Loading...

Peningkatan Nilai Tambah Dan Daya Saing Produk Serealia

Peningkatan Nilai Tambah Dan Daya Saing Produk Serealia
Program peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian, bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian. Peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti: a.Pengembangan industri pengolahan pangan; b.Peningkatan kemampuan pemasaran produk pertanian; c.Peningkatan akses petani terhadap pasar. Kegiatan penyuluhan tentang teknologi pengolahan pangan Kegiatan penyuluhan tentang teknologi pengolahan pangan dapat dilakukan dengan berbagai macam metode, tergantung pada tujuan dan target sasarannya. Berikut adalah beberapa contoh metode yang dapat digunakan:a.Ceramah. Metode ini merupakan metode yang paling umum digunakan dalam kegiatan penyuluhan. Penyuluh akan menyampaikan materi penyuluhan kepada peserta secara lisan. b. Diskusi. Metode ini memungkinkan peserta untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan penyuluhan. Penyuluh akan menyampaikan materi penyuluhan, kemudian peserta akan diajak untuk berdiskusi untuk memperdalam pemahaman mereka. c.Demonstrasi. Metode ini sangat efektif untuk mengajarkan keterampilan pengolahan pangan kepada peserta. Penyuluh akan melakukan demonstrasi pengolahan pangan, kemudian peserta akan diajak untuk mempraktikkannya. d. Kunjungan lapangan. Metode ini memungkinkan peserta untuk melihat langsung penerapan teknologi pengolahan pangan di lapangan. Penyuluh akan mengajak peserta untuk mengunjungi industri pengolahan pangan, pasar tradisional, atau tempat lain yang relevan. Berikut adalah contoh materi penyuluhan tentang teknologi pengolahan pangan yang dapat disampaikan:a.Prinsip-prinsip pengolahan pangan: a.Teknik pengolahan pangan b.Keamanan pangan c. Pemanfaatan teknologi pangan Materi penyuluhan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan target sasaran. Misalnya, jika kegiatan penyuluhan ditujukan kepada pelaku usaha pengolahan pangan, maka materi penyuluhan dapat lebih fokus pada teknik pengolahan pangan dan keamanan pangan. Kegiatan penyuluhan tentang teknologi pengolahan pangan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun kesejahteraan. Melalui kegiatan penyuluhan, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan tentang teknologi pengolahan pangan yang terbaru, keterampilan untuk mengolah pangan dengan aman dan sehat, serta peluang untuk mengembangkan usaha pengolahan pangan. Pengolahan hasil panen serealia meliputi beberapa tahap, yaitu: a.Pembersihan ; b.Pengeringan; c.Penyimpanan ; d. Penggilingan dan d. Pengemasan Berikut adalah beberapa contoh produk olahan serealia: a. Nasi Nasi merupakan makanan pokok di Indonesia yang terbuat dari beras. Beras adalah jenis serealia yang paling banyak ditanam di Indonesia. b.Roti Roti adalah makanan yang terbuat dari tepung terigu. Tepung terigu adalah jenis tepung yang terbuat dari gandum. Mie Mie adalah makanan yang terbuat dari tepung terigu dan air. Mie dapat diolah menjadi berbagai macam masakan, seperti mie goreng, mie rebus, dan mie ayam. Bubur Bubur adalah makanan yang terbuat dari tepung beras atau tepung gandum. Bubur dapat diolah menjadi berbagai macam masakan, seperti bubur ayam, bubur kacang hijau, dan bubur sumsum. Kue Kue adalah makanan yang terbuat dari tepung terigu, gula, telur, dan bahan lainnya. Kue dapat diolah menjadi berbagai macam jenis, seperti kue bolu, kue lapis, dan kue kering. Selain produk-produk di atas, masih banyak lagi produk olahan serealia lainnya. Serealia merupakan sumber karbohidrat yang penting bagi tubuh manusia. Oleh karena itu, serealia merupakan salah satu bahan pangan yang penting di dunia. Yulia Tri S yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka ntbprov.go.id/tantangan-kedaulatan-pangan-di-gumi-gora/ bantenprov.go.id/Berita/topic/171 co.id safetysign.co.id wikipedia.org/wiki/Kue