Hari ini, Senin 18 Februri 2019 di Dusun Cadas Sari Pekon atau Desa Tengor Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus berlangsung penyuluhan pertanian dan penyuluhan perkopersian. Kegiatan ini diselanggarakan oleh kelompok tani Bumi Asih Mandiri. Menurut Mulyadi salah satu pengurus, penyuluhan ini diadakan atas aspirasi para anggota untuk mendapat pengetahuan langsung budidaya tanaman sehat dan berkualitas terkhusus tanaman pisang yang menjadi sumber komoditas utama di pekon ini. Setiap hari hampir 10 ton pisang dikeluarkan dari Pekon Tengor. “Tapi kendala utama adalah serangan penyakit mutaber atau busuk buah Pak,” ujar Mulyadi. Kami mengharapkan, lanjutnya, ada solusi untuk mengatasi masalanya sehingga hasil tanaman pisang bisa meningkat. Berdasarkan sumber Kementerian Pertanian penyakit layu dan busuk menjadi momok utama petani pisang. Penyakit layu Fusarium diperingkat pertama 31 persen dan penyakit layu bakteri atau darah 23 persen. Kedua penyakit ini belum ada pengobatannya. Cara ampuh bila sudah terserang adala eradikasi. Pemusnahan massal. Tapi untuk pengendalian atau pencegahanya, ada beberapa hal yang harus diketahui petani dalam teknik budidaya. Dalam penyuluhan kali ini, penulis sekaligus penyuluh pertanian membagikan lima cara budidaya sehat untuk mencegah penyakit tersebut. Adapun lima langkah tersebut penulis namakan “Lima Cara Maxima” adalah: 1. Pemilihan Bibit Sehat Ini sangat penting karena untuk menghasilkan tanaman yang sehat itu bersumber dari bibit yang sehat pula. Pemilihan bibit harus selektif dalam arti selain terbebas dari infeksi hama-penyakit juga berasal dari indukan yang berkualitas: Produksi tinggi dan rasa enak. Bibit bisa didapat dari anakan atau tunas yang tumbuh disekitar dapur tanaman atau bisa didapat dengan membenamkan bonggol pisang dalam pasir. Setelah tumbuh beberapa tunas, itu bisa dijadikan sumber bibit. Setelah sumber bibit didapat, sebelum penanam bibit direndam dalam campuran larutan fungisida dan insektisida yang bersifat sistemik. Ini berfungsi untuk membunuh bibit hama-penyakit yang ikut terangkut dalam bonggol atau batang bibit tersebut. Kesalahan sebagian petani adalah menggunakan bibit tua dalam arti sudah besar untuk sumber tanaman baru. Walau menghasilkan buah tetapi produksi tidak maksimal. 2. Lubang Tanam Hal ini sangat diperhatikan, dari pantau penulis dan wawancara dengan petani. Banyak petani yang menanam bibit pisang langsung cangkul dan tanam. Hal ini bisa menimbulkan pertumbuhan yang lambat dan hasil tidak optimal. Rencana tanam dipersiapkan sematang mungkin. Lubang tanam dibuat 3 sampai 4 minggu sebelum penanaman dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Lubang dibiarkan terbuka sehingga aerasi udara dan porositas air tercipta dengan baik. Istilah petaninya lubang tanam lebih adem dan menghilangkan racun racun dari dalam tanah. Satu minggu sebelum tanam, lubang diberi pupuk kandang dan kompos, pengapuran (dolomit), dan agen hayati atau lebih dikenal dengan mikro organisme lokal (MOL). Agen hayati sangat penting karena ini menjadi musuh alami atau predator dari berbagai penyakit. Contoh agen hayati: tricoderma sp, micoriza, corynebakterium, dll. Berdasarkan pengalaman petani di desa tetangga penggunaan pupuk kompos atau kandang akan menghasilkan tanaman yang sehat terbebas dari serangan penyakit, dimana tanaman pisang tetangga kebun banyak terserang penyakit baik fusarium maupun muntaber atau penakit darah. 3. Pemupukan Pemupukan sangat penting untuk mendapat hasil produksi yang optimal. Pemupukan tambahan yang bisa diberikan adalah: Nitrogen 200 gram /tanaman/tahun dengan 4 x pemberian (Sumber dari Urea) Posphor 200 gram P2O5 /tanaman/tahun dengan 4 x pemberian (Sumber dari SP36) Kalium 400 gram K20/tanaman/tahun dengan 4 x pemberian (sumber NPK Phonska) Produksi wajar semakin menurun karena dari mulai tanam hingga turunan anakan dari tanaman pisang tidak pernah di pupuk tambahan. Nutrisi dalam dapuran tanaman akan terus berkurang sebanding dengan berkembangnya dapur tanaman pisang. Pemberian pupuk tambahan sangat penting untuk membantu nutrisi tambahan dalam proses metabolisme yaitu pertumbuhan dan perkebangan tanaman. Selain itu semakin sehat tanaman maka semakin kebal terhadap serangan hama penyakit. Dalam hal pemupukan ini yang menjadi catatan adalah pupuk bukan penyubur tanah tapi penyumplai nutrisi tambahan bagi tanaman yang ketersediannya di dalam tanah semakin berkurang. 4. Pembatasan Anakan Petani kebanyakan membiarkan dapuran pisang ditumbuhi lebih dari 5 tanaman. Untuk menghasil pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang maksimal, pembatasan anakan tanaman. Dalam satu dapuran tanaman dibatasi 3 tanaman utama. Anakan yang tumbuh banyak dibuang disisakan 3 tanaman (tanaman utama, sedang dan muda). Ini berlaku dalam setiap putaran pertanaman. Kelebihan dari pembatasan tanaman (rumpun) adalah mengurangi tingkat persaingan dalam dapur atau rumpun tanaman (nutrisi, air, cahaya), melancarkan aerasi udara dan mengurangi kelembapan sehingga serangan organisme penggangu tanaman (OPT) bisa diminimalisir. 5. Pembungkusan Teknik ini mungkin akan meribetkan, tetapi sangat efektif dalam perawatan yang maksimal. Buah akan terlindungi baik dari hama seperti monyet, ngengat dan serangga lainnya. Hama hama ini selain memakan buah dan mengisap cairan buah juga menjadi sumber vektor penyakit. Selain melindungi buah, pembungkusan atau pembrosongan berdampak positif bagi penampakan buah pisang. Terlihat sangat mulus dan bersih. Bahan pembungkusan buah bisa dari kantong plastik dan karung. Catatan, saat buah maksimal, jantung pisang segera dipotong agar nutrisi tidak digunakan jantung pisang yang sudah tidak produktif lagi untuk menghasilkan buah pisang. Inshallah dengan penerapan 5 cara di atas para petani terbantu dalam hal pengendalian dini terhadap serangan hama penyakit. Penyakit fusarium dan bakteri darah bila sudah menjangkiti tidak bisa dikendalikan dengan obat atau racun apapun. Cara tepat dan cepatnya adalah eradikasi (membasmi semua tanaman yang terserang). Bila sudah terserang, dapur atau rumpun tanaman ditimbun dengan sekam padi lalu dibakar. Cara ini sangat tepat untuk membunuh semua penyakit yang menyerangan tanaman pisang. Karena suhu panas akan bertahan sangat lama dalam dapuran tanaman pisang. Semoga petani pisang mengembalikan kejayaannya! Oleh : Roni Sepriyono, SP (PPL Cukuh Balak)