Pemberdayaan masyarakat khususnya masyarakat petani pelaku agribisnis dipedesaan perlu dilakukan secara sistematis dan terkoordinasi. Sebagai titik masuk dari pemberdayaan petani adalah menyadarkan mereka sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri mereka bahwa tingkat pendapatan dan kesejahteraan mereka masih bisa ditingkatkan. Dengan kesadaran dan percaya diri akan tumbuh motivasi dikalangan masyarakat itu sendiri untuk maju, sehingga mereka akan lebih mudah menerima dan tanggap terhadap perubahan yang dianjurkan.Sebagai salah satu tempat yang strategis dalam menyadarkan dan menumbuhkan rasa percaya diri petani melalui kegiatan petani belajar pada petani yang lebih maju menggunakan metode belajar dari pengalaman orang lain yang lebih sukses diharapkan akan ada perubahan sikap, pengetahuan dan ketrampilan mereka.Lembaga yang dekat dan mengakar pada masyarakat untuk pemberdayaan petani disepakati Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S).Strategi Penumbuhan P4SPendirianPendirian P4S sebaiknya tidak instan, akan tetapi merupakan hasil dari suatu proses pendewasaan yang didasari oleh pengalaman dari kegiatan pertanian yang digelutinya. Didasari ingin maju bersama petani lainnya merupakan kunci pokok dalam pendirian P4S. Unsur yang paling penting dalam penumbuhan P4S adalah kesadaran bahwa kita tidak bisa maju sendirian tetapi membutuhkan orang lain untuk kesuksesannya sehingga untuk pendiriannya lebih baik dari minat pribadi atau kelompok. Selanjutnya untuk pendiriannya ini sebaiknya mendapat legimitasi dari pemerintah sehingga memudahkan evaluasi dan pembinaan.Organisasi Organisasi P4S sebaiknya tetap dibuat walaupun sederhana. Adanya pengorganisasian akan memudahkan pembagian tugas dan tanggungjawab dalam kegiatan. P4S apabila dikelola oleh keluarga sendiri dapat dibuat organisasi sederhana, akan tetapi kalau ini pengelolaannya melibatkan kelompok, maka susunan organisasi sebaiknya disepakati sesuai kondisi dan kebutuhan. AdministrasiAdministrasi P4S pada awal pendiriannya dibuat sederhana yang penting dapat memberikan informasi kegiatan usaha tani yang digelutinya, namun ada beberapa administrasi yang perlu diadakan seperti :- Buku tamu- Buku kegiatan usaha tani- Peta P4S - Buku alumni magang- dllSarana PrasaranaSebagai syarat minimum P4S perlu memiliki sarana dan prasarana sebagai berikut :- Tersedianya lahan/obyek indutri pedesaan yang dapat dipakai untuk praktek.- Tersedianya tempat menginap bagi peserta, baik dirumah petani, pengelola maupun tempat lain disekitarnya.- Tersedianya ruangan untuk berkumpul dan belajar- Adanya rencana kegiatan belajar secara tertulisPembiayaanBiaya penyelenggaraan P4S pada dasarnya swadana, yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama antara pengelola dengan peserta. Tidak tertutup kemungkinan mendapat bantuan dari pemerintah.Materi dan Metode PembelajaranMateri pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan peserta magang dan lama waktu permagangan. Sebaiknya materi disesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan P4S. Materi dapat saja dikembangkan dengan mendatangkan para ahli dibidangnya namun semua menyesuaikan pesrta magang sehingga proses transer informasi dapat tersampaikan dengan baik. Kemudian Metode pelatihan menggunakan falsafah Life skill education dengan mengajak peserta berpartisipasi sehingga lebih banyak penjelasan dan praktek dilapangan, sedangkan teori diruangan diberikan bila diperlukan. Tumbuhnya P4S menandakan meningkatnya kesadaran petani untuk bersama-sama mempercepat peningkatas sumberdaya petani dan menyadari bahwa pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan sendiri melainkan kerjasama berbagai petani dn banyak pihak. P4S akan menjadi mitra dalam pemberdayaan petani dan memudahkan dalam alih informasi dan teknologi sehingga peningkatan sumberdaya petani akan menjadi semakin cepat.Penulis : Nurul Ashar (PP Madya pada KJF Dipertanhut Kab. Pemalang)SumberAnonimus, Pedoman Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta. 1995.Anonimus, Sosialisasi P4S, Modul Bagi Pelatihan P4S, Bagian Proyek Diklat Penyuluhan Pertanian Pusat, Departemen Pertanian, 1998/1999.Anonimus, Permagangan dan Pengembangan P4S, Badan Pengembangan SDM Pertanian, Deptan, Jakarta. 2005.