Loading...

Pentingnya Struktur Kepengurusan dalam Kelembagaan Petani

Pentingnya Struktur Kepengurusan dalam Kelembagaan Petani
Struktur kepengurusan dalam kelembagaan petani adalah susunan personel yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengelola dan menjalankan organisasi petani tersebut. Struktur kepengurusan biasanya terdiri dari beberapa posisi, antara lain: a. Ketua: Bertugas memimpin organisasi petani dan bertanggung jawab atas kelancaran kegiatan organisasi. b.Wakil Ketua: Membantu ketua dalam menjalankan tugas-tugasnya dan mewakili ketua jika berhalangan hadir. c.Sekretaris: Bertugas menangani administrasi organisasi dan dokumentasi kegiatan. d.Bendahara: Bertugas mengelola keuangan organisasi. e.Anggota: Membantu pengurus dalam menjalankan tugas-tugas organisasi dan berperan aktif dalam pengambilan keputusan.Selain posisi-posisi di atas, struktur kepengurusan dalam kelembagaan petani juga dapat terdiri dari beberapa seksi atau bidang, seperti: a.Seksi Produksi: Bertugas menangani kegiatan produksi, seperti pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan panen. b.Seksi Pemasaran: Bertugas menangani kegiatan pemasaran hasil pertanian. c.Seksi Keanggotaan: Bertugas mengelola keanggotaan organisasi dan menjaga hubungan baik dengan anggota. d.Seksi Pendidikan dan Pelatihan: Bertugas menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi anggota.Struktur kepengurusan dalam kelembagaan petani dapat bervariasi tergantung dari jenis kelembagaan petani, kebutuhan, dan kompleksitas kegiatannya.Kegunaan Struktur Kepengurusan dalam Kelembagaan PetaniStruktur kepengurusan dalam kelembagaan petani memiliki beberapa kegunaan, antara lain: a. Membagi tugas dan tanggung jawab: Struktur kepengurusan membantu dalam membagi tugas dan tanggung jawab pengelolaan organisasi secara jelas kepada setiap personel. Hal ini dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan organisasi. b. Meningkatkan akuntabilitas: Struktur kepengurusan membantu dalam menetapkan batasan-batasan wewenang dan tanggung jawab masing-masing personel. Hal ini dapat membantu dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan organisasi. c.Mempermudah koordinasi: Struktur kepengurusan membantu dalam mempermudah koordinasi antar personel dalam menjalankan tugas-tugas organisasi. Hal ini dapat membantu dalam meningkatkan efektivitas kerja organisasi. d.Meningkatkan partisipasi anggota: Struktur kepengurusan membantu dalam meningkatkan partisipasi anggota dalam kegiatan organisasi. Hal ini dapat membantu dalam meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab anggota terhadap organisasi.Secara keseluruhan, struktur kepengurusan dalam kelembagaan petani sangat penting untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuannya. Dengan struktur kepengurusan yang baik, organisasi petani dapat menjadi wadah yang efektif untuk membantu petani dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.Maksud dan tujuan kelembagaan ekonomi petani perlu struktur organisasi yang jelas adalah untuk:a.Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan ekonomi petani. Struktur organisasi yang jelas akan membantu petani dalam pembagian tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang tegas. Hal ini dapat membantu petani dalammenjalankan kegiatan usaha tani dengan lebih efisien dan efektif.b.Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Pengelolaan kelembagaan ekonomi petani. Struktur organisasi yang jelas akan membantu dalam penetapan prosedur dan mekanisme pengelolaan keuangan yang baik. Dengan demikian, pengelolaan kelembagaan ekonomi petani menjadi lebih transparan dan akuntabel.c.Mempermudah pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan usaha tani. Struktur organisasi yang jelas akan membantu dalam identifikasi pihak yang berwenang untuk mengambil keputusan tertentu. Hal ini dapat membantu dalam mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi usaha tani.d. Mencegah terjadinya konflik antar anggota kelembagaan ekonomi petani. Struktur organisasi yang jelas akan membantu dalam menetapkan batasan-batasan wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota. Hal ini dapat membantu dalam mencegah terjadinya kesalahpahaman dan konflik antar anggota.Struktur organisasi kelembagaan tani dan KEP (Kelembagaan Ekonomi Petani) biasa dituliskan dalam beberapa dokumen, yaitu:1. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART):a.AD dan ART merupakan dokumen dasar yang mengatur organisasi, termasuk struktur organisasinya;b.Di dalam AD dan ART, struktur organisasi biasanya digambarkan dalam bentuk bagan atau uraian tertulis yang jelas dan rinci;c.Struktur organisasi ini harus disepakati oleh semua anggota kelembagaan tani dan KEP.2. Peraturan Organisasi (PO):a. PO merupakan peraturan yang dibuat oleh kelembagaan tani dan KEP untuk mengatur tata kelola organisasi;b.Dalam PO, struktur organisasi dapat dijelaskan lebih detail, termasuk tugas, fungsi, dan wewenang dari setiap organ atau jabatan dalam struktur organisasi.3. Buku Panduan Kelembagaan Tani dan KEP: a. Buku panduan ini biasanya dibuat oleh pemerintah atau lembaga terkait untuk membantu kelembagaan tani dan KEP dalam menjalankan organisasinya; b.Di dalam buku panduan, struktur organisasi kelembagaan tani dan KEP biasanya disertakan sebagai salah satu materi penting.4. Situs web atau media sosial kelembagaan tani dan KEP:a. Beberapa kelembagaan tani dan KEP memiliki situs web atau media sosial untuk mempublikasikan informasi tentang organisasinya; b.Di situs web atau media sosial ini, struktur organisasi dapat dicantumkan sebagai salah satu informasi yang penting untuk diketahui oleh anggota dan masyarakat umum.5. Dokumen-dokumen lainnya:Struktur organisasi kelembagaan tani dan KEP juga dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen lainnya, seperti laporan kegiatan, proposal, atau profil organisasi. Selain itu, Anda juga dapat mencari informasi tentang struktur organisasi kelembagaan tani dan KEP di:a. Dinas Pertanian setempat: Dinas Pertanian biasanya memiliki data dan informasi tentang kelembagaan tani dan KEP di wilayahnya, termasuk struktur organisasinya;b. Lembaga penelitian atau organisasi non-pemerintah (NGO) yang bergerak di bidang pertanian: Lembaga-lembaga ini sering melakukan penelitian atau pendampingan terhadap kelembagaan tani dan KEP, dan mereka biasanya memiliki informasi tentang struktur organisasi kelembagaan tani dan KEP.Tips untuk menyusun struktur kepengurusan: a. Libatkan semua anggota organisasi dalam proses penyusunan struktur kepengurusan. b.Pastikan struktur kepengurusan sesuai dengan kebutuhan dan kompleksitas organisasi. c.Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami dalam dokumen struktur kepengurusan. d. Sosialisasikan struktur kepengurusan kepada semua anggota organisasi. e. Lakukan evaluasi terhadap struktur kepengurusan secara berkala dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.Secara keseluruhan, struktur organisasi yang jelas sangat penting bagi kelembagaan ekonomi petani untuk dapat menjalankan fungsi dan perannya secara optimal. Dengan struktur organisasi yang baik, kelembagaan ekonomi petani dapat menjadi wadah yang efektif untuk membantu petani dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. YuliaTSYuliatrisedyowati@gmail.comPustaka:1.Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Kelembagaan Petani2.https://repository.pertanian.go.id/3.https://lpm.uma.co.id/pentingnya-struktur-organisasi-di-dalam-perusahaan-2/4.https://jurnal.uns.ac.id/sepa/article/download/48895/301625.https://distanpangan.magelangkab.go.id/home/detail/metamorfosa-kelembagaan-penyuluhan-pertanian/1276.https://jurnalsuluhtani.com/index.php/suluhtani/article/view/467.https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/8904-Full_Text.pdf8.https://fp.usk.ac.id/profil/sofpusk9.https://appsensi.com/struktur-organisasi-perusahaan/10.https://www.gramedia.com/literasi/struktur-organisasi/ 11.https://www.telkomsel.com/jelajah/jelajah-lifestyle/struktur-organisasi-perusahaan-cara-membuat-dan-contohnya