Pink eye (Mata Merah) sering disebut juga penyakit bular mata/ radang mata/ katarak, atau kelabu mata yang sering terjadi pada kambing, domba maupun sapi. Pink eye disebut juga penyakit epidemik, karena ditempat yang telah terinfeksi dapat berjangkit kembali setiap tahunnya. Penyakit ini sering timbul dengan tiba-tiba terutama pada hewan dalam keadaan lelah. Penyakit ini diitandai dengan kemerahan dan peradangan pada daerah conjunctiva mata dan kekeruhan pada kornea mata. Penyakit ini tidak sampai menimbulkan kematian, akan tetapi dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak, karena akan menyebabkan kebutaan, penurunan berat badan dan biaya pengobatan yang mahal. TANDA KLINIS Mula-mula mata terinfeksi oleh bakteri, Mycoplasma dan atau virus. Infeksi itu bisa menyebabkan kerusakan pada kornea mata sehingga mata domba atau kambing berair, kemerahan pada bagian yang putih (Konjungtiva) dan kelopaknya,lalu matanya bengkak dan lama kelamaan kornea matanya menjadi keruh atau tertutup lapisan putih. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan ternak terinfeksi melalui sekresi mata, atau secara tidak langsung melalui vektor lalat, debu dan percikan air yang tercemar oleh bakteri. Pada infeksi akut sekresi mata bersifat purulen, pada bagian bawah mata selalu basah, photopobia (takut cahaya). Kekeruhan kornea dapat meluas menutupi seluruh permukaan lensa mata bila diamati terlihat bintik-bintik putih atau keabu-abuan di tengah bola mata. Apabila membrana nictitan robek, maka bakteri oportunis dapat masuk kedalamnya dan mengakibatkan terjadinya infeksi pada mata sehingga mengakibatkan kebutaan. (Anonymous, 1998). Bintik-bintik putih semakin menebal dan menutupi permukaan kornea, cairan dari mata yang bersifat purulen saling melekat sehingga bulu mata lengket dan menyebabkan tergangunya penglihatan. Pada kasus yang kronis cairan mata keluar seperti nanah dan menempel di bawah permukaan mata sampai ke hidung bahkan mengeras membentuk keropeng. Pada infeksi ringan atau sub akut terlihat air mata cenderung keluar, kornea keruh dan sedikit pembengkakan pada jaringan sekitarnya. (Anonymous, 2004). Masa inkubasi penyakit ini biasanya 2-3 hari, kadang-kadang lebih panjang, hewan penderita mengalami demam, depresi dan penurunan nafsu makan, mata mengalami konjunctivitis, kreatitis, kekeruhan kornea dan lakrimasi. Pada kasus yang berat dapat menimbulkan ulserasi kornea dan kebutaan. Pada kornea mata hewan yang sembuh dari penyakit ini terdapat jaringan parut. Diagnosa pink eye dapat dilakukan berdasarkan etiologi, epidemiologi dan berdasarkan gejala klinis. Pemeriksaan berdasarkan gejala klinis pada penderita pink eye akan menunjukan gejala seperti mata merah, kelopak mata bengkak dan lakrimasi yang meningkat. Pada kasus yang akut kornea mata keruh dan terjadinya pengapuran pada kornea mata. (Blood, dkk, 1983). PENYEBAB Penyakit Pink Eye sering terjadi pada ternak yang mengalami perjalanan jauh. Namun bisa juga disebabkan oleh iritasi pada kornea mata akibat kibasan ekor, gesekan rumput dan debu sehingga memicu terjadinya infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri. Lebih spesifik lagi Pink Eye disebabkan oleh bakteri,mycoplasma dan atau virus, rikketsia maupun chlamydia, namun yang paling sering ditemukan adalah akibat bakteri Maraxella bovis. Mikrorganisme penyebab ditularkan lewat kontak antara ternak peka dengan ternak penderita atau oleh serangga yang bisa memindahkan mikroorganisme atau bisa juga lewat iritasi debu atau sumber-sumber lain yang dapat menyebabkan goresan atau luka mata. Penyakit ini juga sering terjadi pada musim panas karena banyaknya debu dan meningkatnya populasi lalat Musca autumnalis sebagai vektor. Perubahan cuaca yang mendadak, terlalu padatnya ternak dalam kandang juga dapat memicu terjadinya penyakit ini. PENGOBATAN Ternak yang sakit mata sebaiknya dipisahkan dari ternak yang masih sehat. Suntikan antibiotik, seperti tetracyclin atau tylosin dan penggunaan salep mata dapat membantu kesembuhan penyakit. Menempatkan ternak pada tempat yang teduh atau menempelkan kain di mata dapat mengurangi rasa sakit mata akibat silaunya matahari. Salep mata atau larutan yang mengandung antibiotika seperti chloramphenicol, oxytetracycline dan campuran penicilin-streptomycin. Bisa juga dioleskan salep terramycin 0,1 %. Biasanya mata kambing akan sembuh dalam 1-2 minggu. PENGOBATAN TRADISIONAL Untuk pengobatan sementara dan pertama yang dilakukan dengan daun sirih, garam dan air hangat cara pembuatan obatnya cukup mengambil 3 lembar daun sirih, kemudian di tuangkan air panas kedalam gelas yang di campur oleh garam, Setelah air garam bercampur daun sirih tersebut agak dingin kita kompreskan ke bagian mata yang terjangkit penyakit tersebut lakukan 1 kali sehari selama 2 hari .