Asrol Fahmi, A.Md Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian (UPT BPP) Kecamatan Bukit Batu mengadakan pengukuran pH tanah. pH tanah adalah ukuran keasaman atau kebasaan tanah, yang menentukan ketersediaan nutrisi bagi tanaman dan aktivitas mikroorganisme di dalamnya. Skala pH tanah berkisar dari 0-14, dengan pH 7 dianggap netral. Nilai pH di bawah 7 menunjukkan tanah bersifat asam, sedangkan nilai di atas 7 menunjukkan tanah bersifat basa.
Kegiatan pengukuran pH berlangsung di lahan budidaya jagung, Desa Sukajadi. Alat pengukur pH digunakan untuk menentukan tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan. Ada beberapa jenis alat pengukur pH, antara lain pH meter. Alat ini menggunakan elektroda untuk mengukur pH larutan dan menampilkan hasilnya dalam bentuk angka. Ada juga Kertas pH, adalah kertas yang telah diberi zat kimia tertentu yang dapat berubah warna sesuai dengan pH larutan.
PPL melakukan pengukuran pH tanah sebagai proses awal sebelum memulai tahapan budidaya. Hal tersebut dilakukan agar kelompok tani bisa mengambil langkah-langkah dalam memperbaiki kondisi tanah, misalnya menaburkan kapur dolomit ke lahan. Pengukuran pH tanah penting dilakukan sebab bisa mengoptimalkan penggunaan pupuk. pH tanah memberi informasi agar petani dapat memilih jenis dan dosis pupuk yang paling efektif.
“Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai pH di lahan jagung, sehingga petani dapat memberikan dosis pupuk yang tepat pada lahan yang akan ditanam.” Ujar PPL.
Penyuluh pertanian mengukur pH tanah dengan menggunakan pH meter. Langkah pertama yaitu memastikan elektroda pH meter bersih dan terkalibrasi. Kedua menusukkan ujung pH meter ke dalam tanah. Hasilnya bisa dilihat di alat pengukur. PPL Asrol Fahmi mengambil empat titik pengukuran di masing-masing ujung lahan. Iya kemudian menambahkan satu titik lagi di tengah lahan. Hasil pengukuran lapangan akan diolah lagi, dihitung hingga menghasilkan angka rata-rata.
Hasil pengukuran pH di Lahan Jagung Desa Sukajadi rata - rata pH tanah yakni 5,5. Menurut mesin pintar, jika pH tanah adalah 5,5, maka pemberian dolomit dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan pH tanah. Alasannya dolomit membantu menetralkan keasaman tanah. Dolomit mengandung zat tertentu yang memicu reaksi pada tanah, sehingga meningkatkan pH. Dolomit dapat membantu meningkatkan aktivitas mikroorganisme di tanah, sehingga proses dekomposisi bahan organik dan siklus nutrisi dapat berjalan dengan lebih baik.