Loading...

PENYAKIT KARAT KEDELAI

PENYAKIT KARAT KEDELAI
Karat Kedelai Penyakit karat kedelai disebabkan oleh cendawan Phakopsora pachyrhizi GejalaGejala kerusakan tanaman akibat serangan penyakit karat kedelai adalah terdapatnya bintik-bintik kecil yang kemudian berubah menjadi bercakbercak berwarna coklat pada bagian bawah daun, yaitu uredium penghasil uredospora. Serangan berat menyebabkan daun gugur dan polong hampa.Terjadi bercak- bercak kecil berwarna cokelat kelabu atau bercak yang sedikit demi sedikit berubah menjadi cokelat atau coklat tua.Bercak karat terlihat sebelum bisul- bisul(pustule) pecah.Bercak tampak bersudut – sudut karena dibatasi oleh tulang- tulang daun tempatnya didekat daun yang terinfeksi. Biasanya dimukai dari daun bawah baru kemudian ke daun yang lebih muda (di atas). EkologiTanaman Inang cendawan-cendawan tersebut antara lain tanaman komak, bengkuang, kacang krotok, kacang polong, kacang kapri, kacang panjang, dan kacang asu. Penyakit karat kedelai biasanya mulai menyerang pada saat tanaman berumur 3-4 minggu setelah tanam. Siklus penyakit dan epidemiologiEpidemi didorong oleh panjangnya waktu daun dalam kondisi basah dengan temperatur kurang dari 280 C. Perkecambahan spora dan penetrasi spora membutuhkan air bebas dan terjadi pada suhu 8-280 C. uredia muncul 9-10 hari setelah infeksi, dan urediospora diproduksi setelah 3 minggu. Kondisi lembab yang panjang dan periode dingin dibutuhkan untuk menginfeksi daun-daun dan sporulasi. Penyebaran urediniospora dibantu oleh hembusan angin pada waktu hujan. Patogen ini tidak ditularkan melalui benih. PengendalianPengendalian penyakit karat kedelai dapat dilakukan dengan beberapa cara. Oleh karena intensitas serangan penyakit ini dipengaruhi oleh kelembaban, curah hujan, intensitas sinar matahari, dan kerapatan daun tanaman; maka perlu digunakan varietas kedelai yang toleran antara lain Sompo, Kerinci, Polosari, dan Tambora, terutama di daerah kronis. - Pengendalian juga dilakukan dengan mengatur jarak tanam dan perlakukan budidaya tanaman secara benar. Jika dipandang perlu,- Pengendalian dengan penyemprotan fungsisida.misalnya marikoseb, tradimefon, bitertanol, difenokonazol.- Penggunaan varietas tahan seperti petek, mojosari dan lainnnya.- Menanam secara serempak pada awal musim kemarau atau musim penghujan dengan curah hujan rata- rata 50 mm/ hari.