Penanganan Penyakit Scabies Pada Ternak Kambing
Munculnya beberapa kasus , dimana laporan para peternak dengan keluhan atau kondisi ternak kambing yang berkudis seluruh badan, lumpuh dan kurang selera makan, setelah menerima laporan masyarakat dan kelompok tani maka kami petugas penyuluh pertanian BPP Bondoala turun langsung kelapangan , dari hasil pemeriksaan kami menemukan hampir semua ternak dalam kandang terjangkit penyakit kudisan dan lumpuh.
Penyakit kudis (skabies) pada kambing adalah penyakit kulit menular akibat infestasi tungau seperti Sarcoptes scabiei, ditandai gatal hebat, kerontokan bulu, kulit menebal dan berkoreng, serta sering menggesek-gesekkan tubuh, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan, anemia, bahkan kematian jika tidak diobati. Penyakit ini sangat mudah menyebar melalui kontak langsung dan lingkungan kandang kotor, serta bisa menular ke manusia (zoonosis). Pengobatan melibatkan obat kimia seperti Ivermectin dan pembersihan kandang,
Penyebab
- Tungau seperti Sarcoptes scabiei yang menggali lorong di kulit dan Psoroptes ovis yang hidup di permukaan kulit.
- Lingkungan kandang kotor dan lembab, musim kemarau, dan kekurangan pakan.
Gejala Klinis
- Gatal hebat menyebabkan kambing terus menggaruk atau menggesekkan tubuhnya.
- Kerontokan bulu (kebotakan) pada area yang terkena.
- Kulit menebal, kaku, kemerahan, dan muncul keropeng (kerak).
- Pada kasus parah, luka bisa terjadi di sekitar mulut dan mata, mengganggu makan.
- Kambing menjadi lesu, nafsu makan turun, kurus, anemia, dan tress.
Dampak
- Penurunan produktivitas (daging, susu, reproduksi).
- Penurunan kualitas kulit dan harga jual ternak.
- Kematian jika infeksi kronis dan tidak diobati.
- Menular ke manusia (zoonosis).
Penanganan dan Pengendalian
- Isolasi: Segera pisahkan kambing yang terinfeksi ke kandang isolasi.
- Obat Kimia: Suntik dengan Ivermectin (subkutan), semprotkan obat anti-parasit pada kambing dan kandang (misal: Cypermethrin 25%).
- Pengobatan Alami: Oleskan campuran ekstrak daun Gamal (Gliricidia sepium) yang ditumbuk dengan minyak goreng pada kulit yang sakit.
- Kebersihan: Jaga kebersihan kandang secara rutin, gunakan oli bekas atau belerang untuk disemprotkan sebagai pencegahan.
- Pencegahan: Karantina ternak baru, hindari penggembalaan komunal, dan perbaiki manajemen pakan dan kandang.
Penulis : Analisa, S.Pt