Loading...

PENINGKATAN PRODUKSI MELALUI PTT KEDELAI

PENINGKATAN PRODUKSI MELALUI PTT  KEDELAI
Latar Belakang Seiring berkembangngnya teknologi pertanian dan revitalisasi pembangunan pertanian, pemerintah bertekad untuk meningkatkan produktivitas nasional menuju swasembada 2015. Program tersebut harus didukung oleh empat target Kementrian Pertanian, yang disebut empat sukses adalah (1) Swasembada berkelaanjutan padi dan jagung dan swasembada kedelai, gula dan daging,(2) Peningkatan diversifikasi pangan, (3) Peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor. (4) peningkatan kesejahteraan Petani. Strategi yang dikembangkan untuk mencapai target pembangunan pertaanian, dilakukan melalui pendekatan tujuh gema revitalisasi, yaitu (1) Revitalisasi lahan, (2) perbenihan dan pembibitan, (3) Infrastruktur dan sarana, (4) Sumber daya manusia, (Revitalisasi pemberdayaan petani, (6) revitalisasi kelembagaan petani dan (7) Revitalisasi Tekologi dan industri hilir. Salah satu program dari keempat target kementrian pertanian adalah swasembada kedelai. Namun Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa tingkat produksi nasional lebih ditentukan oleh areal tanaman dari pada tingkat produktivitas. Namun demikian, peluang peningkatan produksi melalui perbaikan teknologi masih terbuka lebar, mengingat produktivitas pertanian kedelai ditingkat petani masih rendah ( 1,3 t/ha) dengan kisaran 0,6 “ 2,0 t/ha, padahal teknologi produksi yang tersedia mampu menghasilkan 1,7 “ 3,2 t/ha. Untuk mencapai target program tersebut perlu adanya dukungan inovasi teknologi pertanian meliputi penggunaan varietas unggn baru (VUB), dan inovasi teknologi pengolahan lahan, air dan tanaman secara terpadu, inovasi teknologi pengendalian OPT, inovasi teknologi pasca panen dan inovasi eknologi pengolahan hasil. Dalam hal tersebut perlu adanya suatu pendekatan yaitu pendekatan secara inovatif dan pendekatan dinamis dalam upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui peraakitan teknologi secara partisifatif bersama petani dalam hal ini adalah pendekatan pengolahan tanaman terpadu (PTT). Prinsip utama penerapan PTT adalah partisifatif artinya petani berperan aktif memilih dan menguji teknologi yang sesuai melalui proses pembelajaraan dilaboratorium lapang, spesifik lokasi artinya memperhatikan kesesuaian teknologi dengan lingkungan fisik, sesuai budaya dan ekonomi petani, terpadu dalam hal pengelolaan sumber daya tanaman, tanah dan air secara terpadu, sinergis dalam hal pemanfaatan teknologi terbaik dan memperhatikan keterkaitan antar komponen teknologi, dan dinamis sesuai penerapan teknologi perkembangan IPTEK.Komponen Teknologi IntroduksiKomponen teknologi yang diterapkan dalam PTT kedelai dikelompokkan dalam komponen teknologi dasar dan pilihan.Komponen teknologi dasar adalah:1. Penggunaan varietas unggul baru yang berdaya hasil tinggi, tahan hama dan penyakit dan toleraan terhadap deraan lingkungan. Varietas unggul baru diantarannya Argomulyo, Anjasmoro, Grobongan, Kaba, dan burangrang2. Benih bermutu dan berlabel, benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh diatas 85 % dan berlabel3. Pembuatan saluran draenase, yang berfungsi untuk mengalirkan air keareal pertanaman, jarak antar saluran umumnya 2 “ 5 meter dengan lebar dan kedalaman sekitar 30 cm4. Penanaman , benih ditanam dengan cara tugal 2 -3 biji/lubang, jarak tanam 40 cm antar baris dan 10 “ 15 cm dalam baris5. Pengendalian OPT, pengendalian hama dilakukan berdasarkan pemantauan apabila populasi hama mencapai ambang ekonomi, maka perlu disemprot dengan insektisida efektifKomponen Teknologi Pilihan adalah:1. Penyiapan lahan, pengolahan lahan pada lahan kering dilakukan pengolahan secara sempurna atau intensif yakni dua kali bajak, satu kali garu dan disisir sampai rata, sedangkan pada lahan sawah setelah padi dengan tanpa olah tanah.2. Penyiapan saluran draenase. Pada lahan kering saluran draenase dibuat pada saat penyiangan pertama yang menggunakan cangkul atau mesin pembuat alur.3. Penggunaan bahan organik, seperti mulsa jerami, pupuk kandang atau kompos.4. Pembumbunan, dilakukan saat penyiangan pertama5. Penfendalian gulma, pengendalian gulma dapat dilakukan secara mekanis atau penggunaan herbisida kontak.6. Pengendalian hama dan penyakit, dilaksanakan berdasarkan pengendalian secara terpadu7. Panen dan Pasca Panen, panen dilakukan pada saat biji sudah mencapai fase masak atau warna polong sudah berwarna coklat atau kehitaman (95 %) dan sebagian besar daun sudah menguning, biji sudah mengeras, Panen dilakukan dengan cara memotong pangkal batang, brangkasan kedelai hasil panen langsung dihamparkan dibawah sinar matahari dengan ketebalan sekitar 25 cm selama 2 “ 3 hari. (Ir. Halijah)Sumber:Badan Litbang Pertanian. 2009. Pedoman Umum PTT Kedelai. Jakarta.