Loading...

Penyakit Karat Oranye Dapat Menurunkan Produksi Panen Tebu

Penyakit Karat Oranye Dapat Menurunkan Produksi Panen Tebu
Pada umumnya penyakit yang menyerang pada tanaman tebu dapat menurunkan hasil produksi. Salah satu jenis penyakit yang sering menyerang tanaman tebu adalah penyakit karat oranye yang disebabkan oleh jamur Puccinia kehnii yang biasa ditemukan di benua Asia dan Australia. Di Indonesia, penyakit ini dapat ditemukan di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Keberadaan penyakit ini menyerang pada bagian daun dan menghambat proses fotosintesis serta pembentukan gula, sehingga dapat menyebabkan penurunan hasil panen sampai dengan 20%. Identifikasi penyakit dapat dilakukan dengan melihat dari spora, warna tanaman yang terserang, bentuk organmentasi spora, dan distribusi sebaran penyakit. Penularan penyakit ini biasanya diebabkan melalui perantara angin, gejala penyakit ditunjukkan dengan morfologi spora yang kecil, lonjong, dan berkembang menjadi kumpulan spora berwarna oranye pada saat bertambah ukuran koloninya. Pengendalian penyakit karat oranye pada tebu dapat dilakukan dengan menggunakan varietas tebu yang tahan terhadap penyakit serta melakukan penyemprotan fungisida berbahan aktif tebukonazol dan mancozeb. Penyemprotan fungisida dilakukan dengan konsentrasi 1 ml/liter menggunakan volume tinggi: 150-225 ml/ha. Disusun oleh : Edwin Herdiansyah, SP Sumber : Puslibangbun, Balitbangtan