Sampah organik merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Hal ini karena sampah organik berasal dari sisa tanaman, hewan, dan limbah dapur yang mudah terurai oleh mikroorganisme, namun dapat menimbulkan bau dan menjadi sarang vektor penyakit apabila dibiarkan. Menurut Azhar dkk. (2024), permasalahan tersebut dapat diminimalisir dengan mengolah sampah organik menjadi bahan yang lebih bermanfaat.
Pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos dan pupuk organik cair mampu meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Azhar dkk. (2024) menjelaskan bahwa pupuk organik dapat menambah unsur hara penting seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Selain itu, Azhar dkk. (2024) menegaskan bahwa penggunaan pupuk organik di tingkat masyarakat dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sehingga lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Edukasi dan pemberdayaan masyarakat mengenai pengolahan limbah organik berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan berkelanjutan.
Pembuatan Pupuk Kompos
Pupuk kompos dari sisa rumah tangga adalah pupuk organik yang dibuat dari limbah dapur seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering, ampas makanan, dan bahan organik lainnya yang mudah terurai. Bahan-bahan tersebut diuraikan oleh mikroorganisme melalui proses dekomposisi hingga berubah menjadi kompos yang berwarna coklat gelap, bertekstur remah, dan tidak berbau. Sedangkan Pupuk organik cair (POC) dari sisa rumah tangga adalah pupuk dalam bentuk cair yang dibuat dari limbah dapur seperti kulit buah, sisa sayuran, air cucian beras, dan bahan organik lainnya yang difermentasi menggunakan bantuan mikroorganisme. Proses fermentasi ini menghasilkan cairan yang mengandung unsur hara penting bagi tanaman seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).
a. Pembuatan Pupuk Kompos
Prosedur yang dilakukan dalam pembuatan kompos adalah sebagai berikut:
b. Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)
Pemanfaatan limbah organik melalui pembuatan pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC) merupakan solusi efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan serta meningkatkan kesuburan tanah. Kegiatan praktik dan edukasi kepada masyarakat mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengolah sampah dapur menjadi produk yang bernilai guna bagi pertanian. Penggunaan pupuk organik tidak hanya memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sehingga lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah organik dapat mendukung sistem pertanian berkelanjutan serta mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup.
Azhar, A., dkk. (2024). Pemanfaatan Limbah Organik sebagai Pupuk Kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) di Kawasan Wisata Desa Bayan. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 4(1), 23–32