PENYULUH MAJENANG GELAR DEMPLOT SRI BERSAMA PETANI PAHONJEAN
Untuk mendukung pencapaian gerakan Peningkatan Produksi Beras Nasioal (P2BN) secara Nasional dan target produksi padi sebesar 733.428 ton Gabang Kering Giling (GKG) selama tahiun 2013 di Kabupaten Cilacap, penyuluh Kecamatan Majenang di bawah koordinasi Balai Penyuluhan Kecamatan Majenang dan Badan Pelaksana Penuuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap, menggelar Demplot Budidaya Padi SRI seluas 350 ubin atau setara dengan 0,5 hektar di desa Pahonjean. Kegiatan yang dikerjasamakan dengan pelaku utama dan pelaku tersebut, menggunakan sistem tanam Pola SRI. Koodinator Penyuluh pada Balai Penyuluhan Kecamatan Majenang, Gunawan, SP, disela-sela kegiatan penanaman padi pada lokasi Demplot di Desa Pahonjean menyatakan, diterapkannya Demplot dengan System Of Rice Intensification (SRI) di wilayah Desa Pahonjean ditargetkan seluas 150 hektar dengansasaran 6 kelompok tani dari 12 Kelompok tani yang ada di Desa Pahonjean. Pelaksanaan Demplot Budidaya Padi dengan Metode SRI ini kami jadikan motivasi bagi petani lain di Kecamatan Majenang yang pada tanggal 29 Agustus 2013 dilakukan Gerakan Penanaman 850 hektar dengan metode SRI ini. Pada kesempatan yang sama, Penyuluh ahli pendamping Metode SRI Balai Penyuluhan Kecamatan Majenang Amir Minanta menambahkan, penerapan metode SRI di lokasi Demplot Desa Pahonjean ini adalah untuk yang perama kalinya dilakukan sehingga masih menggunakan jarak tanam rapat 30 x 30 cm dengan bibit perlubang sebanyak 2 bibit untuk mengantisipasi kemungkinan serangan hama penyakit. Sedangkan teknik budidayanya juga masih bersifat semi organik, terutama dengan adanya penambahan pupuk majemuk. Namun untuk pengedalian hama cenderung dilakukan dengan menggunakan pestisida hayati serta mulai digunakan mikro organisme lokal dalam pembuatan dan penyediaan pupuk organik. Kepala Badan pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap, ketika melihat lebih dekat pelaksanaan kegiatan penanaman pada Demplot Budidaya Padi dengan Metode SRI ini menyatakan, apresiasinya yang setinggi-tingginya kepada Koordinator Penyuluh, para penyuluh dan petani setempat yang telah menuangkan inisatif bersama melaksanaan Demplot ini dengan baik. Setidaknya melalui kegiatan Demplot ini telah membuktikan adanya kemandirian petani dalam melaksanakan usaha taninya dengan pendampingan para penyuluh di lapangan guna mengatasi permasalahan teknis budidaya yang mungkin timbul serta terus mengawal penerapan Buddiaya Padi dengan metode SRI. (TRIYUGO ISTIANTO BPP MAJENANG)