Biaya pakan kira-kira 60-70 % dari besarnya biaya produksi dalam usaha peternakan, oleh karena itu dalam penyediaan pakan untuk pemeliharaan burung puyuh harus betul-betul disesuaikan dengan tujuan pemeliharaannya. Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut dijuga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Sedangkan bahasa asingnya disebut "Quil", merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakkan di Amerika Serikat, tahun 1870. Beternak burung puyuh terus dikembangkan ke penjuru dunia. Untuk di Indonsia burung puyuh mulai dikenal, dan diternakkan semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia. Sentra Peternakan burung puyuh di Indonesia banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Adapun manfaat burung puyuh, antara lain : 1) Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat; 2) Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga; 3) Kotorannya sebagai pupuk kandang atau kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Dalam beternak burung puyuh harus memperhatikan persyaratan lokasi. Adapun persyaratan lokasi beternak burung puyuh, sebagai berikut : 1) Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk; 2) Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran; 3) Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit; 4) Bukan merupakan daerah sering banjir; 5) Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Untuk mengoptimalkan budidaya beternak burung puyuh dengan hasil yang baik dan menguntungkan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dan keluarganya perlu penyediaan pakan yang memadai sesuai kebutuhan dan tujuan pemeliharaan burung puyuh. Pakan merupakan hal yang sangat menentukan keberhasilan dalam usaha di bidang peternakan dan pakan membutuhkan biaya yang paling besar (kurang lebih 60 - 70 % dari biaya produksi). Dengan besarnya biaya yang diperlukan untuk pakan dalam usaha bidang peternakan, maka para peternak harus betul-betul memperhatikan kebutuhan pakan yang harus diberikan agar mendapat keuntungan yang memadai sehingga dapat mensejahterakan peternak beserta keluarganya. Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk burung puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu : bentuk pellet, remah-remah dan tepung. Karena burung puyuh yang suka usil mematuk temannya akan mempunyai kesibukkan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum burung puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan untuk burung puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak burung puyuh pada bibitan terus-menerus (adlibitum). Dalam usaha peternakan, karena pakan mempunyai peranan yang cukup penting dan memerlukan biaya yang cukup besar untuk produksi . Oleh karena itu, dalam pemberian pakan pada usaha peternakan harus betul-betul diperhatikan oleh para peternak sehingga dalam memproduksi/budidaya ternak baik burung puyuh maupun ternak lainnya juga harus mempertimbankan kebutuhan pakan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pemeliharaan serta dapat memberikan keuntungan yang memadai dan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak beserta keluarganya. Penulis : Sri Hartati (Pusat Penyuluhan Pertanian ) email : tatik3454@yahoo.com Sumber : 1) http://omkicau.com/hobi-lain/berbagai-peluang-usaha-bidang-peternakan-perkebunan/budidaya-burung-puyuh/ (19/5 2011); 2) http: kayseridekifirmalar.com (20/5 2011)