Loading...

PENYELEKSIAN (SORTASI) DAN PENGKELASAN (GRADING) BUNGA TANAMAN PISANG HIAS (HELICONIA)

PENYELEKSIAN (SORTASI) DAN PENGKELASAN (GRADING)  BUNGA TANAMAN PISANG HIAS (HELICONIA)
Untuk menghasilkan produk heliconia yang bermutu dan berdaya saing, mutlak diperlukan penerapan budidaya yang baik dan benar (Good Agricultural Practices/GAP) yang berisi instruksi kerja atau Standar Operating Procedures (SOP) berbasis GAP. Penerapan SOP merupakan salah satu bentuk pembinaan yang efektif bagi petani guna peningkatan mutu produk. Dengan mengacu pada SOP, petani dapat berproduksi secara efektif dan efisien menghasilkan produk ramah lingkungan dan memudahkan pelacakan tahapan prosedur manakala terjadi tuntutan dari konsumen. Ruang lingkup SOP heliconia meliputi: 1). penetapan lokasi, 2). penyiapan lahan, 3). perbenihan, 4). penanaman, 5). pengairan, 6). penyulaman, 7). penyiangan, 8). pemupukan, 9). pemangkasan, 10). perlindungan tanaman, 11). panen, 12). pengumpulan dan pembersihan bunga, 13). sortasi dan grading, 14). pengemasan dan pengangkutan, dan 15). pencatatan. Penyeleksian (sortasi) dan pengkelasan (grading) merupakan rangkaian kegiatan pascapanen. Kegiatan-kegiatan pasca panen hasil tanaman sangat penting untuk menekan tingkat kehilangan/kerusakan hasil seminimal mungkin, menjamin keseragaman ukuran dan mutu bunga potong, menjamin produk yang bebas dari hama dan penyakit, serta menjamin mutu produk sesuai dengan permintaan pasar. Melalui penanganan pascapanen hasil tanaman yang sesuai dengan SOP para petani produsen dan pelaku usaha florikultura diharapkan akan memperoleh nilai tambah produk dan peningkatan pendapatan. Di bawah ini diuraikan secara singkat mengenai SOP penyeleksian (sortasi) dan pengkelasan (grading) sebagai bagian dari ruang lingkup SOP heliconia. Penyeleksian (Sortasi) dan Pengkelasan (Grading) Kegiatan penyeleksian (sortasi) dan pengkelasan (grading) dimaksudkan untuk menyeleksi bunga heliconia dan kemudian mengelompokkan bunga hasil seleksi tersebut sesuai dengan kelasnya (grade). Adapun standar sortasi (penyeleksian) dan grading (pengkelasan) bunga heliconia, yaitu sebagai berikut: 1. Mengelompokkan tangkai bunga berdasarkan kultivarnya; 2. Mengklasifikasikan berdasarkan kelas atau ukuran dari kultivar yang sama (seragam). Bunga heliconia potong diklasifikasikan ke dalam empat kelas, yaitu: AA, A, B dan C, masing-masing dengan ciri-ciri sebagai berikut: a. AA: Sempurna, bunga dipanen ketika mekar optimal ditandai dengan bunga (braktea) membuka minimal dua buah, ukuram seragam, bebas organisme pengganggu tumbuhan, tidak mengalami kerusakan mekanis/fisik, tidak mengandung sisa pestisida dan kotoran; b. A: Sama dengan ciri AA, dengan toleransi 5 % boleh menyimpang; c. B: Sama dengan ciri AA, dengan toleransi 10 % boleh menyimpang; d. C: Selain AA, A dan B Ruang lingkup kegiatan sortasi (penyeleksian) dan grading (pengkelasan) meliputi: penyeleksian, pengkelasan, pemotongan batang (tangkai bunga), penyimpanan dan pencatatan. Adapun prosedur sortasi (penyeleksian) dan grading (pengkelasan) yaitu sebagai berikut: 1. Kelompokkan tangkai bunga berdasarkan kelas, warna dan varietasnya. Selain itu, pisahkan bunga yang baik dan kurang baik. Bunga yang kurang baik dicirikan antara lain: mengalami sedikit cacat, rusak atau busuk pada bagian seludang; sela-sela seludang banyak ditumbuhi cendawan serta ganggang; dan tangkai bunga tidak lurus; 2. Ikat tangkai bunga, lalu masukkan bunga yang sudah dipotong ke dalam wadah tempat penyimpanan sementara; 3. Letakkan bunga dalam wadah dengan posisi berdiri, agar pangkal tangkai bunga terendam air bersih, sehingga bunga tetap segar; 4. Catat seluruh kegiatan yang dilakukan pada kegiatan sortasi (penyeleksian) dan grading (pengkelasan). Diana Prasatyawati, Mei 2013 Sumber: 1. Anonim. 2010. SOP Standar Operasional Prosedur Budidaya Heliconia. Jakarta: Direktorat Budidaya Tanaman Hias, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian 2. Anonim. 2010. SOP Standar Operasional Prosedur Budidaya Heliconia. Jakarta: Direktorat Budidaya Tanaman Hias, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian