Loading...

Penyemaian Benih Kelapa

Penyemaian Benih Kelapa
Penyemaian benih merupakan kegiatan penanaman biji kelapa yang terpilih sebagai benih di persemaian. Benih dibiarkan berkecambah dan tumbuh hingga siap dipindahkan ke areal penanaman. Syarat persemaian Agar proses perkecambahan benih berjalan dengan baik, secara teknis pesemaian harus memenuhi persyaratan berikut: Persemaian harus dekat dengan sumber air, untuk memudahkan penyiraman; persemaian sebaiknya dekat areal pembibitan atau penanaman untuk memudahkan pengangkutan bibit; persemaian harus berlokasi di tempat yang mudah diawasi secara intensif, baik terhadap gangguan manusia, hewan, dan gangguan lainnya; tanah persemaian sedapat mungkin datar; areal persemaian dan sekitarnya harus bebas hama penyakit; areal persemaian tidak mudah tergenang air; sinar matahari tidak terhambat pepohonan di sekitarnya untu masuk ke persemaian. Persiapan persemaian Sebelum benih disemaikan, persemaian perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Pohon-pohon yang ada ditebang, serta akar dan tunggulnya dibongkar. Semak belukar yang adapun dibabat dan ditumpuk di tempat tertentu yang biasanya dibakar setelah kering. Selain pohon dan semak, batu-batuan dan kerikilpun dikeluarkan dari areal. Agar kesuburan tanah bertambah gunakan pupuk kandang atau kompos yang bersih. Dosis pupuk kandang sekitar 10-15 ton/ha atau disesuaikan dengan luas areal dan biaya yang tersedia. Sementara dosis kompos disesuaikan dengan kemampuan biaya. Pupuk kandang atau kompos diberikan sekaligus atau bertahap dengan cara disebarkan merata di lahan yang akan ditanami. Pada tahap berikutnya bedengan mulai dibuat dengan tinggi 25 cm, lebar 25 m, dan panjang sesuai kondisi lahan. Bedengan dibuat dengan arah utara selatan. Setiap bedengan berukuran 2 m x 25 m dapat memuat sebanyak 1750-2000 benih. Jarak antar bedengan pada 1 deretan bedengan sekitar 90 cm yang dapat difungsikan sebagai parit drainase. Sementara jarak antar 1 deretan bedengan dengan deretan lainnya sekitar 1 m, yang dapat difungsikan sebagai jalan inspeksi. Di lokasi tanah yang becek atau sering tergenang, parit drainase perlu dibuat lebih dalam khususnya pada bagian tengah parit. Penyayatan sabut buah Penyayatan sabut bertujuan untuk mempermudah peresapan air kedalam benih. Penyayatan sabut buah ini dilakukan pada tonjolan sabut yag berhadapan dengan sisi yang terlebar di atas lembaga atau tangkai buah, lebar sayatan sekitar 5 cm. Penyemaian benih Setelah dipersiapkan dengan baik, benih dapat disemaikan. Penyemaiannya dilakukan agak miring dengan bidang sayatan menghadap ke atas. Buah disemaikan dengan arah yang sama dan hampir bersinggungan. Bentuk semaiannya bisa sejajar ataupun zigzag. Sekurang-kurangnya ada 2/3 bagian buah harus terbenam di dalam tanah. Pembibitan semaian Benih yang ada di persemaian perlu dipelihara dengan baik agar pertumbuhannyapun baik. Kegiatan ini berupa penyiangan, penyiraman, dan pengaturan air drainase. Setiap hari bedengan memerlukan air sebanyak 4 - 5 liter/m2 atau setara dengan sekitar 5 mm curah hujan. Penyiraman akan lebih baik dilakukan pada pagi dan sore hari dengan volume yang sama. Pemindahan bibit di persemaian Dua minggu setelah disemaikan biasanya benih sudah mulai tumbuh menjadi bibit dengan panjang tunas 3 - 5 cm. Bibit ini dipindahkan secara berangsur-angsur ke pembibitan. Selanjutnya pemindahan bibit dilakukan secara teratur setiap 2 minggu sekali hingga 4 bulan setelah penyemaian.(Shalimar Andaya Nia) Sumber: Sukamto I. T. N., Ir. Upaya Meningkatkan Produksi Kelapa, Penebar Swadaya, 2001.