PENINGKATAN NILAI TAMBAH RUMAH TANGGA MELALUI PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH DENGAN TEKHNIK BUDIDAYA HIDROPONIK
Pekarangan rumah merupakan sebidang tanah di sekitar rumah yang masih dapat diusahakan secara sambilan dan merupakan lahan yang mudah diusahakan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan waktu yang tersedia. Hal ini sangat memungkinkan untuk melakukan bercocok tanaman secara hidroponik pada lahan pekarangan.(Sajogyo, 1994) Hidroponik adalah lahan budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah, dengan menggunakan air sebagai medium untuk menggantikan tanah, sistem bercocok tanam dalam usaha tani sayuran dengan menggunakan sistem hidroponik memang tidak memerlukan lahan yang luas, tetapi dalam bisnis usahatani system bercocok tanam system hidroponik layak dipertimbangkan beberapa keuntungan budidaya hidroponik: Sayuran yang ditanam tidak kontak langsung dengan tanah sehingga hasilnya lebih bersih dan sehat Sayuran jarang terserang hama dan penyakit, serta nutrisi yang dicairkan sudah sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman Tidak membutuhkan lahan yang luas Hasil panen sayur dapat langsung dimanfaatkan dalam keadaan segar. Komoditi yang dihasilkan bernilai ekonomi tinggi dan memenuhi standar kesehatan Hasil usahatani system bercocok tanam melalui hidroponik dengan pekarangan rumah dengan ukuran rata- rata 4m x 6m dapat dibuat 12 paralon, setiap paralon dibuat lobang tanam sebanyak 15 lobang. Dalam satu pekarangan dapat memuat lobang tanan sebanyak 180 lobang tanam. Setiap dua lobang tanam menjadi satu paking/bungkus sayuran hidroponik dengan harga rata-rata Rp.3500,-. Dengan demikian produksi sayuran secara ekonomi dapat diperkirakan menghasilkan 180:2 x Rp 315.000 = Rp. 315. Dengan hasil penjualan system bercocok tanam melalui hidroponik seperti ini perlu di kembangkan dalam rangka meningkatkan nilai tambah rumah tangga dalam memanfaatkan pekarangan rumah. Penyusun : Dede Rohayana Sumber Foto : IP2TP Masgar-BPTP Lampung