Loading...

Pentingnya Sistem Informasi Pertanian Berbasis Web

Pentingnya Sistem Informasi Pertanian Berbasis Web
Pendahuluan Sektor pertanian sangat berperanan penting bagi perekonomian nasional karena mayoritas penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian. Salah satu faktor yang dapat menunjang perkembangan industri pertanian adalah teknologi informasi. Akan tetapi ketidaktersediaan akses terhadap sistem informasi pertanian mengakibatkan petani sukar untuk menginformasikan teknologi pertanian secara langsung kepada masyarakat. Untuk itu, diperlukan adanya suatu sistem informasi berbasis web yang dapat menampung informasi hasil pertanian yang menyediakan akses secara langsung bagi para petani. Pada era globalisasi seperti yang dihadapi sekarang ini, teknologi informasi memegang peranan penting dalam perkembangan komunikasi. Karena dengan teknologi informasi yang semakin maju, memudahkan dalam pertukaran informasi dalam berbagai hal. Bahkan, dengan teknologi informasi proses pertukaran informasi dengan cepat tanpa terhambat oleh ruang dan waktu. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat sekarang ini mendorong setiap perusahaan untuk dapat menerapkan teknologi informasi pada setiap proses bisnis yang dijalankan. Kebutuhan akan pentingnya informasi memerlukan sebuah media yang dapat membantu dan mempercepat perolehan informasi, yang dapat diakses kapan saja, sesuai dengan kebutuhan informasi yang dibutuhkan. Salah satu media penyampaian dan pengolahan informasi melalui internet yaitu dengan penggunaan aplikasi web, karena aplikasi web berkembang seiring dengan kemajuan teknologi internet. Sekarang ini, aplikasi web sudah banyak digunakan dan di implementasikan, sesuai dengan kebutuhan pengguna aplikasi web tersebut. Aplikasi web ini dapat diakses kapan saja, sesuai dengan kebutuhan pencari informasi. Keunggulan aplikasi berbasis web juga disisi lain tidak membutuhkan detail aplikasi penunjang yang harus diinstall, disisi client hanya menggunakan browser. Bertalian dengan hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal membuat sebuat web resmi https://diskptan.tegalkab.go.id/. Web ini memiliki peranan yang sangat penting sebagai proses penunjang dalam hal manajemen data-data pertanian di Kabupaten Tegal. Website ini juga menjadi wadah informasi bagi masyarakat luas untuk berinteraksi dengan dinas. Sistem Informasi Sistem Informasi dapat diartikan juga sebagai suatu himpunan inter-relasi kerja secara terpadu mulai pengumpulan, penyimpanan, distribusi informasi untuk mendukung perencanaan kontrol dan pengambilan keputusan kerja suatu organisasi. Kinerja perencanaan, kontrol, dan pengambilan keputusan dilakukan secara serba cukup, terkoordinasi, terpadu, rasional serta mampu mentransformasikan data menjadi informasi yang bermakna pengetahuan bagi penggunanya dalam bidang bisnis dan manajemen. Pada sistem informasi pertanian, teknologi yang dibangun akan dikombinasikan dengan kebutuhan informasi tentang kelayakan produksi pertanian yang kemudian dapat di ekstrak dari fase produksi. Sistem informasi terdiri dari empat komponen (manusia, komputer, teknologi komunikasi, dan prosedur kerja), sesuatu untuk diproses (data menjadi informasi), dan memiliki suatu sasaran atau tujuan spesifik. Luaran proses sistem informasi diharapkan dapat digunakan sebagai pendukung komunikasi, proses transaksi, informasi (kejadian internal dan eksternal) kepada manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan. Pentingnya website sebagai sarana untuk mendiseminasikan informasi Inovasi Diseminasi inovasi pertanian menggunakan media dan komunikasi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan adopsi inovasi. Media merupakan salah satu elemen komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber ke penerima. Penyebarluasan informasi melalui media komunikasi merupakan rangkaian timbal balik dan tak terpisahkan dalam upaya penyebaran inovasi. Bertalian dengan penyebaran informasi inovasi, sampai saat ini masih menemui banyak kendala diantaranya rendahnya tingkat pendidikan. Rendahnya tingkat pendidikan petani menyebabkan kemampuan dalam mengolah informasi dan mengadopsi teknologi relatif sangat terbatas sehingga menghasilkan produk yang berkualitas rendah. Pada tingkat penyuluh, ketersediaannya di lapangan juga sangat terbatas jumlah dan kualitasnya. Selain kemampuan dasar yang masih rendah, sebagian besar penyuluh juga belum memiliki kapasitas mental yang memadai, khususnya terkait dengan integritas, kemampuannya dalam berkomunikasi, serta kapasitas moral dan etika. Pada tingkat pengambil kebijakan, masih banyak instansi daerah yang belum mampu memetakan sumber daya pertanian di daerah secara komprehensif dan memiliki kecermatan dalam membuat konsep pemanfaatannya. Daftar Pustaka Amalia, N., Rachman, O., & Rahayu, D. P. (2022). Pengembangan Sistem Informasi Pertanian Berbasis Kecerdasan Buatan (E-Tandur) Dalam Menunjang Pertumbuhan Pertanian Masyarakat Daerah Kabupaten Bandung Dengan Metode Geographic Information System (GIS) dan Internet Of Things (IOT). Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik, 5(1), 121-130. Prasetyo, N. D., Supratman, D., Fauzi, W. A. H., & Murti, S. (2016, August). Perancangan Sistem Informasi E-Farming Berbasis Web untuk Mengetahui Tingkat Kelayakan Panen pada Sektor Pertanian. In Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATi). Rahayu, S., & Cahyana, R. (2019). Perancangan Sistem Informasi Hasil Pertanian Berbasis Web Dengan Unified Approach. Jurnal Algoritma, 16(2), 100-107. Tuhuteru, M. P. (2013). Perancangan dan Analisis Sistem Informasi Pertanian Berbasis Web Menggunakan Arsitektur Model View Controller (Doctoral dissertation, Program Studi Teknik Informatika FTI-UKSW). Rokhlani Penyuluh Pertanian Madya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Tegal