Penyakit blas menginfeksi tanaman padi pada setiap fase pertumbuhan. Gejala khas pada daun yaitu bercak berbentuk belah ketupat - lebar ditengah dan meruncing di kedua ujungnya. Ukuran bercak kira-kira 1-1,5 x 0,3-0,5 cm berkembang menjadi berwarna abu-abu pada bagian tengahnya. Daun-daun varietas rentan bisa mati. Bercak penyakit blas sering sukar dibedakan dengan gejala bercak coklat Helminthosporium. Blas dapat menginfeksi tanaman padi pada semua stadia pertumbuhan. Infeksi bisa terjadi juga pada ruas batang dan leher malai yang disebut blas leher (neck blast). Leher malai yang terinfeksi berubah menjadi kehitam-hitaman dan patah, mirip gejala beluk oleh penggerek batang. Apabila blas leher terjadi, hanya sedikit malai yang berisi atau bahkan hampa (Gambar 50). Gejala serangan. Penyakit blas disebabkan oleh jamur. Bibit jamur ini spora terbawa angin dan air serta selalu terdapat disawah maupun pertanaman padi. Pertumbuhan dan perkembangan jamur ini, dan perkembangan gejala penyakit berupa bercak pada daun atau batang ditentukan oleh banyak faktor. Pemupukan nitrogen dosis tinggi dikombinasi dengan kondisi cuaca yang berawan merupakan kondisi terbaik bagi blas untuk memulai infeksi. Cara pengendalian¢ Penanaman benih sehat yang tidak tertular penyakit blast.¢ Gunakan beberapa varietas tahan secara bergantian untuk mengantisipasi perubahan ras cendawan yang relatif cepat.¢ Gunakan pupuk nitrogen sesuai anjuran.¢ Hindarkan tanam padi dengan varietas yang sama terus-menerus sepanjang tahun.¢ Hindarkan tanam padi terlambat dari tanaman padi sekitarnya.¢ Hindarkan jarak tanam rapat.¢ Upayakan waktu tanam yang tepat, agar waktu awal pembungaan (heading) tidak banyak embun dan hujan terus-menerus.¢ Pengendalian secara kimiawi, gunakan fungisida (bila diperlukan) yang berbahan aktif: metil tiofanat atau fosdifen dan kasugamisin.¢ Pemakaian kompos sebagai bahan organik,. Penulis : Husni Ginanjar, S.ST (PP Desa Cimayasari BPP Kec.Cipeundeuy Distan Kab.Subang).Disusun Oleh : Tim BPP Kecamatan Cipeundeuy