Sebagai komoditi ekspor dari Indonesia untuk keperluan bahan industri farmasi, kosmetika, pengawet dan bumbu penyedap makanan dan minuman, Kulit Kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang dibutuhkan banyak negara. Sehubungan dengan hal tersebut, agar mendapat produksi kayu manis yang berkualitas tinggi dan memenuhi standar mutu baik nasional maupun internasioanal, diperlukan perawatan tanaman yang baik dan benar. Salah satu faktor penyebab turunnya mutu kulit kayu manis antara lain adanya serangan penyakit tanaman. Dibanding serangan hama, tanaman kayu manis lebih banyak diserang penyakit. Terutama pada musim hujan pada daerah dataran tinggi dengan tingkat kerapatan tanaman yang tinggi akan menyebabkan tingkat kelembaban tajuk tanaman cukup tinggi, sehingga menimbulkan kerentanan terhadap serangan penyakit. Pada saat penjarangan atau penyiangan gulma, jika tidak hati-hati berakibat adanya akar yang terluka sehingga tanaman mudah terinfeksi penyakit. Untuk itu, perlu dilakukan upaya pencegahan serangan penyakit tersebut. Beberapa jenis penyakit yang menyerang kayu manis antara lain: kanker baris, jamur upas dan cendawan daun. Penyakit Cendawan Daun Penyakit ini menyerang daun yang masih muda maupun ranting yang mengakibatkan mutu kayu manis menurun. Penyebab penyakit adalah cendawan Aecidium cinnamomi. Gejala, serangan berupa noda berwarna kuning yang tertutup oleh serbuk spora kuning, daun tampak bengkak. Infeksi ini menyebabkan jaringan daun dan ranting mengering atau mati. Pengendalian, penyakit cendawan daun dapat dikendalikan dengan fungisida Dithane M-45 80 WP. Selain dengan cara kimiawi, pengendalian dapat dilakukan dengan cara fisik yaitu dengan cara memangkas ranting yang terinfekksi. Penyakit Kanker Baris Kanker baris dikenal sebagai penyakit akar. Penyakit ini banyak muncul di perkebunan kayu manis rakyat yang berada di dataran tinggi yang beriklim lembab sepanjang tahun dengan periode keringnya sangat terbatas. Tanaman yang diserang berumur sekitar 2-3 tahun, yaitu pada saat kebun mulai padat. Selain itu, penyakit ini pun dapat terjadi dipesemaian pada tanaman yang relatif masih muda. Umumnya penyakit kanker baris ini muncul pada tanaman yang berada di tanah lempung, perakaran tidak dalam, dan sistim pembuangan airnya kurang baik. Sementara pada tanah remah dengan sistim pembuangan air yang baik, prkatis tidak pernah muncul penyakit ini. Di daerah pegunungan dengan lereng cukup miring, serangan penyakit praktis tidak membahayakan. Khususnya pada kebun yang ditumpangsarikan dengan palawija, infeksi umumnya terjadi melalui akar sebagai akibat terlukanya perakaran yang disebabkan kekurang hati-hatian petani pada saat membrantas gulma. Serangan pada tanaman yang akan dipanen dapat menurunkan kualitas kulit kayu manis. Penyebab penyakit, penyakit kanker baris disebabkan oleh virus Phytophthora cinnamomi Rands. Virus ini menyerang tanaman melalui luka pada akar. Hidupnya didalam tanah dan dapat bertahan hingga bertahun-tahun. Tanaman inang virus ini antara lain kayu manis, pinus, nanas, kina dan alpukat. Untuk itu, tumpang sari kayu manis dengan tanaman inang lainnya harus dihindari. Gejala, tanaman yang terinfeksi, pada kulit batang pokok timbul garis-garis hitam selebar 5 cm. Infeksi ini dimulai dari kulit batang pokok dekat leher akar dan menjalar hingga 10-15 meter, Selanjutnya kambium batang pokok akan mengering dan sekaligus kayu di bawahnya akan mati. Serangan bisa berhenti dan diikuti oleh penyembuhan kembali. Selanjutnya kanan dan kiri garis infeksi tumbuh kalus atau kulit baru sehingga lambat laun luka yang memanjang ke atas hampir tertutupkembali. Perkembangan akan lebih cepat bila pohon kayu manis cukup sehat. Infeksi pada tanaman yang mash muda menampakkan gejala seperti daun menguning atau layu, bentuk daun yang baru tumbuh tidak normal dengan ukuran kecil diikuti cabang yang mengering. Pengendalian, pengendalian secara fisik dilakukan dengan cara semua kulit tanaman yang sakit dikupas. Tanaman muda yang terinfeksi sebaiknya segera dicabut dan dibakar di luar kebun. Sementara infeksi pada tanaman tua dan sudah cukup umur untuk dipanen sebaiknya tanaman tersebut segera dipotong dan dipanen kulitnya. Kulit kayu seperti ini hanya laku di pasar lokal saja. Agar serangan penyakit tidak meluas perlu dilakukan pengontrolan kebun secara rutin, jika infeksi sudah cukup meluas perlu tindakan pemotongan keseluruhan tanaman kemudian potongan tersebut dibakar. Pengendalian secara kimiawi yaitu dengan memberikan fungsida Dithane M-45 80 WP. Dosisnya disesuaikan dengan anjuran yang tertera pada tabel kemasan. Penyakit Jamur Upas Penyakit jamur upas sering menyerang ranting maupun cabang kayu manis pada kondisi iklim sangat lembab atau kebun yang padat. Penyebab penyakit adalah cendawan Corticium yavanicum atau lebih dikenal jamur upas. Gejala, tanaman yang terserang tampak berwarna merah muda. Diatas permukaan ranting atau cabang tampak selapis jamur, baik sebagian maupun melingkari ranting atau cabang. Jika menyerang ranting atau cabang kecil maka tanaman cepat mati karena infeksi jamur menyerang dari kulit hingga ke dalam kayu, jika jamur menyerang ranting atau cabang agak besar tanaman yang terserang akan sembuh kembali. Pengendalian, penyakit ini akan segera lenyap bila kondisi iklim cerah. Cara pembasmian dapat dilakukan dengan memotong ranting atau cabang yang terserang. Atau dengan melakukan penyemprotan fungisida Dithane M-45 80 WP atau Derosal 60 WP. Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : Rismunandar dan Farry B.Paimin, "Kayu Manis-Budi Daya dan Pengolahan", Penebar Swadaya 2001.