Tanaman tebu diketahui peka terhadap lebih dari 100 penyakit dan 30 lebih diantaranya dapat merugikan. Pada tahun 1938 di India penyakit mosaik banyak terdapat meluas di pertanaman tebu, tetapi kerugian akibat dari penyakit tersebut dianggap kecil. Kendala terbesar dalam budidaya tebu adalah adanya serangan penyakit pada tanaman Tebu. Beberapa penyakit pada tanaman tebu adalah:1. Penyakit MosaikTanaman tebu (S. officinarum) dapat terserang berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh virus yang diantaranya adalah penyakit mosaik yang di sebabkan oleh virus Sugarcane Mosaic Virus (SCMV). Kehadiran virus ini dapat menghambat fotosintesis, merusak tanaman dan menekan tingkat produktifitas tanaman tebu (S. officinarum) hingga 0.2% sampai 50% tergantung seberapa berat infeksi virus dan ketahanan varietas terhadap virus SCMV.Gejalanya : Helaian daun nampak noda/pola garis hijau muda atau kekuningan sejajar dengan berkas pembuluh.Akibat yang ditimbulkan: Menyebabkan penurunan pertumbuhan dan Kehilangan hasil 10-30%.Pengendalian : penggunaan bibit varietas tahan, sehat dan sanitasi kebun. 2. Penyakit Pembuluh (RSD) Penyakit ini adalah penyakit yang menyerang pada pertumbuhan vegetatif tanaman. Pada tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) yang terserang oleh penyakit pembuluh ini maka tanaman yang terserang akan memperlihatkan gejala pertumbuhan yang kurang sempurna atau terhambat yang terutama dapat menyebabkan tanaman tebu menjadi kerdil dibanding ukuran semula.Pengendalian penyakit RSD ini sebaiknya dilakukan pada awal pertanaman pada benih, yaitu:? Kultur jaringan? Penggunaan bibit sehat, dapat diperoleh dari perlakuan air panas? Desinfektan pisau pemotong bibit dengan larutan lisol 20% 3. Pokkahbung Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Gibbrella monoliformis, gejala serangan berupa bintik-bintik klorosis pada daun terutama pangkal daun, sering kali disertai cacat bentuk, sehingga daun-daun tidak dapat membuka sempurna, ruas-ruas bengkok dan sedikit gepeng, akibat serangan pucuk putus karena busuk. Pengendalian dapat dilakukan secara kimiawi atau pengembusan dengan tepung kapur tembaga (1, 4, 5) atau dengan menanam varietas tahan.Pengendalian : - Penanaman varietas tahan - Sanitasi /perbaikan drainase kebun 4. Penyakit blendok Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas albilineans, dengan gejala serangan timbulnya klorosis pada daun yang mengikuti alur pembuluh, gejala penyakit ini terlihat kira-kira 6 minggu hingga 2 bulan setelah tanam. Penularan penyakit terjadi melalui bibit yang berpenyakit blendok atau melalui pisau pemotong bibit.Pengendalian dengan menanam varietas tahan penyakit, penggunaan bibit yang sehat serta mencegah penularan dengan menggunakan desinfektan larutan lysol 15 % untuk pisau pemotong bibit. 5. Penyakit Busuk Akar Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Pythium sp. Penyakit ini banyak terjadi di lahan yang drainasenya kurang sempurna. Akibat penyakit ini, akar tanaman menjadi busuk sehingga tanaman tampak layu dan mati. Pengendaliannya dengan menanam varietas tahan dan dengan memperbaiki drainase lahan.6. Noda Kuning Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Cercospora kopkei dan banyak ditemukan di daerah dataran tinggi yang lembab dengan gejala sebagai berikut: 1) pada daun muda timbul noda-noda kuning pucat, kemudian berubah menjadi kuning terang segar. Yellow spot muncul pada daun tebu karena suatu jamur yang disebut dengan mycovellosiella koepki. Efek samping yang disebabkan adalah kadar sukrosa dan hasil panen tanaman yang menurun. Penyebaran penyakit ini disebabkan karena curah hujan dan kelembapan yang tinggi.Pengendalian : Varietas tahan, sanitasi kebun, fungisida benomyl. 7. Noda cincin Penyakit ini disebabkan oleh tiga cendawan yaitu Heptosphaeria sacchari, Helminthosporium sacchari dan Phyllsticta Saghina. Lesi penyakit noda cincin pada mulanya terbentuk dari warna hijau tua menjadi kecoklatan. Lesi berbentuk lonjong memanjang dengan lingkaran berwarna kuning. Lesi melebar dan bagian tengah lesi biasanya menjadi kekuning-kuningan dengan tepi yang terlihat jelas berwarna merah kecoklatan.Penyakit pada daun tebu ring spot muncul karena jamur leptosphaeria sacchari . Media penyebaran penyakit ini berkembang baik pada keadaan lembab dan hangat (musim panas). Mewabahnya penyakit ini semakin cepat dengan bantuan hujan/angin. Secara langsung penyakit ini tidak menyebabkan hasil panen menurun. 8. Karat Orange Penyakit karat yang terjadi pada daun tebu ada dua jenis yaitu orange rust dan common rust. Salah satu penyebaran penyakit karat tebu jenis common rust yang disebabkan oleh jamur Puccinia Melanocephala yaitu Indonesia. Penyakit ini menampakkan gejala berupa bercak noda lebih utamanya pada bagian permukaan bawah daun dengan panjang 2-20 mm dan lebar 1-3 mm.Efek jika tanaman terjangkit penyakit ini adalah tanaman menjadi kerdil dan terdapat bercak berwarna kuning. Khsusnya pada daun bercak tersebut awalnya kecil dan kemudian melebar antara 2-10 mm atau bahkan 30 mm dengan warna coklat sampai orange-coklat/merah-coklat. Disusun Oleh : SULIS HIJJRIYATI, S.TP (19850331 201706 2 001)