Loading...

Peningkatan Efisiensi Penanganan Panen Dan Pascapanen Padi Dalam Rangka Menekan Kehilangan Hasil Pertanian

Peningkatan Efisiensi Penanganan Panen Dan Pascapanen Padi Dalam Rangka Menekan Kehilangan Hasil Pertanian
salah satu tujuan utama dalam penanganan pascapanen hasil pertanian adalah mengurangi kehilangan hasil. menurunnya kehilangan hasil baik yang disebabkan kehilangan fisik maupun penyusutan, penurunan kualitas dan kuantitas. bagi produk tanaman pangan, kehilangan hasil berarti ancaman terhadap ketersediaan pangan. panen yang optimal akan mendorong peningkatan pendapatan petani dan terpenuhinya kebutuhan industri. penyelamatan hasil saat panen dan pascapanen meningkat dengan meningkatnya perbaikan penanganan pascapanen, kesadaran petani, peran serta masyarakat, penggunaan teknologi serta keterpaduan program. diharapkan dan penanganan pascpanen hasil pertanian ini dapat menyelamatkan hasil sampel taraf yang lebih meningkat sekitar 2 – 4%. kehilangan hasil panen terjadi pada mulai saat panen, penjemuran, penggilingan bahkan pada saat pengemasan. mutu hasil pertanian diharapkan akan lebih meningkat sehingga daya tahan dan harga jual akan lebih baik. disamping itu peningkatan mutu diharapkan sesuai dengan standart mutu internasional. penanganan pascapanen yang baik diharapkan selain peningkatan mutu dan kuantitas hasil panen juga diharapkan meningkatkan pendapatan petani serta sekaligus hendaknya meningkatkan kesejahteraannya. persoalan mutu menyangkut aspek yang sangat luas yang dimulai dari varietas, lahan, teknologi budidaya, perlindungan tanaman hingga cara panen dan perlakuan pascapanen berikutnya. diversifikasi hasil pertanian sangat diperlukan untuk paling tidak dua hal, yakni meningkatkan pendapatan dan mencegah terbuangnya dengan sia-sia hasil pertanian, baik hasil utama maupun sampingan. upaya penganekaragaman hasil harus dilakukan mengingat selain selama ini tidak seluruh hasil pertanian dapat diserap oleh pasar juga akan membuka pasar baru bagi komoditas tersebut. upaya penganekaragaman hasil diharapkan tumbuh dari inisiatif dan kreativitas petani, memanfaatkan kemampuan setempat dengan harapan akan menumbuhkan keterkaitan erat dengan penanganan pascapanen komoditas. diharapkan penggunaan teknologi panen dan pascapanen akan semakin meningkat. negara-negara pesaing indonesia terutama negara-negara maju telah menggunakan teknologi tinggi dalam proses panen dan pascapanen, apabila kita tidak menggunakan teknologi yang tepat maka dapat dipastikan akan semakin. disadari bahwa keterbatasan aksesibilitas petani pada teknologi pascapanen sangat diperlukan. disamping itu keterlibatan swasta sebagai produsen sarana dan teknologi pascapanen juga sangat diharapkan. sala satu masalah yang dihadapi dalam hal penananganan pasca panen adalah :. pengetahuan dan kesadaran petani sebagai produsen dan juga sebagai salah satu pelaku pasar masih kurang. pada umumnya mereka masih memperlakukan hasil produksinya secara apa adanya. beberapa masalah kelembagaan dalam pascapanen hasil pertanian yang dapat diinventarisasi antara lain : sistem panen, panen seringkali dilakukan dengan sistem kelompok dan individual dimana terjadi proses untuk mengedepankan kecepatan panen. hal ini menyebabkan kurang diperhatikannya hasil panen. sistem panen beregu/ kelompok perlu dipertimbangkan untuk dikelompokkan. dalam pemanenan hasil pertanian pada umumnya aktivitas panen tidak dilakukan petani sendiri, pemanenan yang berperilaku buruk seringkali berbuat curang, mencuri dan menyembunyikan hasil. umur panen sangat mempengaruhi besarnya kehilangan hasil dan menurunnya mutu. keadaan ini mengandung kesulitan manajemen yang tinggi karena beragamnya masing-masing usaha dan lemahnya kemitraan akibat kurangnya pemahaman pihak petani dan pengusaha agroindustri dalam pengolahan yang baik. mutu produk olahan sangat terkait dengan aspek penetapan teknologi pengolahan. pengolahan hasil pertanian sebagian masih menggunakan teknologi yang sederhana serta peralatan pengolahan yang belum memadai. rendahnya pengguna teknologi ini diakibatkan oleh tingkat kuallitas sumber daya manusia pelaku masih rendah dan kurang tersedianya teknologi dan peralatan pengolahan yang ditingkat pedesaan. lemahnya pembinaan dan penerapan jaminan mutu mempunyai andil terhadap rendahnya mutu produk yang dihasilkan agroindustri. penulis : asniar k., sp (ppl tellu siattinge)