Penyerbukan Bunga Dalam melaksanakan penyerbukan bunga vanili, diperlukan bantuan manusia karena tanaman vanili tidak dapat menyerbuk sendiri. Penyerbukan dilakukan pada pukul 09.00-12.00 pada saat bunga mekar dan embun pagi telah berkurang. Jumlah bunga pada setiap tandan antara 15-20, penyerbukan sebaiknya dilakukan pada bunga terbawah yang paling dulu mekar, penyerbukan bunga pada satu tandan membutuhkan waktu 7-10 hari. Penyerbukan dilakukan dengan menggunakan stik terbuat dari lidi atau bambu, lalu ditekan pada bibir bunga sehingga tangkai putik terkoyak dan terbuka, kemudian tutupnya diangkat hingga kepala benangsari terangkat. Kemudian tepungsari diambil dan diletakan pada kepala putik. Bila penyerbukan berhasil akan terjadi pembuahan dan daun bunga akan gugur. Untuk menghasilkan kwalitas buah yang baik setiap tandan hanya 9-12 bunga saja yang dipelihara. Panen Buah vanili yang siap dipanen biasanya telah berumur 8-9 bulan setelah penyerbukan, buah yang berwarna hijau mulai memudar dan ujung polong mulai menguning tetapi belum pecah. Pemetikan buah dilakukan secara bertahap dengan cara memanen buah yang telah tuwa/masak saja. Pemetikan dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan gunting pangkas. Polong vanili yang dipanen pada umur yang tepat akan menghasilkan vanili kering yang mengkilat, lentur, berdaging, warna coklat kehitaman dengan aroma yang khas dan tajam serta kadar vanillin yang tinggi. Pasca Panen Kegiatan yang dilakukan pada pasca panen, buah/ polong vanili yang baru dipanen dicuci dan disortir, lalu kegiatan proses pengolahan polong vanili dilakukan 5 tahap yaitu antaralain: Pelayuan Pelayuan dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan vegetative dan mendorong pembentukan enzim pembentuk vanillin. Prosesnya adalah dengan cara mencelupkan polong vanili ke dalam air yang bersuhu 63°-65° C selama 2-5 menit. Pemeraman Setelah polong dilayukan, polong vanili ditiriskan dan dilakukan pemeraman selama 24 jam dengan suhu 38°-40° C dengan tujuan agar terjadi reaksi enzimatis pada polong vanili untuk pembentukan vanillin, selain itu juga polong vanili akan berubah warna kecoklatan dan berminyak. Pengeringan Polong dikeringkan dengan cara dijemur atau dengan alat pengering khusus sampai kadar air mencapai 50-60%. Pengering-anginan Tujuan dilakukan pengering anginan untuk menurunkan kadar air secara perlahan dan meningkatkan aroma vanillin. Polong disusun pada rak bambo/ kawat dan disimpan dalam ruangan selama 30-45 hari. Bila kadar air sudah mencapai 30-35 % dikeluarkan dari rak, untuk proses selanjutnya pengeringan dapat juga dikombinasikan dengan menggunakan oven dengan suhu 50° C selama 3 jam setiap hari untuk menghasilkan mutu vanili yang lebih baik dan waktu yang lebih singkat sekitar l0 hari. Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk menyempurnakan dan memantapkan aroma dari polong vanili. Polong-polong vanili diikat 50- l00 polong per ikat, dibungkus dengan kertas minyak atau kertas paraffin dan dimasukkan dalam peti berlapis kertas minyak, penyimpanan dilakukan selama 2-3 bulan. Disusun Oleh : Edwin Herdiansyah, S.P Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan dan sumber media lainnya.