Loading...

Penyediaan Pakan Ternak Babi

Penyediaan Pakan Ternak Babi
Normal 0 false false false EN-AU X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} Pakan memegang peranan kunci dalam efesiensi produksi. Pakan tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan zat makanan, tetapi juga untuk mempertahankan kesehatan sehingga babi dapat menunjukkan kemampuan produksinya. Pemberian pakan dengan mutu yang baik dan jumlah yang tepat akan dapat memberikan hasil yang opyimal, karena kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan pada fase atau tahap pertumbuhan tertentu. Tidak hanya itu saja, tertapi perlu juga didukung oleh program pencegahan penyakit. Caranya adalah dengan melakukan vaksinasi ataupun pengobatan terhadap ternak yang sakit. Tatalaksana yang rutin seperti pemberian zat besi untuk mencegah anemia, kastrasi pada waktu yang tepat juga merupakan bagian yang dapat memeperbaiki kinerja ternak babi yang dihasilkan. Bahan pakan yang diberikan kepada ternak babi sebaiknya yang mengandung : protein, karbohidrat, vitamin dan mineral yang seimbang. Selain bahan-bahan tersebut, bahan pakan yang banyak mengandung protein adalah : tepung ikan, susu bubuk, bungkil kedelai dan bungkil kacang tanah. Untuk bahan pakan yang banyak mengandung karbohidrat atau sebagai sumber energi , antara lain : dedak, bekatul dan mollase (tetes tebu). Sedangkan bahan pakan yang dapat digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral yang harganya relatif murah adalah yang berasal dari hijauan segar atau yang sudah berwujud tepung. Ransum adalah sejumlah campuran makanan dari berbagai bahan pakan yang diberikan kepada ternak dalam kurun waktu tertentu. Misalnya satu hari satu malam (24 jam), ternak babi harus mendapatkan zat-zat dalam perhitungan yang benar dan teliti. Jumlah pakan yang diberikan kepada ternak babi sebaiknya disesuaikan dengan pertumbuhan dan berat badan ternak. Pada fase pertama, pemberian ransum hanya untuk keperluan pertumbuhan maksimal. Akan tetapi sesuadah ternak babi mencapai berat hidup 70 kg, pemberian pakan harus dibatasi agar daging babi tidak terlalu banyak mengandung lemak. Untuk ternak babi penghasil daging (bacon) seperti Large White, dan Saddleback, pakan harus dibatasi sampai 2,5 kg per hari semenjak mereka mencapai berat 60 kg ke atas. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak terbentuk pelemakan yang berlebihan dan untuk memperbaiki karkas. Sebagai contoh, jumlah pakan yang diberikan pada ternak babi berdasarkan umur dan berat badan (BB), sebagai berikut : umur 8 minggu sehabis sapih (BB 15 kg) dengan pakan 0,75 kg, umur 10 minggu (BB 20 kg) dengan pakan 0,90 kg, umur 12 minggu (BB 25 kg) dengan pakan 1,10 kg, umur 14 minggu (BB 30 kg) dengan pakan 1,30 kg, umur 15 minggu (BB 35 kg) dengan pakan 1,50 kg, umur 17 minggu (BB 40 kg) dengan pakan 1,70 kg, umur 19 minggu (BB 50 kg) dengan pakan 2,00 kg, umur 20 minggu (BB 55 kg) dengan pakan 2,10 kg, umur 21 minggu (BB 60 kg) dengan pakan 2,30 kg, umur 22 minggu (BB 65 kg) dengan pakan 2,40 kg, umur 23 minggu (BB 70 kg) dengan pakan 2,50 kg, umur 24 minggu (BB 75 kg) dengan pakan 2,60 kg, umur 25 minggu (BB 80 kg) dengan pakan 2,70 kg, umur 26 minggu (BB 85 kg) dengan pakan 2,80 kg, umur 27 minggu (BB 90 kg) dengan pakan 2,90 kg, umur 28 minggu (BB 95 kg) dengan pakan 3,00 kg, umur 29 minggu (BB 100 kg) dengan pakan 3,50 kg. Sedangkan jumlah pakan yang diberikan didasarkan pada fase hidup atau umur masing-masing yaitu dibedakan antara untuk induk.dara, bibit dan induk yang sedang menyusui, sebegai berikut : (1) Induk dengan pakan 1 “ 2,5 kg + hijauan; (2) Dara bunting 3 bulan dengan pakan 2 kg + hijauan; (3) Dara akhir kebuntingan dengan pakan 3 kg + hijauan; (4) Induk bibit dewasa (bunting 3 bulan) dengan pakan 1,5 kg + hijauan; (5) Induk bibit dewasa (akhir bulan kebuntingan) dengan pakan 2,5 kg + hijauan; (6) Induk menyusui (muda) dengan pakan 2,5 kg + (0,25 kg/ekor anak); (7) Induk menyusui (dewasa) dengan pakan 2,5 kg + (0,25 kg/ekor anak). Penambahan garam dalam ransum dapat memberikan hasil berupa ternak yang sehat dan akan tumbuh dengan baik. Disamping itu, garam dalam ransum dapat menambah nafsu makan ternak babi. Sebagian sumber mineral yang baik dapat ibuat sendiri dar bahan kapur sebanyak 40 %, tepung tulang sebanyak 40 % dan garam beryodium 20 %. Penulis : Sri Hartati (Pusat Penyuluhan Pertanian ) email : tatik3454@yahoo.com Sumber : 1) Pedoman Teknis Budidaya Ternak Babi, Direktorat Jenderal Peternakan 2003; 2) http://www.google.co.id/images?rlz=1T4HPAA_enID258ID258&q=molasses&um=1&ie=UTF-8&source=og&sa=N&hl=id&tab=wi (theherbprof.com 24/1 2011); 3) http://www.google.co.id/search?q=bekatul&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=s&hl=id&um=1&ie=UTF-8&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi { duniadimensi.blogspot.com (24/5 2011)};