Loading...

Penyuluh Bergerak, LTT Meningkat

Penyuluh Bergerak, LTT Meningkat
Ngobras BPPSDMP, 11 Maret 2025 Jakarta - Luas Tambah Tanam (LTT) yang merupakan program strategis Kementerian Pertanian untuk mencapai swasembada pangan nasional. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengajak para Penyuluh Pertanian Lapangan untuk menggebrak pertanian Indonesia dengan mempercepat capaian swasembada. Langkah pertama adalah PPL harus meningkatkan produktivitas, kedua meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan ketiga meningkatkan luas tambah tanam atau LTT. Program LTT ini juga dapat mengarahkan seluruh kegiatan dan program untuk mencapai swasembada pangan di akhir 2025 untuk memitigasi risiko kebijakan pemerintah Indonesia untuk tidak mengimpor beras dan jagung. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi dengan melakuka percepatan LTT padi di antaranya adalah membuka lahan sawah baru di daerah yang memiliki potensi lahan, dan mengoptimalkan cuaca yang mendukung, seperti hujan normal dan ketersediaan air serta penyediaan benih padi yang mencukupi, sehingga diharapkan petani bisa menanam padi dua kali dalam satu tahun bisa menjadi tiga kali dalam satu tahun. Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengungkapkan bahwa untuk mencapai target swasembada pangan, maka kita sebagai insan pertanian harus selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan baik. Dengan adanya percepatan LTT yang merupakan program strategis kementerian pertanian sehingga mampu meningkatkan produktifitas dan produksi di tingkat lapangan, akibatnya Indonesia bisa melakukan ekspor. Dalam kesempatan agenda Ngobrol Asyik Bersama Petani (Ngobras) volume 09 yang dilaksanakan selasa (11/03/2025) yang mengangkat tema Penyuluh Bergerak, LTT Meningkat”, yang menghadirkan narasumber dari penyuluh pertanian Lampung Tengah, Penyuluh Pertanian Kabupaten Banyuasin, Penyuluh Pertanian Kabupaten Aceh Barat Dari hasil ngobrol asyik ini para penyuluh pertanian dari ketiga wilayah bercerita kondisi pelaksanaan kegiatan LTT di masing-masing wilayahnya, dimana penyuluh pertanian sangat mendukung program LTT ini dengan memberikan pendampingan, sosialisasi dan informasi teknis kepada petani, salah satu pendampingan yang dilakukan yaitu membantu pemeliharaan tanaman, mengendalikan hama dan penyakit serta. Dengan adanya LTT ini merupakan Upaya pemingkatkan padi dan komoditas pangan lainnya. Dalam acara Ngobras edisi Volume 09 ini juga dihadirkan pembahas dari Penyluh Pertanian Ahli Utama Bapak Takdir Mulyadi menyampaikan bahwa target produksi beras minimal 32 juta ton per tahun membutuhkan upaya optimalisasi lahan pertanian, dengan meningkatkan indeks pertanaman dari 1-2 kali menjadi 2-3 kali per tahun. Berbagai program seperti pemberdayaan lahan rawa, cetak sawah, dan pompanisasi tadah hujan direncanakan untuk mendukung pencapaian target tersebut. Penyuluh Pertanian dari Sumatera Selatan Kabupaten Banyuasin Kecamatan Air Saleh Pak Raharjo menyampaikan modifikasi alat tanam juga menjadi salah satu upaya kreatif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, ini merupakan inovasi yang bagus untuk para penyuluh pertanian lainnya. Para penyuluh pertanian di daerah lainnya daerah Lampung dan Aceh berbagi pengalaman dalam mendorong petani meningkatkan produktivitas lahan. Mereka menjelaskan strategi yang digunakan, antara lain memberikan motivasi melalui penetapan Harga Pokok Pembelian (HPP), bantuan alat pertanian, perbaikan infrastruktur irigasi, dan pembentukan Brigade Pangan yang dikelola oleh petani milenial.