Salah satu metode yang dilakukan dalam upaya peningkatan kapasitas penyuluh pertanian adalah melalui pelaksanaan Demplot atau Demonstrasi Plot, dimana pada Tahun Anggaran 2022 melalui Proyek Pengembangan dan Manajemen Irigasi Partisipatif Terintegrasi (IPDMIP) telah dialokasikan dana untuk mendukung kegiatan Demplot Penangkaran Benih Padi bagi 8 (delapan) BPP di lokasi Proyek IPDMIP. Alokasi Demplot Penangkaran Benih padi sesuai MOU antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi NTT dengan Koordinator BPP pada 8 BPP yaitu 4 (empat) BPP di Kabupaten Manggarai Barat yang meliputi BPP Komodo, BPP Sano Nggoang, BPP Mbeliling dan BPP Lembor sedangkan 4 (empat) BPP di Kabupaten Manggarai Timur meliputi BPP Ranamese, BPP Lambaleda Selatan, BPP Kota Komba dan BPP Kota Komba Utara. Benih padi yang dipergunakan merupakan benih padi label ungu dengan varietas Inpari 32, Cigeulis dan Ciherang yang akan menghasilkan benih padi label biru yang siap disalurkan kepada petani disekitar BPP lokasi demplot. Pelaksanaan kegiatan Demplot ini mendapat dukungan pembinaan dan pengawasan dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih (UPT PSB) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dan petugas pengawas benih tanaman (PBT) yang berada di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur. Data produksi hasil penangkaran benih untuk Kabupaten Manggarai Barat sebesar 35,14 ton dengan rincian BPP Lembor varietas Inpari 32 sebesar 11,3 ton, BPP Komodo varietas Inpari 32 sebesar 11,64 ton, BPP Mbeliling varietas Cigeulis sebesar 7,6 ton dan BPP Sanonggoang varietas Inpari 32 sebesar 4,6 ton. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai Timur, BPP Ranamese varietas Ciherang sebesar 4,8 ton, BPP Kota Komba varietas Ciherang sebesar 4,9 ton, BPP Kota Komba Utara varietas Ciherang sebesar 4,0 ton dan BPP Lambaleda Selatan varietas Ciherang sebesar 4,8 ton. Dari data ini terlihat bahwa produksi padi untuk lokasi Demplot di kabupaten Manggarai Timur relative rendah, hal ini disebabkan karena saat pertumbuhan generative kurang mendapat air. Produksi hasil demplot penangkaran benih padi ini kemudian melalui tahapan proses sertifikasi dan sesuai hasil pengujian oleh UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih (UPT PSB) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, benih padi dari 8 (delapan) BPP dengan volume masing-masing sebanyak 1 ton tersebut telah dinyatakan LULUS UJI. Dan sesuai MOU masing-masing BPP telah melaksanakan pendropingan benih padi ke 14 kelompok tani/ 160 HA/ 366 KK/ 4 ton di kabupaten Manggarai Barat dan 19 kelompok tani/ 160 HA/ 378 KK/ 4 ton di kabupaten Manggarai Timur. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky Frederich Koli, mengatakan padi dan jagung menjadi tekad Pemerintah Provinsi NTT dalam mewujudkan kemandirian pangan sehingga tidak lagi tergantung dari daerah luar NTT. Diharapkan dengan adanya Demplot Penangkaran Benih Padi ini dapat mengembangkan potensi BPP khususnya dalam mendukung kemandirian benih dan kemandirian pangan. Penyuluh Pertanian Kreatif, Inovatif, Solutif Penyuluh Pertanian Maju, Mandiri, Modern Penulis : Ir. Susana K. Laning Penyuluh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT