Pendekatan partisipatif dimaknai sebagai proses yang melibatkan berbagai pihak terkait yang dimulai dari proses penjajagan (identifikasi) kebutuhan, permasalahan dan potensi sampai dengan pengambilan keputusan dan perumusan tujuan dalam upaya memecahkan masalah, serta langkah-langkah untuk mecapai tujuan. Penyuluhan pertanian merupakan proses pembelajaran melalui upaya pemberdayaan dan pengembangan kemampuan untuk memecahkan masalah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka di wilayah masing-masing dengan prinsip kesetaraan, kemitraan, keterbukaan, kesetaraan kewenangan dan tanggungjawab, serta kerjasama yang ditujukan agar mereka berkembang menjadi dinamis dan berkemampuan utk memperbaiki kehidupan dan penghidupanya dengan kekuatan sendiri. Ada beberapa catatan penting tentang Penyuluhan Pertanian Partisipatif : 1. Prinsip-prinsip Penyuluhan Partisipatif dimaknai sebagai; (1) Menolong diri sendiri;(2) Partisipasi;(3) Kemitrasejajaran; (4) Demokrasi;(5) Keterbukaan; (6) Desentralisasi; (7) Keswadayaan;(8) Menemukan sendiri dan spesifik lokasi;(9) Membangun pengetahuan (Pembelajar);(10)Akuntabilitas; dan (11) Kerjasama dan Koordinasi. 2. Peran Penyuluh dalam Penyuluhan Pertanian Partisipatif; (1) Bertindak sbg pemandu dan pendorong;(2) Lebih mempertimbangkan aspek-aspek non teknis;(3) Menyeimbangkan distrubusi kekuasaan utk menghindari dominasi yg menghambat keterlibatan pelaku utama;(4) Memberi informasi terbuka dan menumbuhkan komunikasi dua arah; dan (5) Mendotong pelaku utama utk belajar dari pengalaman dan penemuan mereka sendiri. 3. Dampak Positif Penyelenggaraan Penyuluhan Partisipatif; (1) Perencanaan dan pelaksanaan lebih sesuai dengan kondisi nyata; (2) Menimbulkan rasa memiliki dan tanggungjawab di kalangan pelaku utama dan pelaku usaha;(3) Memberdayakan semua pihak;(4) Pelaksanaan program/kegiatan lebih obyektif dan fleksibel;dan (5) Mendorong tumbuhnya keterbukaan; 4. Strategi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Partisipatif;(1) Membangun kemitraan diantara seluruh (pemangku kepentingan) stakeholders;(2) Mengembangkan lembaga penyuluhan utk menjadi lembaga pembelajaran;(3) Mengembangkan pendekatan kesisteman yang menyeluruh;(4) Membangun Penyuluh yang mengacu kepada kebutuhan pelaku utama;(5) Menjadikan pelaku utama sebagai aktor/ subyek pembangunan pertanian;dan (6) Menciptakan struktur penyuluhan yang sependek mungkin (debirokratisasi). 5. Permasalahan yang dihadapi di lapangan, antara lain; (1) Pola pikir dan perilaku pelaku utama masih berorientasi pada aspek produksi; (2) Menurunnya minat generasi muda di bidang pertanian; (3) Lemahnya kapasitas kelembagaan petani;(4) Masih lemahnya akses pelaku utama terhadap modal, teknologi, sarana produksi, dan informasi pasar;(5) Rendahnya kualitas SDM yang bekerja di sektor pertanian; (6) Masih rendahnya kemandirian pelaku utama; dan (7) Masih rendahnya disiplin dan etos kerja aparatur pertanian. 6. Upaya Pemecahan Masalah; (1) Peningkatan pemahaman/Perubahan pola pikir dan perilaku pelaku utama yang berorientasi pasar; (2) Penyadaran dan motivasi serta insentif usaha pertanian di kalangan generasi muda;(3) Pemberdayaan kelembagaan Kelompoktani,KTNA, dan Gapoktan dalam mengakses dunia luar; (4) Diklat SDM petani di bidang agribisnis; (5) Pemberdayaan kelembagaan petani dibidang kemampuan dan kemandirian pelaku utama;dan (6) Peningkatan disipliln dan etos kerja pelaku utama; 7. Perubahan Perilaku yang diharapkan dalam Penyelenggaraan Penyuluhan : 8. Dalam menghadapi perubahan perilaku dan perkembangan zaman, teknologi yang cepat dan dinamis, seorang Penyuluh Pertanian, hendaknya memiliki Etos Kerja yang positif; (1) Memiliki tangggungjawab; (2) Mempunyai rasa peduli dengan orang lain; (3) Mampu memilih kata-kata yang tepat; (4) Mampu memberikan solusi, jangan hanya kritik; (5) Mampu menebar senyum dan ramah; (6) Mernjadi pendengar yang baik; dan (7) Memberi penghargaan. 9. Selanjutnya Penyuluh Pertanian juga dapat meniti karier gemilang, asal memenuhi; (1) Mampu bersikap dewasa di dunia kerja; (2) Menjadi pribadi yang berwibawa di dunia kerja; (3) Mahir dan sukses bergaul di dunia kerja; (4) Kemampuan menjual; (5) Menemu-kenali jati diri dan harga diri anda; dan (6) Memiiliki perencanaan hidup. Memahami orang lain; (7) Memiliki pengetahuan dan wawasan luas; (8) Memiliki kepribadian dan berintegeritas; (9) Menciptakan suasana harmonis di tempat kerja, antara lain;(a) Ramah tamah (b) Mau mendengar; (c) Rendah hati (d) Mampu menemukan penyelesaian; dan (e) Menghargai kemampuan teman. 10. Disamping itu Penyuluh pertanian juga cerdas menjaga keseimbangan, antara lain: (1) Cinta merubah kehidupan menjadi lebih baik; (2) Komunikasi dialogis kunci menyelesaikan masalah secara konstruktif; dan (3) Mampu tampil cerah ditengah krisis. 11. Jangan lupa Penyuluh Pertanian juga harus meningkatkan kualitas hidupnya,dengan menerapkan resep, antara lain; (1) . Jangan menunda utk mengembangkan diri;(2) Lupakan masa lalu; (2) Cepat belajar;(3) Tinggalkan Zona kenyamanan;(4) Berani berbuat salah; (5) Aktif membina hubungan; (6) Menambah kemampuan/ketrampilan; dan (7) Meningkatkan hubungan dengan Tuhan. Penulis : MASRUKIN,SP. Penyuluh Pertanian Madya, KJF, Dinas Pertanian Daerah Kab.Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.