Beberapa penyakit yang sering menyerang pertanaman padi sawah tabela sebagai berikut. a. Blast 1) Gejala Daun tanaman padi yang terserang blast terdapat gejala khas berupa bercak berbentuk ketupat dan berwarna abu-abu. Pada serangan berat akan menyebabkan bercak bergabung dan menyebar, kemudian daun menjadi kering. Blast dapat pula menyerang batang dan malai yang dikenal dengan busuk leher. 2) Penyebab Penyakit blast disebabkan oleh jamur Pyriculoria oryzae. Blast dapat menyerang tanaman padi sejak di pesemaian hingga di pertanaman. 3) Pengendalian Cara pengendalian budi daya penyakit blast dengan kultur teknis, yaitu menghindari pemberian pupuk nitrogen berlebihan dan menanam varietas yang tahan. Pengendalian kimiawi dilakukan setelah melalui pertimbangan teknis. Beberapa fungisida yang dapat dianjurkan untuk mengendalikan blast yaitu Rasum 20 AS dan Rabcide 50 WP. b. Tungro 1) Gejala Tanaman padi yang terserang tungro (mentek, habang) tumbuh kerdil, anakan berkurang, daun berwarna kuning .sampai jingga yang dimulai dari ujung daun. Daun muda berbintik-bintik dan bergaris hijau pucat sampai kepurih-putihan. Tanaman padi yang berumur lebih dari 60 hari bila terserang tungro tidak menampakkan gejala tersebut, tetapi gejala akan muncul pada tanaman singgang (ratun). Malai tanaman sakit sering tidak membuka penuh. Jumlah gabah hanya sedikit dan ringan. 2) Penyebab Virus tungro ditularkan (melalui vektor) oleh wereng hijau Nephotettix impicticeps dan N. apicalis. Wereng tersebut dapat bertahan hidup pada padi liar, padi singgang, jawan, dan rumput teki. 3) Pengendalian Untuk pengendalian cara budi daya, dianjurkan bertanam padi dengan gilir varietas, menanam padi tahan virus tungro (seperti IR 74 dan Kelara), mencabut dan memusnahkan tanaman yang sakit, membersihkan gulma, serta membajak sisa tanaman setelah panen. Pengendalian kimawi dilakukan untuk mengendalikan wereng hijau sebagai vektor virus. Pengendalian ini dapat menggunakan insektisida Furadan 30, Trebon 95 EC, dan Mipsin 50 WP. Pengendalian vektor sebaiknya dilakukan sejak di awal pertanaman. c. Kresek 1) Gejala Daun pertama dan kedua tanaman pesemaian padi yang terserang kresek tampak hijau pucat dan layu terkulai seperti bekas tersiram air panas. Bila titik tumbuh padi terserang, tanaman akan mati. Daun tanaman padi tua yang terserang kresek berwarna kuning jerami, berbercak mulai dari ujung daun dan menjalar ke bagian bawah. 2) Penyebab Kresek dikenal dengan beberapa nama, seperti penyakit busuk bakteri, bakteri hawar daun, atau bacterial leaf blight. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomoruis oryzae. 3) Pengendalian Pengendalian yang dapat dilakukan hanya pengendalian cara budi daya karena hingga kini belum ditemukan pengendalian cara kimiawi yang erektif. Dianjurkan untuk menanam padi yang tahan dan memusnahkan sumber penyakit. (sumber: Budidaya padi sawah tabela/Ir. Setijo Pitojo)