Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan digunakan secara luas sebagai bumbu masakan. Namun, dalam proses pertumbuhannya, tanaman cabai rawit sering mengalami gangguan berupa serangan hama dan penyakit. Salah satu gejala yang sering dijumpai adalah daun menggulung ke bawah serta pucuk tanaman yang tampak gosong atau mengering. Kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan produktivitas hasil panen.
Cabai rawit adalah tanaman semusim yang tumbuh baik di daerah tropis. Tanaman ini memerlukan sinar matahari yang cukup, air yang memadai, serta pemupukan yang seimbang. Ketidakseimbangan lingkungan atau serangan organisme pengganggu tanaman dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan.
Penyakit keriting daun disebabkan oleh virus, seperti Begomovirus, yang ditularkan oleh kutu kebul.
Gejala:
Daun menggulung ke bawah dan menebal
Pertumbuhan tanaman kerdil
Pucuk tanaman mengering dan tampak gosong
Thrips merupakan serangga kecil yang menyerang daun muda dan pucuk tanaman.
Gejala:
Daun menggulung dan berubah warna
Ujung daun dan pucuk tampak kering dan gosong
Pertumbuhan tanaman terhambat
Tungau menyerang dengan mengisap cairan daun.
Gejala:
Daun menggulung ke bawah
Daun tampak kusam
Pucuk tanaman rusak dan mengering
Selain hama dan penyakit, pucuk gosong juga dapat disebabkan oleh:
Pemupukan berlebihan (terutama pupuk kimia)
Kekurangan air
Suhu panas yang tinggi
Penggunaan pestisida dengan dosis berlebihan
Menggunakan benih unggul dan sehat
Menjaga kebersihan lahan
Mengatur jarak tanam yang sesuai
Memotong dan membuang bagian tanaman yang terserang
Menggunakan perangkap serangga
Memanfaatkan musuh alami hama
Menggunakan pestisida sesuai jenis hama
Mengikuti dosis dan aturan pemakaian
Tidak melakukan penyemprotan secara berlebihan
Daun cabai rawit yang menggulung ke bawah dan pucuk gosong disebabkan oleh serangan virus keriting daun, hama thrips, tungau, serta faktor lingkungan yang tidak mendukung. Jika tidak dikendalikan dengan baik, serangan tersebut dapat menurunkan hasil panen.
Petani dan pelajar diharapkan dapat mengenali gejala sejak dini dan menerapkan pengendalian terpadu agar tanaman cabai rawit dapat tumbuh optimal.
Penyusun : Gusrianda Aditya. B, S.P. (BPP Kec. Morosi)