Sapi potong merupakan ternak ruminansia yang secara alami memanfaaatkan pakan hijauan untuk keperluan kebutuhan hidup pokok. Hijauan pakan ternak yang umum digunakan untuk sapi potong adalah rumput .dan selebihnya tumbuhan yang ada dilingkungan budidaya sapi potong. Sapi yang digunakan sebagai sapi potong umumnya dibudidayakan secara penggemukkan sapi dengan sistem kereman yaitu sapi dikandangkan terus menerus dalam waktu singkat sekitar 3 - 4 bulan pemeliharaan. Dengan pemeliharaan sapi yang relatif singkat pakan yang diberikan pada sapi haruslah bahan pakan yang mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok dan pencapaian pertambahan berat badan sesuai untuk keperluan sapi yang siap dipotong. Pada usaha penggemukkan sapi sekitar 60-70% dari seluruh biaya produksi tersedot untuk penyediaan pakan, oleh karena itu perlu dipikirkan tentang bahan pakan pengganti yang murah dan mempunyai nilai gizi pakan sama dengan hijauan rumput yang yang biasa digunakan. Bahan pakan sapi dikelompokkan menjadi dua yaitu Hijauan dan Pakan Tambahan (Konsentrat). dan pakan tambahan (Feed Suplement). Untuk mendapatkan hasil produksi yang baik maka kedua macam bahan pakan sapi harus diberikan, agar dapat meningkatkan pertambahan berat badan sapi potong. Pakan Hijauan Hijauan merupakan bahan pakan utama bagi sapi potong berupa rumput yang terdiri dari rumput unggul, rumput lapangan dan sebagian jenis leguminosa.. Bahan pakan hijauan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan meliputi : 1.) Rumput-rumputan, terdiri dari rumput liar ( lapangan ) atau rumput unggul yang sengaja ditanam seperti : Ilalang, teki rumput gajah, rumput benggala; 2). Daun-daunan berupa daun pisang, daun ubi kayu dan daun ubi jalar. Daun pisang dapat diberikan dalam bentuk segar ataupun sisa pembungkusan yang diberikan dalam keadaan segar agar zat gizi paan tidak terlalu banyak yang hilang. Begitu pula dengan daun ubi kayu dan ubi jalar diberikan dalam bentuk segar sebagai sumber protein dan vitamin B1, B2, C dan Provitamin A.; 3). Daun-daun dari jenis kacang-kacangan banyak mengandung protein dan zat kapur yang tinggi sanagt baik digunakan untuk pakan ternak ruminansia. Daun kacang kacang yang dapat dipilih antara lain daun turi, daun lamtoro, daun kacang tanah, daun kedelai, daun kacang panjang, daun gamal dan daun kaliandra. Mengingat biaya pakan mencapai 70 % dari total biaya produksi perlu dikembangkan jenis pakan sapi potong yang lainnya sebagai pakan subtitusi dengan persyaratan pemberian pakan hijauan sebesar 10 % dari berat badan sapi. Jenis jenis pakan sapi potong yang perlu dikembangkan terdiri dari ; a. Umbi-umbian Umbi-umbian diberikan kepada sapi karena mempunyai kandungan protein, vitamin, pati dan mudah untuk dicerna. Umbi yang diberikan sebaiknya sisa yang tidak dapat dikonsumsi oleh manusia seperti ubi jalar, ubi kayu yang sudah tua dan berserat atau terlalu lama dalam penyimpanan, kentang yang telah keluar tunas-tunasnya dan berbecak hitam dan umbi talas. Untuk tanaman ubi jalar, ubi kayu dan talas sebelum diberikan diberikan kepada ternak sebaiknya dijemur dibawah sinar matahari atau direbus terlebih dahulu. b. Limbah pertanian, terdiri dari ; 1.) Jerami padi, pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak tidak begitu banyak digunakan sebab serat kasarnya yang tinggi. Salah satu cara untuk mengurangi kandungan serat kasar adalah dengan melalui proses amoniasi; 2). Jerami jenis kacang-kacangan, yang biasa digunakan peternak adalah jerami kedelai, jerami kacang hijau dan jerami kacang tanah. Jerami ini mengandung serat kasar lebih rendah dan protein yang lebih tinggi (sekitar 15%) dibandingkan jerami padi. Disamping itu jerami kacang-kacangan sifatnya lebih enak sehingga lebih disukai ternak dibandingkan jerami padi; 3.) Jerami Jagung, mempunyai kandungan nilai gizi yang lebih rendah dari jerami kacang-kacangan, tetapi masih lebih baik dibandingkan nilai gizi jerami padi dan lebih disukai ternak. 4.) Jerami Ketela (Ubi), terdiri dari ubi kayu dan ubi rambat yang kandungan gizinya lebih baik dari pada jerami padi. 5.) Limbah tanaman lainnya yang bisa digunakan antara lain kulit buah nanas yang diberikan 15% dari jumlah total pemberian pakan, biji pepaya diberikan 15% dari jumlah pakan dan bungkil kelapa sawit karet (dengan jumlah pemberian 20% dari jumlah pakan. Limbah ini dapat diberikan langsung kepada sapi potong. c. Limbah industri, yaitu bahan pakan ternak yang berasal dari limbah industri pengolahan tanaman pertanian meliputi dedak padi, bungkil kelapa, bungkil kedele, onggok dan ampas kecap. Pemberian pakan ternak sapi selain pakan hijauan sebaiknya dilakukan secara sedikit sedikit sampai ternak terbiasa, bila terjadi gangguan akibat pemberian pakan selain hijauan pakan ternak seperti sapi mencret, pertambahan berat badan yang cenderung turun dll, lakukan penghentikan pemberian pakan karena ada kemungkinan pemberian sudah melampaui batas kemampaun untuk mengkonsumsi bahan pakan. Penulis : Nani Priwanti Soeharto. Sumber : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat , 2009