Loading...

Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Teknologi CSA

Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Teknologi CSA
Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim adalah sebuah pendekatan sistematis dalam mengelola sumber daya pertanian. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan sambil mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan meningkatkan penyerapan karbon. Bagaimana CSA Mampu Menurunkan Emisi GRK? Teknologi CSA menawarkan berbagai cara untuk mengurangi emisi GRK, antara lain: 1. Pengelolaan Tanah yang Lebih Baik: a.Pengolahan tanah minimal: Mengurangi pengolahan tanah dapat mengurangi pelepasan karbon dari tanah. b. Rotasi tanaman: Menanam berbagai jenis tanaman secara bergantian dapat meningkatkan kandungan organik tanah dan mengurangi erosi.c.Tanam tumpangsari: Menanam beberapa jenis tanaman secara bersamaan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan mengurangi emisi. 2. Pengelolaan Air yang Efisien: a.Irigasi tetes: Meminimalkan penguapan air dan penggunaan pupuk.b.Sistem pengairan berselang: Menghemat air dan mengurangi emisi metana dari sawah. 3. Penggunaan Pupuk yang Lebih Baik: a.Pupuk organik: Mengurangi ketergantungan pada pupuk sintetis yang intensif energi dan menghasilkan emisi.b.Pupuk hayati: Meningkatkan kesuburan tanah secara alami dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. 4. Pilihan Varietas Tanaman: Varietas unggul tahan hama dan penyakit: Mengurangi penggunaan pestisida kimia. b. Varietas berumur pendek: Memungkinkan lebih banyak siklus tanam dalam setahun dan meningkatkan produktivitas. 5. Pengelolaan Sisa Tanaman: a. Kompos: Mengubah sisa tanaman menjadi pupuk organik. b. Biogas: Mengubah sisa tanaman menjadi energi terbarukan. Manfaat lain dari CSA Selain mengurangi emisi GRK, CSA juga memberikan banyak manfaat lain, seperti: 1. Meningkatkan produktivitas: Dengan pengelolaan yang lebih baik, hasil pertanian dapat meningkat. 2. Meningkatkan ketahanan pangan: Tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan iklim dapat menjamin ketersediaan pangan. 3. Melindungi lingkungan: CSA membantu menjaga kualitas air dan tanah. 4. Meningkatkan pendapatan petani: Dengan produktivitas yang lebih tinggi, pendapatan petani juga akan meningkat. Contoh Penerapan Teknologi CSA Beberapa contoh penerapan teknologi CSA yang sudah dilakukan di Indonesia antara lain: 1. Sistem pertanian terintegrasi: Menggabungkan tanaman, ternak, dan perikanan dalam satu sistem untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. 2. Penggunaan pupuk organik: Mengurangi penggunaan pupuk kimia dan meningkatkan kesuburan tanah. 3. Irigasi tetes: Menghemat air dan meningkatkan efisiensi penggunaan air. 4. Penggunaan varietas unggul tahan hama dan penyakit: Mengurangi penggunaan pestisida kimia. Kesimpulan Teknologi CSA merupakan solusi yang sangat penting untuk mengatasi masalah perubahan iklim dan meningkatkan ketahanan pangan. Dengan menerapkan teknologi CSA, kita dapat mengurangi emisi GRK, meningkatkan produktivitas pertanian, dan melindungi lingkungan.Yulia Tri S yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka https://pustaka.setjen.pertanian.go.id/info-literasi/info-teknologi-kenali-pertanian-cerdas-iklim-csa Yulia TS, dkk 2024. Penerapan Teknologi CSA mampu Meningkatkan Produksi, Produktivitas Padi dan Keuntungan Ekonomi Petani. Jurnalsuluhtani. Pusluhtan , BPPSDMP.2023. Petunjuk Teknis Sekolah Lapang Climate Smart Agriculture (SLSCSA) Padi. https://bpjiid.uma.ac.id/2024/10/26/climate-smart-agriculture-csa-solusi-pertanian-untuk-menghadapi-perubahan-iklim/ https://industri.kontan.co.id/news/pertanian-cerdas-iklim-csa-berkontribusi-35-turunkan-emisi-gas-rumah-kaca