Loading...

PENYIRAMAN DAN PEMUPUKAN TANAMAN SRIKAYA

PENYIRAMAN DAN PEMUPUKAN TANAMAN  SRIKAYA
Tanaman srikaya sangat cocok tumbuh di Indonesia dengan matahari yang terik sepanjang tahun. Tanaman ini telah ditanam pendahulu kita sebagai tanaman perdu yang mengisi pekarangan rumah. Hampir seluruh kampung di Indonsia mengenal tanaman ini. Setiap daerah memiliki nama yang berbeda-beda seperti sorkajeh (Madura), atisi (Maluku),sirikaya,atis (Sulawesi), serkaya, surikaya (Jawa), seraikaya (Lampung), ata (Timor), garoso (Bima) dan lain-lain. Habitat asli srikaya, berasal dari daerah tropis di Amerika, Karibia,Jamaika, India dan Pakistan.Dari India menyebar menuju garis khatulistiwa, dan orang Vietnam menamainya Na atau Mang Cau Ta, Thailand menamainya Noi Na, Melayu menyebut dengan buah nona atau nona srikaya sedangkan Filipina menyebutnya Atis seperti sebagian orang Sulawesi menyebut buah ini. Budidaya tanaman srikaya di Indonesia, umumnya masih bersifat usaha tani pekarangan yang jumlahnya sedkit dan tidak menerapkan teknologi maju. Usaha pengelolaannya pun masih sederhana, sehingga belum mampu memenuhi tuntutan pasar atau konsumen yang menghendaki adanya kualitas yang prima. Guna memenuhi tuntutan pasar, maka perlu suatu pengembangan usaha buah srikaya ini yang didukung dengan teknologi budidaya yang memadai. Agar tanaman srikaya dapat berbuah baik dengan kualitas yang optimal, maka harus dipenuhi unsur-unsur hara melalui pemberian pupuk dan air yang cukup. A.Penyiraman (Pengairan) Pengairan adalah memberikan air untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga tanaman akan menghasilkan produktivitas yang kualitas prima. Tujuannya agar terpenuhi kebutuhan air bagi tanaman dan membantu penyerapan unsur hara oleh tanaman. Demikian juga tanaman srikaya yang perlu pengairan/penyiraman, baik waktu masih di dalam polibag, di dalam pot, maupun saat sudah ditanam di lahan luas dan dalam jumlah yang banyak. Penyiraman pada tanaman muda dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Sedangkan untuk tanaman dewasa, penyiraman dilakukan 2-3 hari sekali pada sore hari karena tanaman telah mampu beradaptasi dan memiliki daya tahan yang tinggi. Penyiraman dilakukan karena pembentukan bunga dan buah memerlukan ketrsediaan air yang cukup Cara penyiraman atau pengairan dapat dilakukan dengan mengalirkan air ke kebun, ke ladang, atau ke sawah yang telah ditanami buah srikaya. Pengairan secara besar-besaran dapat dilakukan setiap dua minggu sekali, terutama di musim kemarau. Periksalah di sekitar kebun. Penggenangan air harus terjadi hanya sesaat saja. Jika genangan air terlalu lama maka segera buang melalui saluran pembuangan air. Hal penting yang harus diperhatikan dalam pengairan adalah air yang baik dan bebas dari pencemaran, misalnya bebas dari limbah pabrik. Jika air yang digunakan untuk mengairi tanaman srikaya tercemar dari limbah perusahaan maka pertumbuhan tanaman srikaya tersebut akan terganggu. B.Pemupukan Pemupukan bertujuan mengganti dan menyediakan bahan makanan bagi tanaman sekaligus memperbaki struktur dan produktivitas tanah. Dosis pupuk untuk tanaman srikaya di setiap daerah berbeda tergantung pada kandungan kimia dan hara tanah.Oleh karena itu, keadaan tanah perlu dianalisis terlebih dahulu agar pemupukan dapat lebih efektif. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk anorganik maupun pupuk organik. Pupuk anorganik diberikan pada saat musim hujan sedangkan pupuk organik diberikan pada saat musim kemarau. Jenis dan dosis pupuk harus disesuaikan dengan umur dan kebutuhan tanaman. Untuk mendapatkan hasil maksimum dari budi daya srikaya maka pemupukan harus dilakukan secara kontinu. Srikaya tidak mampu menyediakan sendiri bahan makanan untuk pertumbuhannya. Makanan untuk tanaman srikaya dapat disediakan dari air dan dari udara. Makanan yang berasal dari udara antara lain unsur hydrogen dan karbon, sedangkan yang diikat dari dalam tanah adalah unsur nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, sulfur, besi, mangan, seng, tembaga, boron, molibdenum, dan klor. Beberapa unsur pokok utama yang dibutuhkan adalah NPK tersebut. Dalam satu tahun dilakukkan enam kali pemupukan, yaitu empat kali di musim basah dan dua kali di musim kering. Pemupukan tersebut dilakukan dengan memberikan pupuk kandang satu kali, kemudian satu bulan kemudian dipupuk dengan pupuk NPK. Contoh pupuk NPK adalah 15%N, 15%P, dan 15%K. Pupuk untuk tanaman yang masih dipersiapkan ditahun di lubang tanah yang akan ditanami bibit dari polibag dengan bibit srikaya. Pemupukan dilakukan pada saat tanaman berumur 0-3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, 6 tahun, menjelang 8 tahun, yaitu tanaman yang sudah di kebun. Tanaman yang sudah besar sangat cocok untuk diberi pupuk kandang. Akan lebih baik jika yang digunakan adalah kotoran kambing karena telah terbukti lebih baik daripada pupuk kandang lainnya. Cara pemupukan untuk tanaman yang sudah di kebun, di halaman sekitar rumah, atau di lahan luas lain sebaiknya dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Buatlah parit dengan ukuran lebar dan dalam 30 X 30 cm, melingkar pada batang srikaya, dengan jarak dari batang sesuai dengan mahkota daun/tajuk daun. b. Kemudian, taburkan secara merata pupuk kandang pada parit yang telah dibuat. Jumlah pupuk untuk setiap pohon adalah 45 kilogram c. Setelah pupuk ditabur, tutuplah pupuk kandang itu dengan tanah galian d. Berikan air secukupnya atau genangi dengan air secukupnya, terutama di musim kemarau. Pada bulan berikutnya, berikan NPK sebagai tambahan. e. Selain pemupukan, penyemprotan daun dengan pupuk daun sangat perlu dilakukan. Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1. Ir. Juhaeni Radi, 1997. Budidaya Srikaya, Penerbit Yogyakarta. 2. Sumarno, DS; Isto Suwarno, 2011. Srikaya Jumbo Potensi Unggul Si Buah Super, Penerbit Lily Publisher, Yogyakarta. 3. Sobir; Mega A. 2013. 20 Tanaman Buah Koleksi Eksklusif, Penerbit Penebar Swadaya.