Loading...

Peningkatan Kapasitas Penyuluh Melalui Program Readsi Tahun 2023

Peningkatan Kapasitas Penyuluh Melalui Program Readsi Tahun 2023
Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) merupakan pengembangan (scaling up) program Rural Empowerment And Agricultural Development yang telah dilaksanakan selama 5 tahun (2019 – 2023) di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya pada kabupaten Kupang dan Belu. Pelaksanaan kegiatan READSI di daerah mensyaratkan pembiayaan pendahuluan (pre financing) menggunakan dana APBD terlebih dahulu, selanjutnya akan dilakukan pengggantian dana (reimbursement) oleh pemerintah pusat. Pelatihan Penyegaran bagi Penyuluh Pertanian Pendamping Program READSI merupakan salah satu kegiatan Program READSI yang pelaksanaannya sebanyak dua angkatan per Kabupaten. Angkatan pertama telah dilaksanakan pelatihan penyegaran di UPT Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan Kupang selama 7 (tujuh) hari yaitu pada tanggal 10 – 16 April 2023 dengan peserta sebanyak 40 orang penyuluh pendamping program READSI yang meliputi 20 orang dari kabupaten Kupang dan 20 orang dari kabupaten Belu. Sesuai Petunjuk Pelaksanaan READSI Tahun 2023 tema yang dipergunakan adalah 1) Pengendalian Hama Terpadu; 2) Konservasi; 3) Pengelolaan Sumber Daya Air dengan tema besarnya Teknik Pengelolaan Pertanian. Sedangkan Narasumbernya berasal dari Widayaiswara Indonesia (WI) dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Penyuluh Provinsi NTT dan Praktisi/ petani sukses. Pada kegiatan pelatihan juga dilakukan praktek pembuatan pestisida nabati dengan bahan baku berasal dari daun-daunan yang masih segar yaitu daun kelor, daun klorolena (susmuti), bunga kunyit dan kulit bawang merah serta daun-daun tanaman segar lainnya yang kemudian di campur dengan air sebanyak 10 liter, gula air dan EM4 masing-masing sebanyak 4 tutup botol. Kemudian difermentasi selama satu minggu dan setiap hari diaduk/ dicampur rata. Setelah satu minggu baru disaring dan dapat diaplikasikan ke tanaman dengan dosisi 1 gelas aqua dicampur dengan 5 liter air dan disemprot ke tanaman. Mendukung materi Pengelolaan Sumber Daya Air juga dilakukan praktek Teknik desain irigasi tetes dengan menggunakan selang yang sudah diatur lubang tetesnya sesuai jarak tanam/ komoditi. Kunjungan lapangan dilokasi poktan Noetnana kelurahan Fatukoa kecamatan Maulafa Kota Kupang, bersama praktisi pendamping Daniel Aluman, terlihat bahwa dengan memanfaatkan irigasi tetes dapat menghemat air dan tenaga kerja sedangkan untuk tanaman kebutuhan air, pupuk dan pestisida dapat terpenuhi melalui system irigasi tetes. Dalam penutupan Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Victoria Doo mengharapkan agar setelah pelatihan ini diharapkan peserta/ penyuluh dapat menindaklanjuti sesuai rencana tindaklanjut yang dibuat sehingga dapat meningkatkan kapasitas petani yang nantinya dapat meningkatkan klas kemampuan kelompok tani. Penyuluh Pertanian Maju, Mandiri, Modern = Ir. Susana K. Laning dan Yane Huberta Otta, SP. = Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT.