Berbudidaya buah melon lumayan sulit, karena banyak sekali hal yang harus diperhatikan, baik dari segi cara penyemaian biji sampai cara-cara perawatan tanaman. Dengan mengetahui cara menyemai biji melon diharapkan biji yang disemai bisa tumbuh sesuai harapan sehingga dapat meminimalisir kegagalan dan kerugian. Berikut langkah penyemaian bibit melon antara lain : Pembuatan Media Semai. Melon termasuk tanaman yang tidak terlalu menuntut media semai yang khusus untuk pembibitannya. Medianya dapat dibuat dengan berbagai variasi, contohnya dengan mencampurkan tanah, pasir dan pupuk kandang atau kompos, asal perbandingannya sesuai misalnya 1:1:1. Untuk mendapatkan hasil bibit melon yang kekar dan sehat maka komposisi media semai yang tepat terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, pupuk SP-36 atau NPK ditambah dengan insektisida karbofuran. Cara dan Waktu Penyemaian. Benih melon yang akan disemaikan, direndam terlebih dengan larutan fungisida selama 2-4 jam. Tiriskan benih dan bungkus dengan kertas koran atau kain. Polybag diisi media yang berupa campuran 2 bagian sekam dan 1 bagian tanah. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1 yang telah disiapkan, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, tidak mudah rebah. Untuk merangsang perkecambahan benih dengan menciptakan suasana hangat maka tutuplah permukaan persemaian dengan karung goni basah. Apabila kecambah telah muncul kepermukaan media semai (pada hari ke-3 atau ke-4) maka karung goni dapat dibuka. Letakkan semaian dalam sungkup. Lakukan penyiraman dengan gembor agar percikan air tidak merusak bibit. Setelah berumur 10-14 hari atau telah mempunyai 4-5 helai daun, melon ditanam di kebun. Lahan penanaman melon biasanya ditutup dengan mulsa. Penulis : Nursita Apriani, SP PPL Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi