Loading...

Pentingnya Unsur Hara Fosfor (P) bagi Tanaman Padi

Pentingnya Unsur Hara Fosfor (P) bagi Tanaman Padi

Pendahuluan

Fosfor (P) merupakan salah satu unsur hara makro esensial yang memegang peran sentral dalam pertumbuhan tanaman, terutama tanaman pangan strategis seperti padi. Unsur ini menyusun sekitar 0,2% dari bobot kering tanaman dan berperan dalam transfer energi melalui senyawa ATP dan ADP yang sangat penting dalam proses fotosintesis, respirasi, metabolisme karbohidrat, pembelahan sel, dan pembentukan jaringan meristem. Tanaman tidak mampu tumbuh secara optimal ketika unsur fosfor berada pada kondisi kurang tersedia di dalam tanah, sehingga ketersediaannya menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan budidaya padi. (Maulidan & Putra, 2024).

Padi merupakan makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia sehingga keberadaannya berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang saat ini melampaui 279 juta jiwa, kebutuhan beras terus bertambah dari waktu ke waktu. Kondisi ini menuntut adanya peningkatan produktivitas lahan melalui pemenuhan nutrisi tanaman yang lebih efisien dan berkelanjutan. Pemupukan menjadi salah satu upaya utama untuk menjaga ketersediaan unsur hara dalam tanah, terutama fosfor yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah cukup besar untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif. (Maulidan & Putra, 2024).

Peran Fosfor dalam Metabolisme dan Pertumbuhan Tanaman

Fosfor menyusun sekitar 0,2% dari bobot kering tanaman dan tidak dapat tergantikan oleh unsur hara lain karena berperan dalam: (Maulidan & Putra, 2024)

·         Transfer energi (ATP dan ADP),

·         Proses fotosintesis, respirasi, dan metabolisme karbohidrat,

·         Pembelahan dan perkembangan sel tanaman,

·         Pembentukan jaringan meristem.

Kekurangan fosfor menyebabkan pertumbuhan terhambat, daun menggelap, dan produktivitas menurun drastis. (Maulidan & Putra, 2024)

Fosfor dan Pertumbuhan Akar

Fosfor sangat penting dalam pembentukan akar lateral dan akar rambut. Akar yang berkembang baik meningkatkan efisiensi penyerapan air dan unsur hara lain sehingga tanaman mampu beradaptasi pada cekaman lingkungan. (Maulidan & Putra, 2024)

Pada tanah masam seperti mayoritas lahan sawah di Indonesia, ketersediaan P sering rendah karena terikat oleh Al, Fe, dan Ca sehingga tidak dapat diserap tanaman. (Maulidan & Putra, 2024)

Pengaruh Fosfor pada Pembentukan Anakan

Fosfor meningkatkan pembentukan rumpun/anakan padi. Tanaman yang dipupuk P dengan dosis optimal menghasilkan jumlah anakan lebih banyak yang berkontribusi langsung pada peningkatan hasil.

Pengaruh Fosfor pada Pembentukan Malai dan Isi Gabah

Fosfor memicu pembentukan malai, pembungaan, serta pematangan bulir sehingga:

·           Jumlah malai per rumpun meningkat

·           Jumlah gabah isi per malai bertambah

·           Persentase gabah hampa menurun

Dosis pemupukan P berbeda terbukti berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah malai dan gabah isi, dengan dosis optimum memberikan hasil terbaik. Dengan peningkatan aktivitas metabolik energi, fosfor juga memperbaiki mutu beras melalui kandungan cadangan makanan pada bulir padi.

Permasalahan Efisiensi Pemupukan Fosfor

Meskipun penting, efisiensi pemupukan P di lahan sawah masih rendah:

·         Hanya 10–30% P yang dapat dimanfaatkan tanaman

·         70–90% lainnya terfiksasi dalam tanah oleh Al, Fe, dan Ca sehingga tidak tersedia bagi tanaman

Upaya yang disarankan untuk meningkatkan efisiensi P adalah penggunaan pupuk hayati seperti bakteri pelarut fosfat (BPF) yang mampu melarutkan P terikat agar tersedia kembali untuk tanaman.

DAFTAR PUSTAKA

Maulidan, K., & Putra, B. K. (2024). Pentingnya unsur hara fosfor untuk pertumbuhan tanaman padi. JBIOGRITech: Journal of Biopesticide and Agriculture Technology, 1(2), 47–54.