani (Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Kelembagaan Ekonomi Petani). Seluruh data tersebut dapat dikelola dengan perangkat lunak ini, sehingga laporan, rekapitulasi dan distribusi menurut Satuan Administrasi Pangkal (Satminkal) baik di Provinsi, Kabupaten, dan Kecamatan dapat dimonitor dengan baik perkembangannya. Selain itu, bagi Penyuluh Pertanian dan Balai Penyuluhan Pertanian data-data tersebut dapat digunakan dalam penyusunan program kerja baik bulanan maupun tahunan serta penyusunan materi penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tani itu sendiri.Cyber Extension merupakan mimbar penyuluhan pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pelayanan data serta penyampaian materi dan informasi pertanian khususnya dalam membantu memperlancar dan mempermudah fasilitasi kepada pelaku penyuluhan terutama para penyuluh pertanian lapangan, baik penyuluh pertanian PNS, Swasta, maupun Swadaya. Melalui media penyuluhan berbasis internet ini, seorang penyuluh cukup mengupload materi penyuluh yang akan disampaikan kepada petani, dalam beberapa detik kemudian materi tersebut sudah dapat diakses oleh para petani sampai ke seluruh pelosok perdesaan. Begitu juga perkembangan teknologi pertanian, informasi harga komoditi, perkembangan pembangunan pertanian di berbagai daerah serta informasi pertanian lainnya juga dapat dengan mudah diakses melalui media penyuluhan online ini.Selain itu keengganan penyuluh untuk belajar teknologi serta minimnya dukungan kelembagaan penyuluh yang mampu mendorong para penyuluh untuk dapat mengakses teknologi informasi juga ditengarai menjadi penyebab masih lemahnya penguasaan teknologi pertanian oleh para penyuluh pertanian, terutama yang bertugas di daerah.Itulah sebabnya, penyelenggaraan cyber extension relatif belum berjalan secara efektif dan efisien.Cyber Extension ini sebenarnya sangat mudah diakses oleh siapa saja, terutama para penyuluh pertanian, karena Kementerian Pertanian telah menyediakan Hardware dan Software pendukung aplikasi ini sampai ke tingkat kabupaten bahkan tingkat kecamatan. Untuk dapat mengakses layanan Cyber Extension ini, para penyuluh maupun petani cukup mengunjungi link www.cybex.pertanian.go.id. Dan langsung dapat mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan secara cepat dan mudah serta memasukkan (mengupload) materi penyuluhan secara cepat dan mudah.Namun kembali pada masih lemahnya sumber daya manusia baik ditingkat kelembagaan penyuluh maupun pada individu penyuluh sendiri, membuat aplikasi yang sengaja diprogramkan untuk memudahkan keja penyuluh ini, justru belum bisa dimanfaatkan secara optimal oleh penyuluh. Kedepan, mestinya orang-orang yang duduk di kelembagaan penyuluh khususnya yang berada di tingkat kabupaten, harus merupakan sosok-sosok yang menguasai teknologi informasi dengan baik. Dengan demikian mereka dapat mentransfer kemampuan di bidang teknologi informasi tersebut kepada para penyuluh pertanian yang ada di lapangan, sehingga mereka dapat memanfaatkan media penyuluhan online Cyber Extension ini secara optimal. Penulis : Lukman Hairun, STP Penyuluh Pertanian Ahli Madya Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Bone Bolango