Oleh : Haerul Muziar, S.ST Dari sekian banyak penyakit utama tnaman padi, Blast adalah salah satu penyakit yang bisa dikatakan sebagai momok bagi petani dalam budidaya padi. Penyakit ini juga menjadi salah satu sebab terjadinya penurunan hasil produksi padi, dikarenakan penyakit Blast ini menyerang tanaman pada setiap fase pertumbuhan.Penyakit Blast disebabkan oleh infeksi atau serangan jamur Pyricularia grisea. Penyakit ini memiliki banyak sebutan seperti potong leher, busuk leher dan lain-lain.Siklus jamur pada penyakit berkembang sangat cepat, untuk menghasilkan spora baru hanya mmbututhkan waktu 1 minggu sejak infeksi spora lama (cirri-ciri infeksi yakni muncunya bercak belah ketupat pada daun). Dari 1 bercak tadi terus menerus berkembang menjadi ratusan hingga ribuan spora baru.Penyakit blast ini berkembang pesat pada kelmbaban yang tinggi atau curah hujan tinggi. Kondisi iklim yang basah an berembun adalah kondisi yang sangat mendukung perkembangan penyakit Blast ini.Penyakit Blast ini menyerang pada fase pertumbuhan vegetative dan generative tanaman.1. Gejala Serangan pada Fase VegetatifSerangan [pada fase ini menimbulkan gejala bercak berbentuk belah ketupat pada daun padi. Warna bercak tersebut kecoklatan. Gejala pada kondisi ini disebut dengan blast daun (leaf blast). Pada tingkat serangan yang tinggi tanpa pengendalian, maka akan berakibat kematian pada tanaman padi.2. Gejala Serangan pada Fase GeneratifPada fase ini Blast menyerang bagaian tangkai malai buah sehingga menimbulkan gejala berwarna coklat pada malai padi. Gejala ini disebut dengan blas leher (neck blast). Pada tingkat seragan yang parah berpotensi pada puso, karena proses pengisian bulir padi menjadi terganggu sehingga mengakibatkan banyak bulir yang kosong/hampa.CARA PENGENDALIAN1. Menggunakan varietas yang toleran dan tahan terhaap penyakit Blast.2. Menggunakan benih sehat dan perlakuan dengan fungisida dengan cara direndam dengan fungisida sistemik sebelum tanam.3. Melakukan penanaman serempak dengan tujuan tanaman padi berada pada fase yang sama sehingga perkembangan dan penyebarannya dapat ditekan.4. Penggunaan jarak tanam yaitu salah satunya dengan system jajar legowo dengan tujuan mengurangi tingkat kelembaban.5. Melakukan pergiliran tanaman dengan varietas yang berbeda pada musim tanam.6. Melakukan pengamatan rutin di lahan.7. Melakukan sanitasi lahan dengan membersihkan gulma karena beberapa gulma bisa menjadi inang penyakit Blast.8. Menerapkan pola pemupukan tepat dan berimbang