PENYAKIT ANTRAKNOSA
Penyakit antraknosa pada cabai disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsici. Jamur ini berkembang pesat pada kelembaban di atas 90% dan suhu di bawah 320C. Jamur Colletotrichum capsici dapat bertahan hidup di dalam tanah, sisa-sisa tanaman atau
buah yang telah terinfeksi. Sementara penularan penyakit antraknosa dapat disebabkan oleh hembusan angin, alat-alat pertanian, percikan air hujan dan penyemprotan pestisida, serta
manusia.
Antraknosa umumnya menyerang hampir di semua bagian tanaman, mulai dari ranting, cabang, daun hingga buah. Fase serangannya pun beragam, bisa dimulai dari fase vegetatif (perkecambahan) atau pun fase generatif (pembuahan). Gejala yang terlihat apabila tanaman terinfeksi oleh penyakit ini adalah pada buah terdapat tanda bercak melingkar cekung berwarna coklat pada pusatnya serta berwarna coklat muda pada sekeliling lingkarannya. Pada perkembangannya, bercak tersebut akan meluas kemudian
menyebabkan buah membusuk, kering dan jatuh.
Pencegahan dan pengendalian :
1. Pemupukan yang berimbang, yaitu Urea 150-200 kg, ZA 450-500 kg, TSP 100-150 kg,KCl 100-150 kg, dan pupuk organik 20-30 ton per hektar.
2. Intercropping antara cabai dan tomat di dataran tinggi dapat mengurangi serangan hama dan penyakit serta menaikkan hasil panen.
3. Penggunaan mulsa plastik perak di dataran tinggi, dan jerami di dataran rendah
4. mengurangi infestasi antraknos dan penyakit tanah, terutama di musim hujan.
Penyakit antraknos Colletotrichum spp. dikendalikan dengan fungisida klorotalonil
(Daconil ® 500 F, 2g/l) atau Propineb (Antracol ® 70 WP, 2g/l). Kedua fungisida ini digunakan secara bergantian.
5. Untuk mengurangi penggunaan pestisida (+ 30%) dianjurkan untuk menggunakan nozel kipas yang butiran semprotannya berupa kabut dan merata.
PENYAKIT LAYU FUSARIUM
Layu fusarium adalah salah satu jenis penyakit yang umum menyerang tanaman budidaya. Serangan penyakit fusarium ini dapat dikategorikan sebagai serangan penyakit yang berbahaya, karena dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi para petani. Layu Fusarium (Fusarium wilt) disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Jenis jamur ini
adalah jenis jamur yang patogen/merugikan bagi tanaman budidaya.
Jamur Fusarium oxysporum dapat bertahan didalam tanah dalam jangka waktu yang sangat lama. Ancaman penyakit layu fusarium ini berasal dari tanah dan benih yang digunakan. Oleh
karena itu, diperlukan upaya pengolahan tanah dengan bantuan bakteri apatogen yang berfungsi untuk menghilangkan jamur patogen Fusarium oxysporum.
Penyakit ini tetap mengintai tanaman budidaya meskipun sudah melakukan pengolahan tanah. Mengingat jamur Fusarium oxysporum dapat bertahan didalam tanah hingga berbulan-
bulan lamanya. Selain pada tanah, penyakit layu fusarium ini juga dapat bertahan pada benih atau bibit
tanaman. Hal itu dikarenakan spora jenis jamur ini dapat bertahan dan kembali berkembang dalam kondisi lingkungan lembab dan mendukung.
Gejala serangan penyakit fusarium ini dibagi menjadi 2, yaitu gejala serangan pada bibit dan gejala serangan pada tanaman dewasa. Berikut perbedaan gejala serangan layu fusarium pada
bibit dan pada tanaman dewasa :
Gejala serangan penyakit layu fusarium pada benih adalah Benih tanaman yang terserang fusarium akan menunjukkan gejala layu meskipun benih sudah disiram.
Gejala serangan penyakit layu fusarium pada tanaman dewasa adalah Tanaman dewasa yang terserang menunjukkan kelayuan yang diawali dengan merunduknya petiole dan rachis daun. Daun yang terserang akhirnya berubah menjadi kuning. Akar yang terinfeksi apabila dicabut dan dibelah secara vertikal menunjukkan gejala diskolorasi pada pembuluh xylem.
Lokasi Patogen Pada Benih
Patogen pada benih tampak pada permukaan benih sering terkontaminasi inokulum patogen. Struktur seperti klamidospora terdapat dalam hilum benih.
Miselium terdapat dalam lapisan luar benih, sedangkan mikrokonidia yang dihasilkan terbawa dalam pembuluh cairan.
Cara Mencegah Penyakit Layu Fusarium
Dalam mencegah penyakit layu fusarium ini dibagi menjadi 2, yaitu dengan cara mencegah melalui tular benih, dan mencegah melalui tular tanah. Mencegah penyakit fusaium melalui tular benih :
1) Pastikan benih dalam kondisi baik.
2) Pilih benih yang sehat, tanpa cacat, dan berasal dari tanaman induk yang sehat.
3) Rendam benih pada cairan Pupuk Organik Cair GDM dengan prosesntase 10% selama 30 menit, kemudian kering anginkan agar benih tidak lembab.
Berikut cara mencegah penyakit fusarium melalui tular tanah;
1) Sebelum tanah, lakukan olah tanah menggunakan cangkul atau traktor.
2) Dalam kondisi lembab, semprot tanah menggunakan GDM Black BOS.
3) Diamkan terlebih dahulu tanah selama satu minggu, agar bakteri apatogen yang
terkandung dalam GDM Black BOS dapat bekerja lebih optimal