Loading...

Penyiapan Lahan untuk Tanam Belimbing

Penyiapan Lahan untuk Tanam Belimbing
Belimbing biasanya dapat tumbuh subur di dataran rendah. Di pekarangan ataupun di ladang-ladang, umumnya belimbing ditanam. Belimbing tidak menuntut persyaratan yang khusus karena belimbing dapat tumbuh pada berbagai macam tanah. Bahkan pada tanah tyang keringpun belimbing bisa hidup. Jenis tanah yang berat maupun ringan, belimbing dapat hidup asalkan tanah diolah dengan baik. Untuk pertumbumbahan yang optimal, belimbing membutuhkan persyaratan tumbuh yaitu tanah subur dengan porositas baik, struktur tanah remah dan gembur, kaya nutrisi dan mengandung kapur. Oleh karena itu maka sebelum menanam belimbing, diperlukan penyiapan lahan dengan baik. Pekerjaan awal dalam penyiapan lahan yaitu membersihkan lahan dari batu, rumput atau gulma, cabang dan ranting pohon, serta benda-benda asing yang dapat mengganggu pertumbuhan muda. Selain itu bongkar akar dan tanaman yang dapat menyebabkan hama dan penyakit perlu dilakukan juga. Sebaiknya sisa-sisa bongkaran tersebut diupayakan untuk dibakar. Pemindahan Benih Penyapihan (pendederan benih pada umur 6-8 bulan dari persemaian ke dalam polibag atau keranjang atau lahan yang telah diisi media campuran tanah dengan pupuk kandang. Pekerjaan berikutnya yaitu pembuatan lubang tanam, saluran air, rorak, jalan kebun, bak penampung air, saung, pagar kebun, dan kalau perlu gudang. Pengolahan Media Tanam Persiapan lahan. Luasan minimum yang diperlukan benih untuk operasional pembenihan adalah 2.000 m 2 , yang dapat menampung bibit sebanyak 5.000-10.000 benih . Sedangkan lahan untuk pohon induk dapat disediakan tersendiri atau ditanam dalam lahan operasional. Syarat utama dalam pemilihan lahan adalah tersedianya air bagi tanaman, sebagai indikator alami ada atau tidaknya sumber air dapat digunakan pohon enau, karena umumnya pohon enau hidup di daerah yang banyak mengandung air. Ciri lain lahan yang mengandung air adalah daerah tersebut berada di suatu lembah bukit atau pegunungan. Lahan untuk tanaman belimbing di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl, dengan kedalaman air tanah antara 50-200 cm dibawah pemukaan tanah dan memiliki pH 5,5-7,5. Tanah lahannya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainasenya baik, serta waktu penanaman yang paling baik di daerah yang mempunyai iklim antara 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering. Pembukaan Lahan.Tentukan areal lahan yang strategis dan subur. Cara pengolahan lahan (pembajakan/pengarukan dan pencangkulan). Cukup dalam antara 30-40 cm hingga gembur, kemudian dikeringanginkan selama 15 hari. Tambahkan pada tanah yang telah diolah dengan pupuk kandang yang matang dan halus sebanyak 2 kg/m2 kemudian rapikan bedengan sambil campurkan dengan tanah atas secara merata, dan dirapikan dengan alat bantu papan kayu atau bambu atau cangkul dan selanjutnya lahan siap ditanami. Pembentukan Bedengan. Setelah tanah digemburkan, maka bedengan dibuat dengan ukuran 3-4 m, tinggi 30 cm. Lebar dan panjang sebetulnya tergantung luas kebun, namun idealnya panjang bedengan +10 m. Bedengan sebaiknya membujur posisi Utara-Selatan supaya mendapatkan sinar matahari pagi.. Pasang (tancapkan) tiang-tiang bambu di sisi Timur bedengan setinggi 100-150 cm, dan di sisi Barat 75-100 cm, kemudian pasang pula palang-palang sambil diikat. Selanjutnya pasang atap dari dedaunan (jerami) atau plastik bening (transparan) sehingga bedengan siap digunakan. Tanah bagian atas perlu diratakan untuk menopang bibit yang akan ditanam. Jarak baris penanaman benih, idealnya + 6 m. Sedangkan jarak di dalam baris bedengan sepanjang 5 m dengan keadaan membujur Utara selatan tentunya. Selanjutnya, bedengan diberi atap pelindung dengan jarak bedengan ini dapat dijadikan untuk sarana lalu lintas para pekerja dan dapat digunakan sebagai saluran air pembuangan. Untuk menambah kesuburan,bedengan selain diberi pupuk kimia juga diberi pupuk hijau maupun organik. Kalau diberi pupuk kandang, tentunya pupuk yang sudah matang. Setelah bedengan sudah siap, dilanjutkan pembuatan lobang tanam. Adapun caranya yaitu dengan memasang pelurus yang sejajar dengan panjang bedengan kira-kira 50-100 cm dari tepi bedengan. Ukur jarak tanam yang diinginkan pada, pada sepanjang tali pelurus tersebut. Selanjutnya beri tanda ajir untuk tanda tanaman belimbingyang akan ditanam. Demikian cara penyiapan lahan untuk bertanam belimbing. Bila ada waktu yang cukup dan cukup biaya, maka seluruh tanah bisa dikerjakan semua. Namun kalau ada keterbatasan tenaga dan waktu tanam sudah mendesak, maka pengerjaan tanah dapat dilakukan pada barisan yang akan ditanami saja sampai tanah menjadi gembur. Penulis: Yulia Tri S (Penyuluh Pertanian Madya) Email : yuliatrisedyowati.@yahoo.co.id. Sumber: 1. Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS 2. Arief PS,2009. Budidaya-Usaha -Pengolahan Agribisnis Belimbing, CV Pusaka Grafika, bandung