Jeruk keprok (citrus nobilis) dibudidayakan untuk diambil hasilnya berupa buah yang pada umumnya dikonsumsi langsung berbentuk segar. Oleh karena itu, tanaman jeruk keprok harus tumbuh normal dan sehat, agar menghasilkan buah yang bergizi tinggi dan sehat. Tanaman yang tumbuhnya tidak normal dapat disebabkan karena terserang organisme pengganggu tanaman (OPT) berupa penyakit tanaman. Beberpa jenis penyakit tanaman yang menyerang jeruk keprok adalah blendok busuk batang, kudis, busuk akar/pangkal batang, CVPD, embun tepung, dan tristeza. 1. Blendok Busuk Batang Penyakit ini disebabkan oleh serangan patogen Phytophthora spp. dengan memperlihatkan gejala adanya blendok pada batang terutama pada lekukan, akhirnya batang membusuk. Pengendalian penyakit tanaman ini dengan cara: 1) Mengurangi kerapatan pagar hidup, terutama menjelang musim hujan; 2) Mengatur jarak tanaman jeruk tidak terlalu rapat; 3) Tanaman jeruk yang belum terserang dicuci batangnya dengan air kapur mulai dari permukaan tanah sampai setinggi 1 meter; 4) Jika timbul getah dibersihkan dengan kapur atau fungisida sesuai anjuran; 5) Bagian tanaman yang terserang berat dipotong/dibongkar dan dibakar. 2. Kudis (Sphaceloma fawatti) Gejala serangan yang terlihat adanya bercak coklat dan menonjol seperti luka kudis pada permukaan daun. Cara pengendaliannya dengan cara, antara lain: 1) Tunas air dipangkas agar tidak terlalu rimbun; 2) Daun atau tunas yang terserang dipangkas dan dibakar; dan 3) Jika cara 1) dan 2) tidak mengurangi seranga, dapat disemprot dengan fungisida sesuai anjura. 3. Busuk Akar atau Pangkal Batang Penyakit tanaman ini menyerang pada pangkal batang atau bagian sambungan antara batang atas dan bawah. Adapun tandanya terlihat adanya bercak basah berwarna gelap pada kulit batang, permukaan cekung dan mengeluarkan blendok serta sering terbentuk kalus/bagian kulit menebal. Jika serangan parang akan menyebabkan tanaman jeruk mati. Pengenadalian penyakit ini, antara lai dengan cara: 1) Menggunakan bibit jeruk keprok yang batang bawahnya toleran terhadap Phytophora sp. dengan tinggi sambungan lebih 45 cm dari permukaan tanah; 2) Akar dan batang harus dijaga agar tidak terjadi luka; 3) Dijaga drainase tanah tetap baik dan mencegah air tidak tergenang disekitar pangkal batang; 3) Bagian batang yang terserang dibuang kulitnya, kemudian dicat dengan bubur bordo, bubur California aspal atau Karbolineum Plantarum. 4. CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) Penyakit tanaman ini dapat juga disebut Huang Lung Bin (Degreening) yang disebabkan Leberobacter asiaticum yang dibawa oleh serangga Diaphorina citri Kuw atau sudah ada pada mata tempel yang telah terinfeksi penyakit CVPD. Gejala serangan penyakit ini terlihat dari daun berwarna kuning, tebal, kaku dan mudah dipatahkan. Selain itu, daun sering berdiri tegak dan terdapat bercak-bercak klorosis/kekuningan. Daun yang baru muncul berukuran kecil dan buah jeruk keprok pun berukuran kecil pula. Pengendalian penyakit ini, antara lain dengan cara: 1) Gunakan bibit jeruk yang bersertifikat bebas penyakit; 2) Awasi secara rutin setiap minggu dari kutu loncat jeruk Diaphorina citri sebagai vector penyakit CVPD; 3) Lakukan pemeliharaan yang baik, seperti pemupukan, pengairan dan pemangkasan; 4) Bagian tanaman yang diserang penyakit ini harus dipangkas dan dibakar; Tanaman jeruk keprok yang diserang berat dicabut dan dibakar; 5) Hindarkan tanaman kemuning, karena dapat sebagai inang alternatif vektor penyakit. 5. Embun Tepung Penyakit tanaman ini disebabkan serangan cendawan Oidium tingitanium, dengan menunjukkan gejala pada permukaan daun atau ranting muda terdapat lapisan tepung berwarna putih, daun akan keriting dan penyimpangan bentuk dan kering. Cara engendalian penyakit tanaman ini antara lain: 1) Lakukan sanitasi untuk daun-daun yang terserang penyakit dan tunas yang terserang serta tidak produktif/tidak berbuah; 2) Lakukan pengehembusan serbuk belerang; 3) Jika cara 1) dan cara 2) tidak mengurangi serangan dapat dilakukan penyemprotan fungisida sesuai anjuran. 6. Tristeza (Quick declaine) Gejala serangan penyakit tanaman ini terlihat pada daun menjadi kaku, lebih kecil dan tepinya melengkung ke atas. Tulang-tulang daun berwarna pucat, berbentuk garis-garis putus atau memanjang pada tulang daun yang tembus cahaya. Daun berwarna perunggu atau kuning dan gugur sedikit demi sedikit. Pengendaliannya dengan cara: 1) ) Gunakan bibit jeruk dengan mata tempel bebas penyakit dan batang bawahnya tahan Virus Tristeza; 2) Lakukan eradikasi (pemusnahan) tanaman jeruk yang terserang penyakit ini. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Budidaya Jeruk (Citrus sp.). Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2011. 2. Redaksi Agro Media. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jakarta: PT Agromedia Pustaka. 2009. 3. Jeruk Keprok. Direktorat Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. 2002.