Loading...

Penyakit Pada Kacang Tanah

Penyakit Pada Kacang Tanah
Permintaan akan kacang tanah terus meningkat, baik untuk konsumsi maupun industri pangan. Sementara produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan sehingga masih diperlukan impor kacang tanah. Pada tahun 2009 produksi kacang tanah mencapai 777.888 ton, dengan rata-rata hasil nasional 12,49 ku per hektar. Penyebab rendahnya produktivitas antara lain adalah belum menguasai teknologi budidaya . Salah satu kegiatan dalam budidaya adalah pengendalian hama dan penyakit. Betapa banyak hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kacang tanah. Berikut ini disampaikan beberapa hama dan penyakit yang dapat menyerang kacang tanah adalah: Penyakit layu Penyakit layu yang menyerang pada kacang tanah disebabkan oleh bakteri Xanthomonas Solanacearum dan cendawan Sclerotium rolfsii. Tanaman kacang tanah yang terserang penyakit ini terlihat layu, daun mengering. Pada siang hari waktu sinar matahari terik tanaman sekonyong-konyong terkulai seperti disiram air panas, selanjutnya tanaman mati. Hal ini disebabkan sumbatan massa bakteri pada pangkal batang sehingga tanaman tidak mendapat suplai air dan hara. Tanaman yang terserang cendawan sclerotium terlihat adanya bercak berwarna kuning kecoklatan di pangkal batang, batang kemudian membusuk, dan akhirnya mati. Cara pengendalian dengan penggunaan varietas yang tahan serangan bakteri Psedomonas. Cara pengendalian yang lainnya dengan mencabut tanaman yang terinfeksi dan langsung membakarnya, disamping itu lakukan pergiliran tanaman serta memperbaiki drainase. Kalau serangannya sudah meluas, dapat dilakukan penyemprotan. Penyemprotan dengan Streptomycin atau Agrimycin, 1 ha membutuhkan 0,5-1 liter. Agrimycin dalam kelarutan 200-400 liter/ha. Penyakit bercak daun (Cercospora sp) Penyakit Bercak daun Cercospora yang menyerang kacang tanah, yaitu cendawan fungus Cercospora personata dan C.archidicola. Bercak yang dihasilkan berbentuk bulat dan dapat menutupi seluruh permukaan daun sehingga mengganggu fotosintesis. Bercak yang ditimbulkan pada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah bawah daun hitam. Ditengah bercak daun kadang-kadang terdapat bintik hitam dari konidiospora. Serangan biasanya terjadi pada saat tanaman telah tua (fase bunga dan pengisian polong yaitu pada tanaman umur 40 -50 hari hingga 70 hari. Cendawan ini dapat dikendalikan dengan menanam varietas tahan, melakukan rotasi tanaman, dan sanitasi lapang. Jika terjadi serangan berat pemberantasannya dengan menggunakan fungisida. Penyemprotan dilakukan pada tanaman selesai berbunga, dengan interval penyemprotan 1 minggu atau 10 hari sekali. Penyakit busuk batang sklerotium (Sclerotiumrolfsii) Penyakit ini disebabkan oleh Sclerotium rolfsii, merusak tanaman pada waktu cuaca lembab. Cendawan menyerang pada pangkal batang, bagian dari tanaman yang lunak, menimbulkan bercak-bercak hitam. Tanaman yang terserang akan layu dan mati. Pengendalian : dengan memperbaiki pengairan, agar air pengairan dapat mengalir. Penyakit sapu setan (Witches Broom) Penyakit sapu setan menyerang kacang tanah. Penyakit ini disebabkan oleh mycoplasma like organism (MLO). Tanaman yang terserang sapu setan terlihat tumbuh kerdil kekuningan, daun daun mengecil, bertunas banyak, dan ginofor berubah bentuk menjadi seperti kait, membelok ke atas tidak masuk ke dalam tanah. Pengendalian penyakit ini dengan cara mencabut tanaman terserang melakukan rotasi tanaman, dan memupuk tanaman secara seimbang. Penyakit karat (Puccinia arachidis) Penyakit ini disebabkan oleh Uromyces arachidae, menyerang tanaman yang masih muda menyebabkan daun berbintik-bintik coklat daun menjadi mengering dan mudah rontok. Bercak paling banyak dibawah permukaan daun. Serangan sering terjadi saat musim hujan. Pengendaliannya dengan menanam varietas yang tahan, dengan tanam serentak, serta pemberian fungisida jika terlihat serangan meluas (30% populasi terserang). Hawar daun bakteri Penyakit hawar daun bakteri menyebabkan bercak pada daun, kadang terdapat bercak pada batang dan polong. Patogennya adalah Psedomonas syryngae. Biji dapat terinfeksi. Jika terbawa ke ruang simpan, biji yang terinfeksi tersebut dapat menulari biji yang lain. Pencegahannya dengan menanam benih yang bebas pathogen, melakukan rotasi tanaman, dan menimbun sisa-sisa tanaman setelah panen. Berbahai macam virus Gejala tanaman yang terserang virus berbeda-beda, tergantung jenis virus yang menyerang. Tanaman kacang yang terserang menunjukan gejala daun menebal keriting seperti kerupuk, warna daun belang-belang seperti mosaik, serta tanamankerdil kekuningan. Penyakit ini dapat ditularkan melalui benih atau ditularkan melalui kutu aphid. Pengendaliannya dengan mencabut tanaman yang terserang berat, menggunakan varietas tahan virus , menanam benih yang sehat, menyiangi gulma dan menggunakan insektisida untuk menekan populasib vector aphid. Kontaminasi aflatoksin Kacang tanah yang mengalami kontaminasi oleh kacang (cek!) Aspergillus flavus dapat menghasilkan aflatoksin.[5] Aflatoksin, terutama B1 diketahui sangat karsinogenik, toksik, hepatotoksin, dan mutagenik pada manusia, mamalia, dan unggas.[5] Pada kacang tanah, B1 ditemukan pada polong segar, polong, kering, biji, dan produk olahan Untuk mencegah infeksi dapat dilakukan dengan perbaikan budidaya, terutama pengairan pada periode kritis, pengeringan pasca panen, pemenuhan kebutuhan gizi, dan pengendalian penyakit daun. Penulis: Yulia Tri Sedyowati Email : yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber: 1.J.Rachman Hidayat Sunnendar Kartaatmadja, Sri Astuti Rais, 1999.Teknik Produksi Benih Kacang Tanah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.Bogor 2.Purnomo, Heni Purnamawati, Budidaya 8 jenis tanaman pangan unggul,2007, Jakarta.