Loading...

Pentingnya NPK bagi Tanaman Jeruk Keprok

Pentingnya NPK bagi Tanaman Jeruk Keprok
Tanaman jeruk keprok (citrus nobilis) harus tumbuh normal dan sehat karena akan diambil buahnya untuk dikonsumsi langsung tanpa dimasak. Tanaman yang tumbuhnya tidak normal dapat disebabkan karena kekurangan satu atau beberapa jenis zat makanan/unsur hara. Pemberian pupuk pada tanaman buah-buahan diutamakan penambahan unsur N, P, K dan pupuk organik. Sedangkan unsur-unsur lainnya akan ditambahkan apabila tanaman sudah menunjukkan gejala/tanda-tanda kekurangan salah satu atau lebih unsur hara. 1. Unsur Nitrogen (N) Fungsi unsur N bagi tanaman jeruk antara lain untuk: (1) Pembentukan asam amino (protein); dan (2) Pembentukan klorofil, asam nukleat, dan enzim. Gejala tanaman jeruk kekurangan unsur N antara lain: (1) Pertumbuhan tanaman lambat atau tanaman tumbuh kerdil; (2) Daun dewasa berwarna hijau tua; (3) Daun-daun tua cepat menguning dan akhirnya kering; (4) Pucuk ranting mati dan pertumbuhannya tidak seimbang; dan (5) Pembentukan bunga dan buah terlambat atau bahkan dapat berhenti tidak berbuah. Mengatasi kekurangan unsur N pada tanaman jeruk tersebut dengan cara menyemprotkan larutan pupuk urea pada daun. Larutan pupuk urea dibuat dari pupuk urea sebanyak 10 gram yang dilarutkan dalam 1 liter air. Lahan seluas 1 hektar diperlukan 1.000 liter larutan pupuk urea. Sebaliknya, jika tanaman jeruk kelebihan unsur N akan menimbulkan gejala-gejala berikut: (1) Tanaman tampak terlalu subur; (2) Ukuran daun menjadi lebih besar dan berwarna hijau tua; (3) Batang menjadi lunak dan berair (sukulensi), sehingga terserang penyakit; (4) Pembentukan bunga tertunda; (5) Bunga yang telah terbentuk lebih mudah rontok; dan (6) Pembentukan dan pematangan buah terhambat. 2. Unsur Fosfor (P) Unsur P bagi tanaman jeruk berfungsi, antara lain: (1) Membentuk asam nukleat (DNA dan RNA); (2) Menyimpan energy Adenosin Tri Phosphat (ATP) dan Adenisin Di Phosphat (ADP); (3) Merangsang pembelahan sel; (4) Membantu proses asimilasi dan respirasi; dan (5) Berperan dalam pertumbuhan akar. Gejala kekurangan P pada tanaman jeruk, antara lain: (1) Pertubuhan tanaman lambat dan kerdil; (2) Perkembangan akar terhambat; (3) Daun nampak kusam atau agak kelabu/kebiruan; (4) Pembentukan dan pematangan buah terhambat; (5) Perkembangan bentuk dan warna buah tidak normal; dan Biji jeruk berkembang tidak normal. Sebaliknya kelebihan unsur P akan menunjukkan gejala kulit buah jeruk keriput. 3. Unsur Kalium (K) Unsur K bagi tanaman jeruk mempunyai fungsi antara lain: (1) Dalam proses fotosintesis, unsur K membantu proses dalam pembuka dan penutupan stomata, proses pengambilan CO2, dan sebagai komponen pembentuk enzim (enzim merupakan biokatalis dalam berbagai reaksi metabolisme); (2) Translokasi gula pada pembentukan pati dan protein; (3) Membantu efisiensi penggunaan air, misalnya untuk serapan air, penyimpanan air pada seluruh jaringan tanaman, dan ketahanan terhadap kekeringan; (4) Membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit; (5) Memperkuat jaringan dan organ-organ, tanaman sehingga tidak mudah rontok; (6) Memperbaiki ukuran dan kualitas buah masa generatik; (7) Pada masa generatif, dapat memperbaiki ukuran dan kuantitas buah; dan (8) Menambah rasa manis pada buah jeruk. Gejala kekurangan unsur K pada tanaman jeruk, antara lain: (1) Daun terlihat lebih tua, karena daun mengalami klorosis, mongering atau menguning pinggirnya kemudian menguningpinggirnya selanjutnya menguning keseseluruhannya; (2) Batang serta cabang lemah dan muda lebah; (3) Muncul warna kuning di pinggir dan diujung daun yang sudah tua, akhirnnya mongering dan rontok; dan (4) Daun mengerut (keriting) dimulai dari daun tua; (5) Tunas muda sera ranting mati dan kematangan buah jeruk terhambat; (6) Ukuran buah jeruk menjadi lebih kecil dan keriput; (7) Kulit buah jeruk tipis dan kadang-kadang retak; (8) Buah mudah rontok; (9) Warna buah tidak merata (pucat), (10) Buah tidak tahan disimpan lama, dan (11) Biji buah menjadi kisut. Sebaliknya, gejala kelebihan unsur K dapat ditunjukkan dengan: buah berkualitas jelek dan berkulit kasar, pemasakan buah lama dan buah menjadi lebih masam. Dengan mengetahui gejala-gejala kekurangan atau kelebaihan unsur N,P, dan K tersebut di atas, diharapkan dapat sebagai bahan penyuluhan pertanian dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas, serta kualitas jeruk. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Budidaya Jeruk (Citrus sp.). Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2011. 2. Defisiensi Unsur Hara pada Komoditas Tanaman Jeruk. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian. 2006.