Loading...

Penyimpanan dan Pengeringan Shitake pada Budidaya Dalam Kantong Plastik

Penyimpanan dan Pengeringan Shitake pada Budidaya Dalam Kantong Plastik
Jamur jenis Lentinus bisa dikonsumsi segar ataupun dikonsumsi setelah dikeringkan; dapat juga dimasak dan dibuat makanan kaleng atau dalam larutan yang dicampur dengan anggur. Jamur yang dikemas secara kering mempunyai bau yang hamm, mudah disimpan, dan mudah diangkut. Kadar air pada waktu segar bervariasi, tergantung pada masa atau waktu pemetikannya serta kondisi lingkungan yang berkisar 70% - 95%. Sedangkan setelah dikeringkan kadar air tinggal 10% - 13%. Persentase kekeringan dari jamur segar tergantung pada cuaca waktu memanen dan kualitas jamur yang dikehendaki. Pada musim dingin dan cuaca bersih, kualitas terbaik Dong-gu paling tinggi mencapai 32% - 37%. Artinya berat basah atau segar jamur 100 kg bila kering menjadi 32 - 37 kg. Bila cuaca sangat dingin, biasanya konversi kualitas Dong-gu, menj adi 18% - 24% dan untuk kualitas Hyangshin 12% - 14%. Pada musim semi, persentase kualitas Hyangsin 9% - 10% pada hari cerah dan 6% - 8% pada hari-hari hujan. Metode pengeringan jamur dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengeringan dengan sinar matahari dan pengeringan dengan mesin pengering. Pada cuaca yang cerah, setelah bagian pangkal dari tangkai jamur (segar) dipotong dan diletakkan pada tampir atau rigen (anyaman bambu) dan dikeringkan dengan sinar matahari. Bila cuaca baik (cerah), maka 2-4 hari jamur segar telah menjadi kering. Pengeringan yang dilakukan dengan mesin pengering, sebaiknya dilakukan secara bertahap. Suhu awal pada hari-hari cerah setinggi 35°C dan pada hari-hari hujan setinggi 30°C. Pengeringan ini dilakukan selama 5 hari pada jamur yang tumbuh di hari-hari cerah dan 7 hari untuk jamur yang tumbuh pada hari-hari hujan. Kemudian, suhu dinaikkan antara 40°C - 60°C selama 12-18 jam. Kenaikan suhu ini dilakukan secara bertahap agar aroma tidak hilang. Jamur dianggap kering bila kadar aimya berkisar 10% - 13%. Jamur Lentinus kering mempunyai sifat hygroskopis, yaitu mudah menyerap air. Oleh karena itu, jamur shitake yang telah kering harus disimpan dengan baik. Bila kandungan airnya naik menjadi 20%, maka jamur mudah terserang serangga dan mold (jamur perusak) sehingga tudungnya melunak dan hancur. Pada awalnya, permukaan badan buah terkena bubuk putih, kemudian lamella atau insang yang tadinya berwama cokelat berubah menjadi kuning keputihan. Penyimpanan jamur yang telah kering dikemas dalam kantong plastik, ditutup sempuma, dan disimpan di tempat atau ruang kering, bersih, dan gelap. Pengangkutannya bisa dimasukkan dalam bentuk paket atau di karton kardus; bisa juga dimasukkan dalam peti kayu yang disimpan di kamar pendingin bersuhu 2° C - 5°C. Sumber : Jamur Shitake, Patah Suhardiman