Loading...

PENUMBUHAN DAN PENGUATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI MELALUI SL-PHT TEMBAKAU

PENUMBUHAN DAN PENGUATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI MELALUI SL-PHT TEMBAKAU
Sebagai upaya untuk memberdayakan petani dan kelompok tani, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo pada tanggal 11 Juli 2019 melaksanakan kegiatan Penumbuhan dan Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani melalui SL-PHT Tembakau Tahun 2019 Kelompok Tani di Kelompok Tani Sandang Pangan I Desa Kregenan Kecamatan Kraksaan. Pada acara ini duduk sebagai nara sumber adalah : 1. Yahyadi, SP.MMA, Kepala Bidang Bina Usaha Tani dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo yang menyampaikan materi “Menumbuhkan Kembangkan Gapoktan/Poktan di Kabupaten Probolinggo” 2. Priyo Basuki, SP, Penyuluh Pertanian Desa Kregenan Kecamatan Kraksaan dengan materi “Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)” 3. Dodon Achdiyat, S.Pt, Kepala Sub. Bagian Perencanaan dan Keuangan Dinas Peternakan Kabupaten Probolinggo yang menyampaikan materi “Potensi Peternakan Skala Rumah Tangga” 4. Suyono, Petugas Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman (PHP) dengan materi praktek pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Agensia Hayati. Sejumlah 25 (dua puluh lima) orang petani anggota Kelompok Tani Sandang Pangan I hadir sebagai peserta. Petani sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh para nara sumber, mengingat materi yang disampaikan oleh para nara sumber memang langsung bersinggungan dengan kegiatan dan kehidupan sehari-hari mereka sebagai petani. Seperti disampaikan oleh oleh Yahyadi, SP.MMA “Pada era agribisnis sekarang ini kita ketahui subyek pembangunan pertanian adalah petani, masyarakat petani pada umumnya dan kelompok tani pada khususnya. Sebagai salah satu komponen dalam sistem agribisnis, maka peran kelompok sangat menentukan keberhasilan pembangunan pertanian. Untuk itu telah banyak pihak yang memberikan perhatian, dukungan dan bantuan pada kelompok tani, agar kelompok tersebut dapat berperan seperti yang diharapkan, yaitu sebagi lembaga yang tidak saja berfungsi sebagai media belajar (learning by doing and discovery learning), tetapi sekaligus juga sebagai unit produksi dan unit ekonomi”. “Banyak kelompok tani telah ditumbuhkan, tetapi banyak pula yang dipertanyakan eksistensinya. Sering kelompok tumbuh menjamur seiring dengan adanya tawaran paket kredit, tawaran subsidi sarana produksi, bantuan fisik dan dalam rangka dianjurkan untuk menerapankan teknologi. Tetapi fakta juga telah menunjukkan, dengan berakhirnya bantuan tersebut, maka berakhir pula kelompoknya dan teknologi anjuran mulai ditinggalkan”, imbuhnya. Sementara Peyuluh Desa Kregenan Priyo Basuki, SP menyampaikan bahwa “Usaha tani yang diusahakan secara individu kurang mempunyai posisi tawar, oleh karena itu usaha tani harus disatukan, diorganisir pada skala tertentu sehingga mempunyai kekuatan untuk menghadapi lembaga yang mempengaruhinya. Dengan kata lain petani harus berkelompok atau membuat asosiasi untuk menghadapi kekuatan yang berasal dari luar (factor eksternal). Untuk mempertahankan agar petani tetap berkelompok, asosiasi tetap kompak, tidaklah mudah. Kita sering lupa bahwa kelompok tani adalah organisasi yang berfungsi sebagai media belajar, unit produksi dan unit ekonomi”. Pada era agribisnis seperti sekarang ini, kelompok tani sebagai unit ekonomi (lembaga ekonomi) tentunya mendapatkan perhatian yang lebih banyak. Kelompok yang dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi akan tetap eksis, sekalipun tidak mendapatkan bantuan pemerintah. Dengan konsep tersebut, maka di berbagai daerah telah dimunculkan konsep, yaitu “subkelompok/kelompok kegiatan”, “kelompok” dan “gabungan kelompok (gapoktan)”. Walaupun secara kuantitas jumlah kelompok dan gapoktan telah banyak, namun sebagian besar kelompok tersebut belum berfungsi sebagai lembaga ekonomi. Kelompok tani masih difungsikan sebatas dalam rangka membagi subsidi pupuk, sebagai media pertemuan dalam rangka sosialisasi peraturan pemerintah. Seharusnya apapun bentuknya kelompok dan gapoktannya yang penting dapat difungsikan sebagai lembaga ekonomi. Lembaga ekonomi yang dimaksud dapat berbentuk sebagai unit pemasaran, unit permodalan atau simpan pinjam, koperasi tani, kemitraan dengan pengusaha, unit pelayanan jasa alsintan dan atau unit agroindustri. Pada acara praktek pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Agensia Hayati yang dipandu oleh Suyono selaku petugas Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman (PHP) para petani peserta juga sangat interest dan responsive, mengingat untuk saat ini harga pupuk dan pestisida di Toko Pertanian mulai merangkak naik. Petani mulai sadar untuk memanfaatkan potensi yang ada di sekitar lingkungan bagi usaha budidayanya menuju pertanian organik.