Kedelai merupakan salah satu komoditas tanaman yang banyak dibudidayakan oleh para petani terutama di Indonesia. Namun sayangnya, hingga saat ini jumlah produksi kedelai belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang bagaimana cara membudidayakan kedelai yang benar dan baik disamping tanah atau lahan pertanian telah banyak dialihfungsikan menjadi gedung-gedung dan kawasan perumahan atau industri. Kedelai sebagai bahan pokok banyak digunakan dalam produksi industri rumah tangga seperti pembuatan tempe dan tahu. Tanaman kedelai juga dikenal sangat membantu kesuburan tanah karena dapat bersimbiosis mutualisme dengan mikroorganisme tanah seperti rhizobium. Rhizobium ini dapat meningkatkan kebutuhan N bagi tanaman.Untuk mendapatkan hasil produksi kedelai yang baik, banyak faktor yang mempengaruhi. Diantaranya adalah optimalisasi penggunaan varietas unggul di masyarakat, pemakaian pupuk yang tepat, serta penerapan teknologi dan cara bercocok tanam yang sesuai aturan. Selain itu, yang juga tidak kalah pentingnya adalah waktu penanaman dan pergiliran tanaman. Waktu penanaman kedelai sebaiknya dilakukan pada bulan-bulan yang agak kering, tetapi dengan kondisi air tanah masih cukup tersedia. Waktu penanaman ini mungkin sangat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, tergantung spesifikasi masing-masing. Tetapi pada umumnya, pada tanah tegalan yang berdrainase baik, waktu tanam yang sesuai adalah awal musim penghujan, sedangkan pada tanah sawah biasanya menjelang berakhirnya musim penghujan. Agar mutu panen dapat terjaga dan jumlah produksi meningkat, para petani dianjurkan untuk menanam kedelai secara serempak serta menggiunakan varietas yang sama. Ini terutama di daerah yang saling berdekatan. Tujuannya, agar penyebaran populasi dan penularan hama dapat diatasi. Pergiliran tanaman pada kedelai adalah cara yang baik untuk mendapatkan hasil maksimal baik bagi tanaman kedelai itu sendiri maupun tanaman yang diselingi. Salah satu cara tersebut adalah multiple cropping system atau yang dikenal juga dengan tumpang sari atau tumpang gilir. Tumpang sari atau tumpang gilir adalah suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan. Tumpang sari yang umum dilakukan adalah penanaman dalam waktu yang hampir bersamaan untuk dua jenis tanaman budidaya yang sama, seperti jagung dan kedelai, atau jagung dan kacang tanah. Cara ini harus memperhatikan jadwal dalam pergiliran tanamannya. Tujuannya, agar penanaman dapat memanfaatkan waktu dengan tepat dan efisien. Keuntungan penanaman yang tepat waktu ini dapat menghindarkan tanaman dari serangan hama. Cara dan komoditas yang digunakan pada pergiliran tanam tidak selalu sama dan sangat tergantung pada jenis lahan tanamnya. Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut: a) Pada jenis lahan tanam tegalan, sebelum tanaman kedelai bisa ditanam padi gogo. Campuran padi gogo dan kedelai biasanya waktu tanam kedelai pada bulan Februari/Maret dan dapat dipanen pada bulan Mei/Juni; b) Areal sawah tadah hujan, sebelum menanam kedelai terlebih dahulu ditanam padi rhendeng pertama pada musim hujan. Waktu tanam kedelai pada bulan September/Oktober dan saat panennya bulan Desember/Januari; c) Sawah dengan pengairan teknis, tanam sebelum kedelai padi rendheng pertama musim penghujan. Waktu tanam kedelai April/Mei, panen nya pada bulan Agustus/September.Penanaman kedele di sawah dengan pengairan teknis dapat dilaksanakan menggunakan multiple cropping ini dengan frekwensi tanam lebih dari dua kali, sedangkan di tanah tegalan frekwensi tanam dapat mencapai tiga kali, asalkan air cukup. Untuk sawah tadah hujan hanya ditanami dua kali setahun, sebab resiko tidak mendapatkan air pada musim kemarau panjang cukup besar.Penanaman kedelai sesudah padi musim penghujan dan palawija lainnya, atau jenis tanaman lain seperti tebu dan tembakau misalnya, mempunyai cara yang berbeda-beda. Pemilihan waktu tanam yang tepat menjadi sangat penting agar tanaman tidak kekurangan air pada masa pertumbuhan dan tidak terkena banjir pada saat tanaman masih muda. (Inang Sariati) Sumber:1. Praktis bercocoktanam Kedelai secara intensif, Ir. Bagus herdi Firmanto, 20112. http://id.wikipedia.org/wiki/Tumpang_sari"Pergiliran tanaman pada kedelai adalah cara yang baik untuk mendapatkan hasil maksimal baik bagi tanaman kedelai itu sendiri maupun tanaman yang diselingi".