Untuk mendapatkan pertanaman kakao yang baik dan produksi yang optimal, diperlukan benih unggul dan bermutu. Untuk mencukupi kebutuhan benih unggul bermutu tersebut diperlukan pembangunan kebun induk kakao sesuai dengan standar teknis. Dalam membangun kebun induk kakao tersebut diperlukan persiapan yang terdiri dari penyiapan lahan, penanaman tanaman penaung, mengajir dan membuat lubang tanam. Disamping itu, diperlukan pula penyiapan batang bawah yang baik melalui pembuatan persemaian dan pembibitan kakao sehingga okulasi kakao dapat berhasil dengan baik dan dapat berproduksi optimal. Penyiapan Lahan Dalam penyiapan lahan untuk kebun induk kakao, bila areal yang digunakan untuk kebun induk kakao adalah bekas tanaman lain, maka perlu dilakukan penebangan pohon dan pengolahan tanah sehingga tidak ada sisa akar tanaman yang tersisa. Kemudian dikakukan pembersihan gulma, pengajiran dan penanaman tanaman penaung. Pada tanah miring, perlu dibuat teras dan saluran drainase serta rorak. Jarak tanam kakao 3x3 m atau populasi 1.111 pohon/ha, dan jarak penaung tetap 3x6 m dimana jarak barisan 6 m dengan arah timur barat dan jarak dalam barisan 3 m dengan arah utara-selatan. Penanaman tanaman Penaung: Tanaman penaung diperlukan bagi tanaman kakao, sehingga harus dipersiapkan sebelum tanaman kakao ditanam. Tanaman penaung untuk kakao terdiri dari tanaman penaung sementara dan tanaman penaung tetap. Tanaman penaung sementara maupun tanaman penaung tetap ini ditanam satu tahun sebelum penanaman tanaman kakao. Tanaman penaung sementara dapat menggunakan Moghania macropylla atau tanaman pisang dan penaung tetap dapat menggunakan Glyricideae (lamtoro) . Mengajir dan membuat lubang tanam: Agar pertanaman kakao dapat ditanam secara teratur sesuai dengan jarak tanam yang dikehendaki, diperlukan pengajiran. Ajir dipasang dengan jarak 3x3 m. Kemudian dibuat lubang tanam dengan ukuran 60x60 cm tiga bulan sebelum tanam. Tanah atas dan bawah dipisahkan. Lubang ditutup satu bulan sebelum tanam dan diberi pupuk organik 10 kg/lubang. Penyiapan Batang Bawah. Untuk penyiapan batang bawah diperlukan pembuatan pesemaian dan pembibitan tanaman kakao. Untuk batang bawah ini dipilih tanaman kakao yang mempunyai perakaran yang kuat, tahan terhadap hama penyakit dan memiliki daya adaptasi terhadap lingkungan. Pesemaian. Pemilihan Lokasi: Lokasi untuk pesemaian benih kakao dipilih pada daerah yang dekat dekat sumber air, datar dan rata, terlindung dari angin, hewan pengganggu dan sinar matahari langsung, mudah diawasi, dan dekat dengan lokasi pertanaman. Medium Persemaian: Untuk persemaian diperlukan bedengan dengan lebar 120 cm dan panjang sesuai kebutuhan. Dalam persemaian ini diperlukan naungan berupa naungan buatan atau pohon-pohonan. Tanah dicangkul sedalam 30 cm, dibersihkan dari batu dan akar pohon, kemudian tepi bedengan diberi penahan dari papan atau batu bata. Atap bedengan dimiringkan menghadap ke timur dan tiang sebelah timur lebih tinggi dari barat. Kebutuhan benih: Kebutuhan benih untuk 1 ha tanaman kakao sebanyak 2000 butir (termasuk cadangan 30&) dengan asumsi daya kecambah 90%.. Pendederan : Benih dibenamkan ¾ bagian, agak miring berjajar, dengan jarak 2.5x 5 cm. Tutup dengan karung goni bersih yang telah diperlakukan dengan fungisida. Pemeliharaan: Penyiraman benih dilakukan setiap pagi dan sore. Mulai hari ke 5, setiap hari dilakukan pengawasan terhadap pertumbuhan kecambah. Pembibitan. Lokasi: Dekat sumber air, ada sarana jalan ,datar dan rata, terlindung dari angin, hewan pengganggu dan sinar matahari langsung, mudah diawasi, dan dekat dengan lokasi pertanaman. Cara pembibitan: Polybag plastik hitam atau transparan ukuran 20x30 cm, tebal 0.08 mm dilobangi, diisi dengan tanah subur atau campuran tanah, pasir kali dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Pemindahan kecambah dilakukan 4-12 hari setelah benih dikecambahkan. Pemeliharaan bibit: Bibit di polybag dijajarkan dalam bedengan dan diberi naungan , lakukan penyiraman pagi dan sore, setelah berumur 1 bulan, lakukan pemupukan dengan 2 gram NPK 2x sebulan, beri pohon penaung dengan tanaman lamtoro. Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Madya Sumber: Pedoman Teknis Pembangunan Kebun Induk Kakao, Direktorat Jenderal Perkebunan, Departemen Pertanian, Jakarta. 2006.