Loading...

PENYAKIT YANG SERING MENYERANG TERNAK DOMBA

PENYAKIT YANG SERING MENYERANG TERNAK DOMBA
Untuk menjaga kesehatan ternak domba harus dilakukan sanitasi dan tindakan preventif dengan membersihkan kandang dan peralatan dari sarang serangga dan hama. Kandang, tempat pakan dan tempat minum dicuci dan dikeringkan setiap hari. Juga perlu dilakukan pembersihan dari rumput liar di sekitar kandang dan kandang dibersihkan seminggu sekali. Perlu juga dilakukan pengontrolan penyakit, domba yang terserang penyakit dapat segera diobati dan dipisahkan dari yang sehat. Lakukan pencegahan penyakit dengan melakukan vaksinasi kepada dombayang sehat. Dalam perawatan ternak domba, induk domba yang bunting harus diberi pakan yang baik dan teratur, ruang gerak yang lapang dan dipisahkan dari domba lainnya. Induk yang baru melahirkan diberi minum dan pakan hijauan yang telah dicampurkan dengan makanan penguat. Selain itu, induk domba harus dimandikan. Anak domba (Cempe) yang baru dilahirkan, dibersihkan dan diberi colostrum (susu jolong) dan pakan yang bergizi. Anak domba yang telah disapih perlu diperhatikan dan diberikan pakan yang berkualitas baik dalam bentuk bubur tidak lebih dari 0,20 kg satu kali sehari. Untuk menjaga ternak domba tetap sehat perlu dilakukan vaksinasi setiap enam bulan sekali. Vaksinasi dilakukan dengan menyuntikan vaksin kedalam tubuh domba. Vaksinasi mulai dilakukan pada anak domba telah berumur 1 bulan, selanjutnya diulangi pada usia 2-3 bulan. Vaksinasi yang biasa diberikan adalah jenis vaksin Spora (Max Sterne), Serum anti anthrax, vaksin AE, dan Vaksin SE (Septichaemia Epizootica).Penyakit yang sering menyerang ternak domba adalah sebagai berikut: (1) Penyakit Mencret, penyebabnya adalah bakteri Escherichia coli yang menyerang anak domba berusia 3 bulan. Pengobatannya dengan menggunakan antibiotika dan sulfa yang diberikan lewat mulut. (2) Penyakit Radang Pusar, penyebabnya karena alat pemotongan pusar yang tidak steril atau tali pusar tercemar oleh bakteri Streptococcus, Staphyloccus, Escherichia coli dan Actinomyces necrophorus. Usia domba yang terserang biasanya anak domba yang berumur 2-7 hari, dengan gejala terjadinya pembengkakan di sekitar pusar dan apabila disentuh domba akan kesakitan. Pengobatan: dengan antibiotika, sulfa dan pusar dikompres dengan larutan rivanol. (3) Penyakit Cacar Mulut, penyakit ini menyerang domba usia sampai 3 bulan. Gejalanyanya anak domba yang terserang tidak dapat mengisap susu induknya karena tenggorokannya terasa sakit sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pengendaliannya dengan sulfa seperti Sulfapyridine, Sulfamerozine, atau pinicillin. (4) Penyakit Titani, penyebabnya kekurangan (defisiensi) Kalsium (Ca) dan Mangan (Mn). Domba yang diserang biasanya berusia 3-4 bulan. Gejalanya Domba selalu gelisah, timbul kejang pada beberapa ototnya bahkan sampai keseluruhan badannya. Penyakit ini dapat diobati dengan menyuntikan larutan Genconos. (5) Penyakit Radang Limpa, penyakit ini menyerang domba pada semua umur, sangat berbahaya, penularannya cepat dan dapat menular ke manusia Penyebabnya bakteri Bacillus anthracis. Dengan gejala suhu tubuh meninggi, dari lubang hidung dan dubur keluar cairan yang bercampur dengan darah, nadi berjalan cepat, tubuh gemetar dan nafsu makan hilang. Pengendaliannya dengan menyuntikan antibiotika Pracain penncillin G, dengan dosis 6.000-10.000 cc untuk setiap kg berat badan yang sakit. (6) Penyakit Ngorok, penyebabnya adalah bakteri Pasteurella multocida. Dengan gejala nafsu makan domba berkurang, dapat menimbulkan bengkak pada bagian leher dan dada. Semua usia domba dapat terserang penyakit ini, domba yang terserang terlihat lidahnya bengkak dan menjulur keluar, mulut menganga, keluar lendir berbuih dan sulit tidur. Pengendaliannya dengan menggunakan antibiotika lewat air minum atau suntikan. (7) Penyakit Perut Kembung, Penyebabnya karena pemberian pakan yang tidak teratur atau pakan hijauan rumput yang masih diselimuti embun. Gejalanya lambung domba membesar dan dapat menyebabkan kematian. Untuk itu diusahakan pemberian pakan yang teratur dengan jadwal dan jumlahnya, yang tepat. Janganlah mengembalakan ternak domba terlalu pagi. Pengendaliannya dengan memberikan gula yang diseduh dengan asam, selanjutnya kaki domba bagian depan diangkat keatas sampai gas keluar. (8) Penyakit Parasit cacing, semua usia domba dapat terserang penyakit ini. Penyebab:cacing Fasciola hepatica (Cacing hati), cacing Neoascaris vitulorum (Cacing gelang), cacing Haemonchus contortus (Cacing lambung), cacing Thelazia rhodesii (Cacing mata). Pengendaliannya diberikan Zanil atau Valbazen yang diberikan lewat minuman, dapat juga diberi obat cacing seperti Piperazin dengan dosis 220mg/kg berat badan domba. (9) Penyakit Kudis, merupakan penyakit menular yang menyerang kulit domba pada semua umur. Akibat dari penyakit ini produksi domba merosot, kulit menjadi jelek dan mengurangi nilai jual ternak domba. Penyebabnya parasit berupa kutu yang bernama Psoroptes ovis, Psoroptes ciniculi dan Chorioptes bovis. Gejalanya tubuh domba lemah, kurus, nafsu makan menurun dan senang menggaruk tubuhnya. Kudis dapat menyerang muka, telinga, perut punggung, kaki dan pangkal ekor. Pengendaliannya dengan mengoleskan Benzoas bensilikus 10% pada luka, menyemprot domba dengan Coumaphos 0,05 - 0,1%. (10) Penyakit dermatitis, adalah penyakit kulit menular pada ternak domba, yang menyerang kulit bibit domba. Penyebabnya virus dari sub-group Pox virus dan menyerang semua usia domba. Gejalanya terjadi peradangan kulit di sekitar mulut, kelopak mata, dan alat genital. Pada induk yang menyusui terlihat radang kelenjar susu. Pengendaliannya menggunakan salep atau Jodium tinctur pada luka. (11) Penyakit Kelenjer Susu, penyakit ini sering terjadi pada domba dewasa yang menyusui, sehingga air susu yang diisap anak domba tercemar. Penyebabnya ambing domba induk yang menyusui tidak secara rutin dibersihkan. Gejalanya ambing domba bengkak, bila diraba terasa panas, terjadi demam dan suhu tubuh tinggi, nafsu makan kurang, produsi air susu induk berkurang. Pengendaliannya dengan pemberian antibiotika melalui air minum. Penyuluh pertanian diharapkan tetap membimbing peternak dalam menangani penyakit ternak domba, dan tetap berkonsultasi dengan petugas Dinas yang menangani kesehatan hewan/ternak di kabupaten/kota. Penulis: Ir. Maiyunir Jamal, Penyuluh Pertanian Madya pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Sumber: http://infokebun.wordpress.com/2008/06/11/budidaya-domba/