Loading...

Penyakit Tungro

Penyakit Tungro
Penyakit Tungro ditularkan oleh wereng hijau terutama Nephoteltix virescens Distant. Akibat yang ditimbulkan dari penyakit tungro adalah berkurangnya jumlah anakan tanaman padi dan meningkatnya kehampaan gabah. Kehilangan hasil akan lebih tinggi apabila tanaman terinfeksi pada saat tanam sampai dengan sebulan setelah tanam. Kehilangan hasil pada periode rentan tersebut dapat mencapai 80-100 %. Pengamatan dan Prakiraan Serangan Tungro Waktu tanam yang berpeluang tinggi mendapat serangan tungro yang luas adalah waktu tanam paling akhir di daerah yang memungkinkan untuk tanam serempak. Sedangkan di daerah yang tidak memungkinkan, peluang terjadinya serangan tungro adalah sama pada seluruh waktu tanam sehingga perlu kewaspadaan pada seluruh waktu tanam tersebut. Penyakit tungro lebih sebih sering menjadi masalah besar pada tanaman padi musim hujan. Luas serangan pada musim kemarau terutama serangan periode Juli-September dapat dijadikan petunjuk untuk menduga luas serangan pada musim hujan. Semakin luas serangan pada Juli-September semakin luas kemungkinan serangan pada musim hujan. Untuk mengetahui kemungkinan ledakan tungro pada musim hujan perlu diamati luas serangan dengan cermat sebelum mulai musim hujan (curah hujan > 200 mm dalam satu bulan). Apabila peningkatan dua kali lipat luas serangan terjadi sebelum mulainya musim hujan > 70 % kemungkinannya akan terjadi ledakan serangan tungro. Apabila meningkatnya serangan dua kali lipat secara bersamaan dengan awal musim hujan peluangnya < 50 % ledakan. Sedangkan apabila kejadian meningkatnya luas serangan terjadi setelah musim hujan, kemungkinan kecil terjadi ledakan serangan tungro. Bagi petani untuk memperkirakan perkembangan tungro di petakan sawahnya, perlu melakukan pengamatan paling tidak sekali pada saat 3 minggu setelah tanam (MST). Apabila ditemukan 2 rumpun bergejala serangan tungro dari 10 rumpun yang diamati maka bila dibiarkan akan meyebabkan kehilangan hasil 10 %. Pengendalian Melakukan tertib tanam berdasarkan curah hujan dan populasi wereng hijau. Pergiliran varietas tahan wereng hijau dapat menekan insiden tungro pada padi sawah tanam serempak maupun tidak serempak sepanjang wereng hijau belum beradaptasi. Pembersihan rumput khususnya eceng gondok dan teki singgang dan bibiit dari ceceran gabah sebelum persemaian. Apabila populasi wereng hijau di persemaian tinggi atau melebihi ambang kendali maka dapat diaplikasikan insektisida sistemik yang mempunyai pengaruh kecil terhadap musuh alami, misalnya insektisida berbahan aktif imidakloprid. Disusun Oleh : Ade Supratman, SP. Admin SMIPP BPP BPP Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Sumber : Petunjuk Teknis Inovasi Teknologi IP Padi 300 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lembang