Loading...

Penyakit Padi Sawah

Penyakit Padi Sawah

PENYAKIT PADI SAWAH

 

Disusun oleh :

NONO SUYONO. SP

 

1. HAWAR DAUN (HDB)

             Hawar  daun merupakan penyakit bakteri yang tersebar luas menurunkan hasil sampai 36 %. Penyakit terjadi pada musim hujan atau musim kemarau yang basah, terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang dan dipupuk N (urea) tinggi ( 250 Kg/ha)/

Penyakit Hawar Daun mengghasil dua gejala yang khas yaitu Kresek dan Hawar. Kresek adalah gejala pada tanaman berumur <30 hari. Daun berwarna hijau kelabu, melipat, dan menggulung. Dalam keadaan parah seluruh daun menggulung,layu dan mati.

Gejala yang timbul diawali dengan timbulnya bercak abu-abu (kekuningan) umumnya pada tepi daun. Dlam perkembanganya gejala akan meluas membentuk hawar daun akhirnya mengering (kresek). Dalam keadaan lembab (pagi hari) kelompok bakteri, berupa butiran kuning keemasan, akan mudah ditemukan pada ujung daun. Penyakit hawar/kresek efektip dikendalikan dengan varietas tahan; pemupukan lengkap; dan pengaturan air. Untuk daerah – daerah yang endemmis penyakit ini tanamlah seperti varietas seperti code dan angke dan gunakan NPK dengan dosis yang tepat.,misalnya 1 hari digenangi dan 3 hari dikeringkan.

 

2. BAKTERI DAUN BERGARIS

            Penyakit ini biasanya terjadi hanya pada helaian daun saja. Gejala yang timbul berupa bercak sempit berwarna hijau gelap yang lama kelamaan membesar berwarna kuning dan tembus cahaya diantara pembuluh daun. Sejalan dengan berkembangnya penyakit, bercak membesar , berubah menjadi beewarna coklat dan berkembang menyamping melampui pembuluh daun yang besar.

Bakteri memasuki tanaman melalui keruksakan mekanik atau melalui terbukanya sel secara alami. Butir-bitir embun yang mengandung bakteri akan muncul melalui permukaan daun. Hujan dan angin membantu penyebaran penyakit ini.

Penyakit ini umumnya terjadi pada fase anakan sampai stadia pamatangan. Dalam keadaan parah bisa kehilangan hasil sampai 30%.

Penyakit ini dapat dikendalikan dengan beberapa cara, di antaranya :

  • Buang atau hancurkan tunggul-tunggul dan jerami yang terinfeksi/sakit
  • Gunakan benih atau bibit yang bebas dari penyakit ini
  • Gunakan pupuk N yang sesuai dosis anjuran
  • Ataur jarak tanam agar tidak terlalu rapat
  • Berakan tanah sesudah panen.

5. BLAS

 

            Penyakit blas menimbulkan dua gejala khas, yaitu blas daun dan blas leher. Blas daun merupakan bercak coklat kehitaman, berbentuk blah ketupat ,sedangkan blas leher berupa bercak hitam

Pada pangkal leher yang dapat mengakibatkan leher malai tidak mampu menopang malai dan patah.

            Penyakit ini dikendalikan melalui penanaman varietas tahan secara bergantian untuk mengantisipasi perubahan ras blas yang sangat cepat dan pemupukan NPK tepat. Penanaman dalam waktu yang tepat serta perlakukan bebih juga dapat diupayakan. Bila perlu pakai fungisida seperti Nordok,skor,folikur atau semua jenis fungisida yang berbahan aktif metil tiofanat,fosdifen,atau kasugamisin.

6. BUSUK  BATANG

Gejala awal berupa bercak berwarna kehitaman berbentuk tidak teratur pada sisi luar pelepah daun secara bertahap membesar akhirnya cendawan menenmbus batang padi yang kemudian menjadi lemah, anakan mati dan akibatnya tanaman rebah.

Stadia tanaman rentan adalah pada fase anakan sampai stadia matang susu. Kehilangan hasil bahkan bisa mencapai 80%. Pemupukan tanaman dengan dosis 250 Kg ,SP36 100 Kg dan KCL 100 Kg.

Cara pencegahan :

  • tungul-tunggul padi sesudah dibakar
  • keringkan petakan dan biarkan tanah sampai retak sebelum diairi lahi.
  • Gunakan pemupukan berimbang yang sesuai anjuran
  • Gunakan fungisida yang berbahan aktiv blerang atau difenokonazol.