Loading...

PENYIRAMAN PADA ANGGREK PHALAENOPSIS

PENYIRAMAN PADA ANGGREK PHALAENOPSIS
Mendengar kata anggrek, orang umumnya akan langsung terbayang tentang tanaman dengan bentuk dan corak bunga yang beraneka ragam yang indah dipandang mata. Oleh karena itu, wajar kalau tanaman hias ini disukai banyak orang. Keindahan bentuk dan warna-warni bunganya telah membuat tanaman kelaurga Orchidaceae ini banyak dipilih untuk memperindah penampilan teras rumah, taman, bahkan sebagai hiasan dalam ruang dalam bentuk bunga potong di perkantoran, hotel maupun di perumahan, terutama di rumah di perkotaan. Salah satu jenis anggrek yang cukup banyak banyak dimanfaatkan sebagai penghias ruangan dan cukup banyak dibudidayakan petani/masyarakat adalah anggrek Phalaenopsis. Sebab, anggrek yang dikenal dengan sebutan anggrek bulan ini memiliki keragaman bentuk, motif dan warna bunga yang khas, b eda dengan jenis anggrek lainnya. Pada umumnya, bunga anggrek Phalaenopsis memiliki jumlah kuntum bunga lebih dari 5 kuntum per tangkai, bahkan ada yang sampai 25 kuntum bunga per tangkai. Panjang tangkai bunga minimal 10 cm dengan diameter bunga lebih dari 10 cm. Jika bunganya dimanfaatkan sebagai bunga potong, bunga hanya bertahan selama ± 3 hari, tetapi bila tetap dalam tanaman bisa bertahan sampai satu bulan. Seperti halnya tanaman lain, untuk tumbuhnya anggrek Phalaenopsis secara optimal sehingga diperoleh jumlah dan mutu bunga yang sesuai harapan tidak lepas dari tersedianya air yang cukup dalam media tanam sesuai dengan hidupnya anggrek. Sebab, air diperlukan sebagai pelarut dalam proses fotosintesis, berperan dalam mempertahankan turgor dan pengatur suhu Dengan tersedianya air yang cukup dalam tanah, maka media tanam tersebut tetap terjaga kelembabannya dan tanah tetap gembur dan air tersebut diserap bersama-sama unsur hara untuk pertumbuhan tanaman. Berikan Air Sesuai Kebutuhan Meski air dibutuhkan untuk tumbuhnya anggrek, tetapi pemberian air atau pengairannnya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Sebab, pengairan/penyiraman yang terlalu banyak atau melebihi kebutuhannya akan menyebabkan berkembangnya penyakit yang disebabkan jamur dan bakteri sehingga jika serangaanya sudah parah menyebabkan tanaman menjadi busuk. Sebaliknya, jika tanaman kekurangan air menyebabkan terhambatnya penyerapan unsur hara sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terganggu yang pada akhirnya, bunga yang kita tunggu-tunggu tidak diperoleh. Meski pun menghasilkan bunga, bunga yang diperolehnya tidak memuaskan sehingga apabila bunga itu dijual harganya menjadi rendah. Sebaliknya, jika media tanam terlalu banyak air dapat menyebabkan akar menjadi busuk/rusak. Oleh karena itu, dalam pemberian air disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Adapun frekuensi penyiraman pada dasarnya tergantung pada umur tanaman, media tanam yang digunakan, ukuran pot, konidisi tempat dimana anggrek itu ditanam. Pengairan/penyiraman yang sesuai dengan pertumbuhan anggrek Phalaenopsis antara lain yang disesuaikan dengan kondisi cuaca, varietas dan fase pertumbuhan tanaman. Air yang digunakan mempunyai pH sekitar 5,5-6,5 dan tidak tercemar logam berat atau limbah beracun yang disiramkan secara merata pada seluruh bagian tanaman dan media tanamnya. Dalam pengairan/penyiraman, hindari adanya air yang tergenang di sekitar tanaman dan hindari terjadinya percikan tanah/kotoran yang menempel pada tanaman. Jika kondisi lingkungan sangat kering, pada siang hari dianjurkan dilakukan pengkabutan pada tanaman. Selain itu, penyiramannya jangan terlalu basah karena dapat merangsang pertumbuhan bakteri penyebab susuk hitam dan busuk lunak.. Selain itu dengan pengairan/penyiraman yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya air yang menggenang di ketiak daun yang menguntungkan bagi pertumbuhan patogen yang akan menyebabkan serangan penyakit pada anggrek. Adapun frekuensi penyiramannya harus disesuaikan dengan jenis anggrek, ukuran tanaman, jenis media tumbuh, jenis pot, suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin. Cara Pengairan/Penyiraman Sebelum peyiraman dilakukan, siapkan petugas/pekerja yang akan melakukan peyiraman dan diberi instruksi kerja bagaimana melakukan penyiraman anggrek. Sesudah itu, buat jadwal penyiraman sesuai kebutuhan dengan menyiapkan buku dan alat tulis lainnya. Jadwal penyiraman yang dibuat dalam buku, buat kolom nomor, tanggal, waktu, petugas penyiraman, tanda tangan dan keterangan. Pekerjaan berikutnya, siapkan air bersih secukupnya dan ditampung dalam bak penampung air. Ukur pH air yang akan digunakan untuk pengarian tersebut. Caranya, dapat dilakukan dengan mencelupkan kertas lakmus ke air tesebut, kemudian kertas lakmus yang sudah basah ini dekatkan ke tabel standar pH. Jika pH <6-7, tingkatkan dengan pemberian larutan kapur pada air yang digunakan untuk menyiram, kemudian diukur kembali sehingga pH mencapai 6-7. Sedang jika pH > 7, turunkan dengan pemberian larutan asam nitrat ke dalam air yang digunakan untuk menyiram itu, kemudian diukur kembali sampai pH 6,5-7. Air yang digunakan tidak tercemar logam berat atau limbah beracun. Bila air yang akan digunakan untuk penyiraman itu terjadi perubahan warna dan bau, sebaiknya dilakukan pengecekan ke laboratorium terdekat. Sebab, air seperti itu menandakan kemungkinan tercemar logam berat atau limbah beracun. Penyiramannya dilakukan bila tidak akan hujan atau sebelumnya tanaman tidak kena hujan. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum melakukan penyiraman, kita rajin mengecek untuk memastikan dalam waktu dekat tidak akan terjadi hujan atau telah terjadi hujan. Namun, jika anggrek itu ditanam di kawasan industri sebaiknya setelah terjadi hujan, tanaman perlu disiram karena anggrek yang tumbuh di kawasan industri kemungkinan terjadi pencemaran udara dengan keasaman tinggi. Bila temperaur rendah, kelembaban tinggi dan media tanam kondisinya basah, tidak perlu dilakukan penyiraman. Namun apabila kondisi dalam keadaan sebaliknya, tanaman perlu dilakukan penyiraman. Oleh karena itu, sebelum dilakukan penyiraman, cek temperatur, kelembaban dan kebasahan media tanam. Sebelum melakukan penyiraman, kita perlu mengecek untuk memastikan jenis anggrek yang membutuhkan banyak air dan yang kurang suka banyak air untuk memastikan frekuensi penyiramannya. Selain itu, kita perlu juga mengecek dan mengelompokkan tanaman menurut fase pertumbuhan/ukuran tanaman untuk memudahkan pengaturan penyiraman. Semakin besar ukuran tanaman, kebutuhan air semakin banyak. Jika terjadi hujan terus menerus dan media tanam kondisinya lembab/basah, jangan dilakukan penyiraman untuk menghindari busuk. Waktu menyemprot, atur titik keluarnya air/nozle sehingga air yang keluar lembut/dalam dalam bentuk kabut dan atur jarak antara nozle dengan tanaman yang akan disiram sekitar 60-100 cm. Siramlah tanaman secara merata ke seluruh bagian tanaman maupun media tanam. Waktu menyiram, hindari adanya air yang tergenang di sekitar tanaman dan adanya percikan tanah atau kotoran yang menempel pada tanaman. Khusus benih/bibit pada kompot, penyiramannya hanya untuk melembabkan tanaman (tidak terlalu basah) dan permukaan media tanamnya dibiarkan tetap kering/tidak terlalu basah untuk menghidnari busuk. Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1. Profil Komoditas Tanaman Hias (Anggrek, Krisan, Dracaena, Palem). Direktorat Budidaya Tanaman Hias, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian, 2005. 2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya dan Pascapanen Anggrek Phalaenopsis. Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Jakarta, 2011. 3. Dyah Widiastoety Darmono. Agar Anggrek Rajin Berbunga.Penebar Swadaya, Bogor, 2007. 4. Sri Nesjaty dan Maloedyn Sitanggang. Kiat Sukses Membungakan Anggrek.PT.AgroMedia Pustaka, Jakarta Selatan, 2007 .